Terpaksa Menikah Dengan CEO

Terpaksa Menikah Dengan CEO
Lin Pulang


__ADS_3

Setelah bertemu Isterinya Lin tuan muda Jiem langsung pulang ke apartemennya, ia baru mau turun dari mobil . Telefon genggamnya berdering ,di layar telefon tertulis Sekretaris Michael . Tuan muda Jiem langsung menerima panggilan dari sekretaris Michael . Selamat malam tuan muda , maaf menggangu saya mau beritahu nyonya besar sekarang sedang di rawat di rumah sakit, tadi pingsan saat mau pergi ucap sekretaris Michael pada tuan muda Jiem . Tuan muda Jiem kaget mendengarnya , "sekarang di rumah sakit mana ? " tanya tuan muda Jiem pada sekretaris Michael . Di rumah sakit milik tuan muda jawab sekretaris Michael . Tuan muda Jiem langsung mematikan telefonnya . Pak, sekarang bapak bisa pulang , saya saja yang bawa mobil nya . Tapi tuan muda , belum selesai pak supir bicara tuan muda langsung memotong . Tidak ada tapi tapi ucap tuan muda Jiem sambil turun dari mobil dan berjalan ke arah pintu mobil supir . Pak supir langsung turun dan tuan muda Jiem langsung masuk untuk mengendari mobilnya . Telefon nya berdering , di lihatnya isterinya Lin yang menelefon . tuan muda Jiem tidak mengangkat telefon dari Lin dan hanya membiarkan saja . Tuan muda Jiem mau fokus pada neneknya . Lin agak kecewa karena tuan muda Jiem tidak mengangkat telefon dari nya , Apakah tuan muda sudah tidak memperdulikanku sampai aku telefon lima kali tidak di angkatnya gumam Lin . Ia tersadar dari lamunan dan bangun dari duduknya bergegas ke ruangan nenek tuan muda . Nenek di rawat di lantai 7 tempat tuan muda di rawat . Sampai di depan pintu Lin menepuk wajahnya agar tidak kelihatan ia habis menangis .


Kriiik pintu pun terbuka …


Lin melangkah memasuki ruangan tempat nenek di rawat . Lin bingung kalau nenek bertanya tuan muda kemana , Lin mau jawab apa pada nenek gumam Lin . Lin mengira nenek tidak mengetahui , tuan muda Jiem dan Lin sudah berpisah rumah . Karena terlalu memikiran rumah tangga cucunya , nenek sampai jatuh sakit .


Nenek …ucap Lin sambil memeluk nenek yang sedang tidur di atas ranjang . Duduk Lin, nenek ada yang mau bicarakan ucap nenek pada Lin . Lin pun melabuhkan pantatnya di bangku pinggir ranjang nenek . Lin … Maaf kalau nenek ikut campur urusan rumah tangga kamu bersama cucu nenek . Nenek mengenali cucu nenek , nenek yakin ia tidak melakukannya . Apa yang Lin fikirkan itu semua tidak benar ,sebaiknya Lin carilah kebenaran sebelum memberi hukuman pada cucu nenek . Jika Lin masih menganggap nenek sebagai nenek Lin , nenek mohon Kembali lagi ke apartemen tuan muda . Lin masih ada tanggungjawab pada suami, buka mengurus kerjaan di perusahaan nenek . Nenek tidak mau kalian sampai berpisah ucap nenek pada Lin sambil menangis . Lin hanya terdiam mendengar ucapan dari nenek sambil menundukkan kepalanya .

__ADS_1


Tidak lama Lin di nasehati nenek .. Tuan muda Jiem pun sampai dengan wajah cemas . Ia bergegas melangkah ke arah nenek yang sedang berbaring di ranjang . Nenek … ucap tuan muda memeluk neneknya tanpa di sadari airmata tuan muda Jiem ikut menetis mengenai lengan neneknya . Tuan muda Jiem melirik ke arah Lin yang berada di sebelahnya . Hei .. Es batu mengapa kamu menangis ? aku kan masih hidup lagi ucap nenek sambil memeluk erat tubuh tuan muda Jiem . Dari kemrin saya sudah bilang , tidak boleh capek ucap tuan muda Jiem sambil perlahan lahan melepaskan pelukkan dari neneknya . Jangan risau nenek , nenek tidak kenapa kenapa .. jikalau kalian baik baik saja nanti bawa isterimu balik ke aparteman mu es batu ucap nenek pada tuan muda Jiem . Tuan muda Jiem kaget dan melirik ke arah isterinya Lin . Lin menggelengkan kepalanya .


