
# Di kamar.
Tuan muda Jiem melepaskan Jas nya.
Tolong letakkan jas saya di sofa, ucap tuan muda Jiem.
Sekalian buka cardigan kamu. kamu pakai tanktop kan ? " Tanya tuan muda Jiem pada Lin tanpa wajah berdosa.
Ta,,,tapi saya tidak biasa tuan muda.
Kamu malu ??? Tanya Jiem dengan wajah seratus persen tanpa dosa.
Lin menganggukkan kepalanya.
Di sini tidak ada siapa siapa , Hanya ada saya.. "
Toh,.saya sudah lihat tadi malam Wajah Lin merah menahan malu. Buruan buka atau mau saya yang bukain.
Otak mesum tuan muda Jiem mulai beraksi. ucap Lin sambil berjalan ke arah sofa.
kamuu.. bilang apa tadi ?
Eeh, tidak.,tidak,,saya tidak bilang apa apa, ucap Lin sambil menunjukkan dua jarinya✌
Dengan terpaksa Lin membuka cardigan yang ia pakai dan di letakan di sofa.
Sini... Tuan muda Jiem menepuk kasur di sebelahnya.
Lin perlahan menuju kasur. Tangan Lin di tarik tuan muda Jiem.
Braaak..
Lin terjatuh di kasur. Untung tuan muda Jiem langsung menarik tubuh Lin dan memeluknya dari belakang.
Bibir tuan muda Jiem mulai mencium leher Lin dan membuat tanda kepemilikannya di leher Lin.
Lin heran kenapa dia tidak memberontak malah diam di perlakukan begitu.
Tuan,,. sudah I-ya. tadi bilang mau tidur, ucap Lin sambil tangannya mengusap rambut tuan muda Jiem dengan satu tangannya.
__ADS_1
Tuan muda Jiem mengangguk.
mari kita tidur Ucap tuan muada Jiem sambil mempererat pelukannya pada Lin.
Mereka tidur saling berpelukan.
Tuan muda Jiem terjaga karena mendengar pintu kamar di ketuk..
Tuk,,,tuk,,tuk
Lin masih memeluknya perlahan lahan ia mengangkat tangan Lin dari dadanya.
Tuan muda Jiem menyelimuti lin sampai ke leher..
ia tidak ingin orang lain melihat benda padat dan bulat yang berisi itu terlihat orang lain.
Pintu terbuka..
Tuan muda, maaf mengganggu, 15 menit lagi pesawat jet akan landing, ucap sekretaris Kim sambil melirik ke arah kasur.
Sekretaris kim melihat Lin masih terbungkus dengan selimut.
Tuan muda Jiem melihat Sekretaris Kim sedang melirik ke arah Lin. Langsung tuan muda melangkah keluar dari kamar dan menutup pintu kamar.
Saya bangunkan istri saya dulu, ucap Tuan muda Jiem..
Baik, Tuan muda. jawab sekretaris Kim
Tuan muda Jiem langsung kembali masuk ke kamar.
menghampiri Lin, mencium pipi Lin hingga Lin pun terbangun.
" Bangun...Sebentar lagi kita landing, Ucap tuan muda Jiem.
Lin langsung bangun, beranjak dari kasur menuju sofa. memakai cardigan lalu mengambil jas tuan muda Jiem.
Lin menghampiri tuan muda Jiem yang sedang meminum air mineral.
Pakai jas nya dulu Tuan.
Lin membantu tuan muda Jiem mengenakan jas dan merapikannya.
__ADS_1
Ini minum dulu, Ucap tuan muda Jiem.
dan memberi air mineral bekasnya pada Lin.
Lin meminum air mineral Sampai habis.
Ini sisir, rapikan rambut mu, ucap tuan muda Jiem.
Lin meraih sisirnya dan menyisir rambutnya. Tuan muda Jiem tersenyum melihat tanda kepemilikan di leher Lin.
Mereka pun keluar dan duduk bersebelahan. Tuan muda Jiem memegang tangan Lin Karena tuan muda Jiem sudah tahu Lin pasti sangat takut. Pesawat jet pribadi tuan muda Jiem landing dengan selamat.
Tuan muda Jiem melepaskan tangannya.
Silakan tuan muda, Ucap Sekretaris kim.
Tuan muda Jiem dan Lin bangun dari tempat duduknya melangkah keluar.
Di luar...
Semua Pengawal sudah siap menjemput tuan muda dan Nyonya muda.
Tuan muda mau langsung ke apartemen atau ke rumah nyonya besar, tanya sekretaris Kim.
Rumah nyonya besar, Saya mau beri kejutan pada nyonya besar.
Baik,,tuan muda, jawab sekretaris Kim.
Mobil mereka beriringan menuju ke rumah nyonya besar.
Sampai di sebuah pintu pagar yang sangat megah. Lin kaget, Dia baru pertama kali melihat rumah bagaikan istana seperti di film film.
ini bukan rumah tapi istana seperti di film film. Halamannya luas sekali gumam Lin..
Mereka pun sampai, Tuan muda Jiem dan Lin pun turun dari mobil.
Di sambut sama pengawal dan pembantu di rumah nyonya besar.
Selamat datang tuan muda dan nyonya muda. Sambil menundukkan kepalanya.
Lin tersenyum, kepada mereka semua, tapi tuan muda Jiem tidak merespon sama sekali, wajahnya datar dan dingin.
__ADS_1
Dasar kutub utara,,.gumam lin.