Terpaksa Menikah Dengan CEO

Terpaksa Menikah Dengan CEO
Terpaksa Menikah Dengan CEO #Surat Nikah Pernikahan.


__ADS_3

Setelah tuan muda dan Lin selesai menanda tangani surat kontrak pernikahan.


Sekertaris Kim segera memasukan surat kontrak itu ke dalam tasnya.


Kapan pernikahannya ? tanya Lin.


Besok siang Jam 11, jawab sekretaris Kim.


Apaaaa... besok, yang benar saja, ucap Lin.


Semua sudah kami urus, nona tinggal duduk saja jawab sekretaris Kim.


Jam 2 siang nanti, Nona dan tuan muda fitting baju nikah."


Maaf, Tapi keluargaku pasti tidak bakal hadir, ucap Lin dangan nada sedih.


Besok semua keluarga nona akan hadir.


termasuk Bu.lestari, dan sahabat nona, yang bernama kayla.


Apa, kalian tidak membohongin kan ? tanya Lin.


Tidak nona.. "jawab sekretaris Kim.


Tuan, besok nenek tuan akan mendarat dengan pesawat jet pribadi jam 7 pagi.


Apakah tuan mau menjemputnya ? tanya sekretaris Kim pada tuan muda Jiem.


I-ya besok saya akan menjemputnya di bandara,ucap tuan muda Jiem.


Baik tuan, jawab Sekretaris Kim.


Tuan, jika tidak ada apa apa lagi. Saya izin keluar.


ucap sekretaris Kim.


Tuan muda Jiem mengangguk kepalanya.


Sekretaris Kim bangun dari sofa melangkah menuju pintu.


Ting tong...


Tuan, waitress mengantar makanan siang, ucap pengawal.


Suruh mereka membersihkan meja itu, ucap tuan muda jiem dengan nada marah.

__ADS_1


Tuan biar saya saja yang membersihkannya.." ucap Lin pada tuan muda Jiem..


Itu bukan pekerjaan kamu, bentak tuan muda Jiem pada Lin.


Lin hanya menundukkan kepalanya.


Saat 5 waitress masuk. Tuan muda Jiem langsung membentak semua waitress.


Jam segini baru mau bersihkan meja makan ini, ucap tuan muda jiem dengan nada marah.


Lin saja sampai tidak berani melihat tuan muda jiem sedang marah.


Maaf,,.sa,.saya kira housekeeping itu yang akan membersihkannya, Vie memberanikan diri menjawab.


Saya membayar kalian semua untuk bekerja, bukan makan gaji buta...!!! " ucap tuan muda jiem tambah marah.


Baru menginap di ruangan ini saja sudah berani membentak pekerja hotel di sini, singgung gaji segala. Ya ampun, tamatlah hidupku. Besok aku sudah bekerja sama siluman macan. Gumam Lin dalam hati.


Lin tidak mengetahui jika tuan muda Jiem adalah pemilik hotel tersebut.


Setelah Waitress selesai membersihkan meja makan dan menata makanan di meja.


Tuan silakan, ucap vie.


Baik tuan, ucap waitress sambil menundukkan kepalanya.


5 orang Waitress itupun melangkah keluar dan pengawal pun menutup pintunya.


Tuan muda Jiem bangun dan melangkah menghampirin Lin.


Langsung menarik tangan lin..menuju meja makanan.


Tuan muda Jiem memerintah Lin duduk.


Dengan terpaksa lin duduk. setelah itu baru tuan muda Jiem duduk di sebelah Lin.


Tuan, saya tidak mau makan. ucap Lin pada tuan muda Jiem.


Tuan muda Jiem menoleh wajahnya, melihat Lin beberapa detik.


Lalu tuan muda Jiem bangun dari tempat duduk menuju ruang kerja.


Tuan, ucap Lin.


Tuan muda Jiem tidak menoleh dan terus melangkah keruang kerja.

__ADS_1


Lin tahu tuan muda tadi sarapan hanya makan 3 sendok dan minum secangkir kopi.


Lin takut tuan muda sakit.


Lin berlari menuju ruang kerja,


Lin membuka tanpa mengetuk pintu.


Biasanya tuan muda Jiem akan marah sekali, jika yang masuk di ruangannya tanpa mengetuk pintu.


Tapi hari ini, Lin terlepas dari amarah tuan muda.


Lin memberanikan diri melangkah menuju tuan muda Jiem.


Tuan, Ayoo makan. ucap Lin.


Saya tidak lapar, keluar dari ruangan saya sekarang..." Ucap tuan muda Jiem dengan nada kesal.


Lin langsung melangkah keluar menuju meja makan.


Mengambil piring lalu menyendok nasi dan lauk. Lanjut mengambil sendok dan garpu.


Setelah itu maraih botol mineral berwarna hijau dan gelas.


Lin melangkah ke troli waitress mengambil nampan.


Setelah di tata makanannya di nampan, Lin menuju keruang kerja tuan muda.


Lin membuka pintu dengan satu tangannya.


Lin melihat tuan muda sibuk dengan laptopnya.


Tuan, ucap Lin


Tuan muda Jiem sama sekali tidak menjawab apalagi menoleh.


Lin melangkah menghampiri meja kerja Tuan muda Jiem.


Lin langsung menghampiri dan berdiri di depan tuan muda Jiem lalu memberanikan menunduk kepala melihat wajah tuan Jiem.


Tanpa Lin sadari gunungnya terlihat oleh tuan muda Jiem.


Tuan muda Jiem melihat Lin.


Kamu mau menggoda saya, Tanya tuan muda Jiem.

__ADS_1


__ADS_2