
Lin pun merebahkan tubuhnya ke kasur.
" Kenapa kamu tidur menggunakan kimono lepaskan " Ucap tuan muda Jiem.
Saya kedinginan tuan, " jawab Lin mencari alasan.
Aku Bilang lepaskan, ya lepaskan. Mau saya marah ? Ucap tuan muda Jiem.
Dengan cepat Lin menarik selimut lalu membuka kimononya.
Tuan muda Jiem yang melihat tingkah istrinya pun tersenyum.
Tuan muda Jiem membuang guling yang ada di tengah-tengah mereka. Ia menarik tubuh Lin dan langsung memeluk Lin.
Mereka pun tertidur saling berpelukan.
Jam alarm HP Lin berbunyi.
Lin melihat sudah menunjukan pukul Lima pagi. Lin pun bangun untuk ke kamar mandi.
Tapi Tangan Jiem memeluk tubuh Lin dengan kencang dan Kaki Jiem ada di pahanya..perlahan lahan ia memindahkannya.
Lin bangun dan segera ke kamar untuk mandi., Lima belas menit kemudian, Lin pun selesai mandi.
Lin langsung melangkah ke koper mengambil pakaian dalam dan dress. Ia langsung memakainya.
Lin menuju meja rias dan memakai krim wajah serta memoles tipis makeup di wajahnya dan menyisir rambutnya.
Lin menyiapkan pakaian tuan muda Jiem di letakkan di atas sofa.
Setelah itu. Lin mengambil kaos kaki dan sepatu dan di letakkan di pinggir sofa. Lanjut Ke kamar mandi mengisi air hangat di bathtub..
Lin pun keluar kamar mandi.
__ADS_1
Tuan muda, bangun ucap Lin sambil menggoyangkan pundak tuan muda Jiem.
Sampai empat kali tidak ada respon sama sekali.
Lin spontan mencium wajah tuan muda Jiem dan
berbisik, bangun dong. Tuan muda.
Tuan muda Jiem langsung bangun sambil mengucak mata..
Tuan muda bangun, nanti terlambat. Ucap Lin.
Tuan muda Jiem meraih tengkuk Lin..ia mencium wajah Lin.
Buruan bangun.. "ucap Lin lagi.
i-ya bawel.. " Ucap tuan muda Jiem.
Dan kembali tuan Jiem masih tertidur di kasur, Lin pun membangunkan lagi.
Ayo tuan muda, nanti air di bathtub keburu dingin.. " Ucap Lin.
Cium saya dulu.. " Ucap tuan muda Jiem.
Lin memberanikan diri, mencium pipi Tuan muda Jiem lagi. Belum Lin menundukkan wajahnya.
Leher lin langsung di tarik tuan muda Jiem.
Dan langsung ******* bibir Lin, perlahan lahan bibir tuan muda Jiem berpindah ke Leher Lin, Membuat tanda kepemilikan di sepenjuru lehernya.
Tuan muda, buruan mandi, nanti terlambat, Ucap Lin kesal.
Tuan muda Jiem menghentikan kecupannya.
__ADS_1
i-ya bawel, Ucap tuan muda Jiem.
Setelah tuan muda Jiem masuk kamar kamar mandi.
Lin membereskan kasur dan mengutip pakaian yang tuan muda yang di lempar ke lantai dan memasukkan di keranjang baju kotor.
20 menit kemudian, tuan Jiem keluar dari kamar.
Lin meraih handuk kecil di tangan tuan muda Jiem.
Lin mengeringkan rambut tuan Jiem.
Memakai kan celana boxer, baju, celana dan gesper.
Tuan muda Jiem menuju ke meja rias mengambil minyak rambut dan langsung menyisir rambutnya, tidak lupa memakai parfum.
Tuan muda Jiem duduk di sofa, sambil membuka email yang masuk di HP nya.
seperti biasa,
Lin menghampiri tuan muda Jiem, memakaikan dasi seterusnya memakaikan kaos kaki dan sepatu tuan muda Jiem.
Oh iya, Jas tuan muda Ucap Lin sambil mengambil Jas.
Tuan muda Jiem menatap leher lin sambil tersenyum.
Tanda Kepemilikannya penuh di leher Lin.
Ingin sekali ia lakukan lebih dari itu...tapi ia harus tahan..belum waktunya...
aku harus pastikan perasaan ku terhadap**nya*.
Ayo turun, Nenek pasti sudah menunggu kita.. " Ucap tuan muda Jiem mengajak Lin.
__ADS_1