
" Tuan, bisa saya duduk sebentar. ucap Lin meminta izin sambil memegang kepalanya.
Tuan muda Jiem membawa Lin duduk.
Sekretaris Kim yang melihat, langsung sigap melangkah menuju tuan muda Jiem.
Nyonya muda,,.kenapa ? "Tanya sekretaris Kim.
Saya hanya sedikit pusing,..jawab Lin.
Sekretaris Kim mengambil air mineral dan memberikan pada Lin.
Ya tuhan...Nyonya belum Sarapan tuan.
Saya tadi lupa memesan sarapan di hotel." ucap sekretaris Kim dengan nada ketakutan
" Apaaaaaa...belum sarapan ????? Tanya tuan muda Jiem.
Sekarang sudah jam 1 siang. Wajah tuan muda Jiem kemerahan menahan marah.
Maaf tuan, Saya benar benar tidak sengaja. Ucap sekretaris Kim.
Bilang ke nenek, acaranya sudah selesai. Saya sudah mau pulang ke hotel, ucap tuan muda Jiem pada sekretaris Kim.
Tuan muda, saya tidak apa apa. Saya sudah biasa menahan lapar. Selesaikan acaranya,kasian nenek.."ucap Lin pada tuan muda Jiem.
Tuan muda hanya mengelengkan kepalanya mendengar ucapan Lin.
Ambilkan kue dan cemilan lain. Bawakan teh hangat, perintah tuan muda Jiem pada sekretaris Kim.
Baik tuan, jawab sekretaris Kim.
3 menit kemudian sekretaris Kim membawa makanan dan teh hangat untuk Lin.
"Silakan nyonya.." ucap sekretaris Kim.
Setelah menikahi tuan muda Jiem. Sekretaris Kim memanggil Lin dengan panggilan nyonya.
Terima kasih sekretaris Kim, Ucap Lin.
__ADS_1
Setelah cemilan dan air teh habis. Tuan muda Jiem menarik tangan Lin.
Nek, kami pulang hotel dulu i-ya.." ucap tuan muda Jiem pada nenek.
Nenek mengangguk dan berkata.
Bocah Es Sudah tidak tahan lagi ya, ucap nenek sambil tertawa.
Lin yang mendengarnya, langsung memerah seperti tomat matang menahan malu.
Tapi tuan muda Jiem, biasa biasa saja. Tetap datar seperti Es.
Tuan muda Jiem berlalu meninggalkan nenek bersama temannya menuju mobil yang sudah terparkir.
Tangan tuan muda Jiem terus memegangi tangan Lin.
Sekretaris Kim mengikuti mereka dari belakang.
Sekretaris Kim bawa mobil, ucap tuan muda Jiem.
Mereka pun masuk di dalam mobil.
kita ke restoran D***..." ucap tuan muda Jiem.
Mereka meluncur ke arah restoran D***.
Sesampainya di lobby restoran. Tuan muda Jiem dan Lin keluar dari mobil.
Mereka di antar waitress restoran itu menuju tempat yang sudah di booking ruang VIP, tuan muda Jiem dan Lin duduk berdepanan.
waitress membawa makanan.
Di makan, ucap tuan muda Jiem dengan wajah kesal.
Hari ini, kamu sudah mulai bekerja dengan saya. ucap tuan muda Jiem pada Lin.
Lin mengangguk kepalanya.
Buruan makan, ucap tuan muda Jiem.
__ADS_1
Tuan tidak ikut makan, tanya Lin.
"Saya tidak ada nafsu makan melihat kamu, ucap tuan muda Jiem dengan kentusnya.
Lin hanya terdiam.
Selesai makan, mereka langsung pulang ke Hotel.
Sampai di hotel pukul 4.20.
Sekretaris Kim, Kamu tunggu nenek di lobby.
Sebentar lagi mereka sampai.." ucap tuan muda Jiem.
Sampainya di kamar. Tuan muda Jiem menghempaskan pintu kamar dan melempar Lin di sofa.
Kamu dengar baik baik,
Kamu Jangan berharap banyak dengan saya, Saya menikahi kamu kerna kamu merusak barang saya dan juga saya terpaksa nikah dengan kamu kerana nenek saya memaksa saya menikah. Jangan sesekali kamu memberitahukan ini pada nenek. Jika pernikahan kita ini hanya kontrak, ancam tuan muda Jiem.
Lin menganggukkan kepalanya, tanpa di sadari butiran butiran membasahi wajah Lin.
Dan Satu lagi, keluarga kamu datang karena saya memaksanya dan saya memberi mereka imbalan 200 juta termasuk ibu kamu.
Kecuali Kayla dan bu Lestari, mereka datang kemauan mereka sendiri, ucap tuan muda Jiem.
Lin menangis mendengarnya.
Jadi kamu harus membayar semuanya, ucap tuan muda Jiem.
Tuan saya izin ke kamar mandi, ucap Lin pada tuan muda Jiem.
Lin langsung berlari menuju kamar mandi. Disana Lin menangis sejadi jadinya.
Lin mandi membasahi tubuhnya.
Lin, kamu hanya bekerja bersama tuan muda 1 tahun. Kamu Harus kuat ga boleh cengeng, gumam Lin menyemangati diri sendiri.
"Di sisi lain...
__ADS_1
Tuan muda Jiem melakukan itu karena dia tidak mau Lin berharap padanya karena tuan muda Jiem masih mencintai seseorang.