Terpaksa Menikah Dengan CEO

Terpaksa Menikah Dengan CEO
Terpaksa Menikah Dengan CEO #Ingin berduaan.


__ADS_3

Lin melangkah keluar.


Melihat jam dinding sudah menunjukkan jam sepuluh pagi. Lin ke dapur membuat 2 cangkir kopi dan roti bakar.


Setelah selesai,ia menghampiri tuan muda Jiem yang sedang duduk di sofa sambil memainkan HP


Sayang makan ini dulu i-ya, ucap Lin.


Tuan muda Jiem menatap Lin dengan wajah tersenyum.


Terima kasih sayang, Ucap tuan muda Jiem.


tuan muda Jiem meraih kopinya dan meminumnya.


Lin melabuhkan bokong nya di samping sofa tuan muda Jiem.


Sayang di dalam kulkas tidak ada apa apa, aku mau masak " ucap Lin pada tuan muda Jiem.


Sayang Duduk sini, Ucap tuan muda Jiem menunjukkan pahanya.


Lin tersenyum dan berpindah ke paha tuan muda Jiem.


Memang kamu sudah lapar ? kalau sudah lapar biar aku tlp sekretaris Kim buat beli makanan " Tanya tuan muda Jiem sambil memeluk Lin yang berada di pangkuan nya.


Aku mau masak sendiri, boleh yaa " jawab Lin sambil menunjukan wajah gemas dan imut, mengundang tuan muda Jiem yang melihatnya untuk menciumi wajah Lin.


Tusn muda Jiem mencium pipi Lin tidak tahan melihat wajah itu.


Mereka saling menatap.

__ADS_1


Memang sayang bisa masak? " Tanya tuan muda Jiem pada Lin.


Kalau untuk makan sendiri bisa sayang, Tapi saya tidak tahu cocok atau tidak dengan lidah kamu Ucap Lin.


Tuan muda Jiem mencium pipi Lin. Saat berdekatan dengan Lin, rasanya tuan muda Jiem ingin melakukan hal yang lebih dari mencium pipi.


" Sayang,makan roti dulu ya..setelah itu temani aku ke supermarket " ucap Lin sambil menyuapi tuan muda Jiem.


"LKe supermarket ? Mau ngapain kamu ke supermarket, Nanti aku suruh asistenku pergi. kamu mau beli apa ? tanya tuan Jiem melanjutkan makannya setelah berbicara.


Ya sudah aku sendiri saja, sayang tunggu sebentar di sini i-ya " Ucap Lin.


Tuan Jiem menatap Lin dengan tajam tanda tidak setuju.


Kamu berani pergi tanpa persetujuan aku hah. tanya tuan muda Jiem.


Lin mengelengkan kepalanya.


"Lsudah, aku udah kenyang.


Baiklah, kita ke supermarket, tapi tunggu sekretaris Kim sebentar lagi, dia lagi dijalan menuju ke sini " Ucap tuan muda Jiem.


Lin menatap wajah tuan muda Jiem


Sayang kalau kamu sibuk tidak usah, lain kali saja, aku hanya mau masak buat kita saja, aku lihat di dalam kulkas juga tidak ada apa apa " Ucap Lin.


" Aku tidak sibuk sayang, cuma hari ini aku ingin berduaan dengan kamu " ucap tuan muda Jiem memeluk Lin dengan erat.


Lin mencium pipi tuan muda Jiem.

__ADS_1


Ya sudah,.lain kali saja " ucap Lin.


Ting..tong..


Bel ber bunyi..


Aku buka pintu dulu i-ya.. " ucap Lin.


Tuan muda Jiem menganggukan kepalanya.


Lin berjalan ke arah pintu dan membuka pintunya.


Selamat siang nyonya muda, ucap sekretaris Kim sambil menundukkan kepalanya.


Siang juga sekretaris Kim, silahkan masuk, ucap Lin.


Sekretaris kim berjalan ke tempat di mana tuan muda Jiem duduk.


Selamat siang tuan muda.ucap sekretaris Kim.


Silakan duduk " Ucap tuan muda Jiem.


Tuan muda, ini berkas yang harus di tanda tangani ucap sekretaris Kim


Lin berjalan ke arah tuan muda Jiem dan sekretaris Kim, ia membawakan secangkir kopi.


Sekretaris kim..silahkan " Ucap Lin sambil meletak secangkir kopi di atas meja.


Terima kasih nyonya muda, ucap sekretaris Kim. Sekretaris Kim mengambil cangkir kopi dan tanpa sengaja melihat bekas yang memerah di leher Lin.

__ADS_1


Nyonya muda lehar nyonya parah banget..gila tuan muda, gumam sekretaris kim.


Lin melabuhkan bokongnya di sebelah tuan muda Jiem, tuan muda Jiem langsung memeluk pinggang Lin.


__ADS_2