Terpaksa Menikah Dengan CEO

Terpaksa Menikah Dengan CEO
Terpaksa Menikah Dengan CEO #Apartemen Tuan Muda


__ADS_3

Ya sudah, minum airnya.


Saya mau pulang, badanku sudah lengket banget pengen cepat mandi. "


Setelah selesai membayar makanan yang mereka makan.


Tuan muda Jiem dan Lin melangkah menuju lobby.


Pengawal pribadi tuan muda Jiem sudah menunggu.


Silakan tuan muda dan nyonya muda.. " ucap Pengawal sambil menundukkan kepalanya, pengawal membukakan pintu mobil.


Anter saya ke apartemen ucap tuan muda Jiem membisikkan pada pangawalnya.


Pengawal menganggukan kepalanya.


Di dalam mobil mereka hanya diam tanpa bicara,..tuan muda Jiem membuka email masuk di HP nya.


Lama kelamaan Lin pun tertidur, kepala Lin di sandarkan di pintu mobil.


Tuan muda Jiem melirik ke arah Lin.


Sudah tidur saja, gumam tuan muda Jiem.


Karena takut leher Lin sakit..Tuan muda Jiem mengakat kepala Lin perlahan lahan dan dipindahkan di pahanya.


Dia mengusap kepala Lin dengan lembut.


40 menit kemudian mereka pun sampai di apartemen tuan muda Jiemn


Lin terbangun karena pintu di buka.


Lin yang masih di paha melihat di kaca depan.


Kita dimana...? " Tanya Lin kebingungan pada tuan muda Jiem.


Ini di apartemenku, buruan bangun. Kakiku sudah kesemutan, Ucap tuan muda Jiem.


Maaf,,. " Ucap Lin


Mereka pun keluar dari mobil.

__ADS_1


Semua yang ada di lobby melihat tuan muda Jiem bersama seorang wanita.


Siapa wanita itu, baru kali ini tuan muda membawa wanita di apartemennya, ucap salah satu resepsionis.


Tuan muda Jiem dan Lin memasuki lif.


sampai lantai 16 pintu lift pun terbuka.


di lantai 16 khusus hanya buat tuan muda Jiem.


Tuan muda Jiem membuka pintu sambil memegang tangan lin.


kekamar saja istirahatnya ucap tuan muda Jiem di ikuti Lin. Tuan Jiem membuka kamarnya.



Tuan muda Jiem melepaskan tangannya.


Aku mau mandi dulu.. " ucap tuan muda Jiem.


Ya sudah, saya siapkan dulu air hangatnya.


Tidak usah, saya mandi di shower saja,," ucap tuan muda Jiem. Tuan muda Jiem melepaskan pakaian dan melemparkan di lantai dan langsung menuju kamar mandi dengan menggunakan celana boxer.


Lin mengambil pakaian tuan muda Jiem di lantai dan di letakan di atas sofa.


15 menit kemudian, tuan muda Jiem keluar dari kamar mandi.


Tuan, Ruang baju di mana.


Nanti saya ambil sendiri, ucap tuan muda Jiem.


Kamu sana mandi, badanmu sudah bau. Ucap tuan muda Jiem


Saya tidak ada baju untuk salin.. " ucap Lin pada tuan muda Jiem.


Nanti bisa pake kaos saya, ucap tuan muda Jiem.


Lin pun menuju kamar mandi, Setelah membuka semua pakaiannya. Ia masuk di ruang shower. lin membasahin tubuhnya dengan air hangat.


Setelah selesai mandi, ia segera keluar dari ruang shower, tapi sayang saat ingin keluar lin terpeleset.

__ADS_1


" Dummmmm... "


" Argghhmm.. " Lin menjerit.


Tuan muda Jiem yang mendengarnya langsung berlari kearah kamar mandi.


Kamu kenapa ? buka pintunya ? " ucap tuan muda Jiem. Tapi tidak ada sahutan dari lin.


"Deeeeer..."


Jiem menendang pintu dengan sekali tendangan.


Lin sedang terduduk, memegang kaki.


Tuan Jiem langsung memeluk Lin.


Kamu Kenapa ?


Tuan muda Jiem melihat kaki Lin yang memerah dan tergores, dia coba memegangnya..


" arrghhmm... "


Sakit... "ucap lin.


Tuan muda Jiem langsung mengendong Lin dan meletakkan dikasur.


Lin masih polos tidak mengenakkan sehelai benang, wajahnya merah menahan malu.


Tuan muda Jiem menarik selimut untuk menutup tubuh Lin. Saat itu juga tuan muda Jiem belum mengenakan pakaian masih mengenakan mengenakan handuk.


Tuan muda Jiem melangkah mengambil kotak obat.


ia langsung mengambil minyak.


Dan tuan muda Jiem mengangkat sedikit selimut di kaki lin. Perlahan lahan Jiem mengusap kaki Lin dengan minyak.


" Argghhmm..sakit, ucap Lin.


Tahan sedikit, kalau tidak kakimu akan bengkak, ucap tuan muda Jiem.


Setelah selesai, mengoleskan minyak, tuan muda Jiem menempelkan hansaplast.

__ADS_1


__ADS_2