Tuan muda Jiem pamit keluar pada neneknya . Kalian berdua pulang saja , nenek pengin tidur dan istirahat . Kalau kalian sudah berikan nenek cici , baru nenek akan maafkan kalian , kalian berdua buat nenek sakit kepala celetus nenek pada tuan muda Jiem dan Lin . Nek … maafkan Lin ucap Lin memegang tangan neneknya . sana pulang ikut suamimu .. nenek mau istirahat ucap nenek lagi . Baiklah , kami pulang tapi nenek tidur iya nenek ucap tuan muda Jiem sambil memeluk nenek nya . Nenek Lin pulang dulu ucap Lin .. Tapi nenek langsung menutup matanya tanpa bersuara . Lin hanya terdiam dan menundukkan kepalanya . Yuk kita pulang ucap tuan muda Jiem . Tuan muda Jiem pun melangkah untuk keluar dari ruangan nenek . Saya mau ketemu dokter dulu dan langsung melangkah meninggal isterinya Lin . Lin mengikuti tuan muda Jiem ke ruang dokter .. betapa kagetnya tuan muda Jiem , dokter diagnosa nenek kanker otak . Tuan muda terdiam airmatanya mengalir membasahi wajahnya . Lin kaget langsung memeluk tuan muda Jiem . Kami akan usahakan yang terbaik buat nyonya besar ucap dokter spesialis . Baiklah, terima kasih dokter kami pamit pulang dulu ucap tuan muda Jiem sambil bangun dari duduknya . Lin juga mengikuti tuan muda Jiem berdiri . Tuan muda Jiem pun melangkah di susuli Isterinya Lin dari belakang . Tuan muda Jiem melangkah ke arah Lift di ikuti isterinya Lin . Setelah pintu Lift terbuka tuan muda Jiem dan Lin pun masuk ke dalam lift . Lin melirik ke wajah tuan muda Jiem, wajahnya datar tanpa senyuman sama sekali .


Tidak lama kemudian pintu lift pun terbuka .. Tiing ,,..


Kamu naik apa ke sini tadi ? tanya tuan muda Jiem pada Lin . Saya bawa mobil sendiri jawab Lin . Ya sudah hati hati , saya pulang dulu ucap tuan muda Jiem sambil meninggalkan Lin . Lin memanggil tuan muda Jiem , Tuan muda Jiem tunggu sebentar … ucap Lin pada tuan muda Jiem . Tuan muda Jiem memberhentikan langkahnya . Lin berjalan melangkah menghampiri tuan muda Jiem … saya ikut kamu pulang ucap Lin pada tuan muda Jiem . Terima kasih sudah menyenangi hati nenek saya , saya janji tidak akan ikut campur urusan kamu ucap tuan muda Jiem . Lin kaget mendengarnya , tapi ia mengakui … itu adalah keinginan yang di turuti tuan muda Jiem . Baiklah , jawab Lin . Saya bawa mobil, ikuti kamu dari belakang ucap Lin pada tuan muda Jiem . Bagi kunci mobilnya ucap tuan muda Jiem . Lin meraih kunci di dalam tasnya dan menyerahkan pada tuan muda Jiem . Tuan muda langsung meraih kunci yang di serahkan Lin dan berjalan ke arah pengawal pribadinya . ini kunci mobil nyonya muda , nanti bawa ke apartemen saya ucap tuan muda pada pengawal pribadinya . Sekarang kalian jaga nenek di sini , tidak usah kawal saya ucap tuan muda Jiem lagi pada pengawal pribadinya . Baik tuan muda jawab pengawal pribadi pada tuan muda Jiem . Tuan muda Jiem berjalan ke arah isterinya Lin . Jom kita pulang sekarang ajak tuan muda Jiem dan langsung melangkah ke arah mobil yang sudah terparkir di depan lobby . Lin kaget melihat tuan muda Jiem masuk di pintu supir , silakan masuk ucap pengawal pribadi membukakan pintu mobil untuknya . Lin langsung masuk ke dalam mobil ,.. pintu langsung di tutup oleh pengawal pribadi tuan muda Jiem . Pakai sefaty belt kamu ucap tuan muda Jiem pada Lin . Lin perlahan lahan menarik safety belt di pinggirnya . Setelah Lin memakai safety belt nya mobil pun bergerak keluar dari halaman rumah sakit . Tuan muda Jiem dan Lin hanya diam di dalam mobil tanpa bicara apa apa .

__ADS_1


Sekitar dua puluh menit perjalanan dari rumah sakit ke apartemen tuan muda Jiem , mereka pun sampai . Mobil langsung terparkiran di depan lobby . Tuan muda Jiem langsung keluar dari mobil di susuli Lin . Jam sudah menunjukkan pukul 02.00 pagi , mereka pun melangkah masuk ke lobby . semua yang ada di lobby melirik pada mereka berdua . Tuan muda Jiem langsung berjalan melangkah ke arah lift . Tidak pakai lama , pintu lift pun terbuka . Tuan muda Jiem dan Lin masuk ke dalam Lift . Lin melirik lagi ke arah tuan muda Jiem , wajahnya tetap datar dan dingin .


Tiing ,,.. pintu lift pun terbuka


Tuan muda Jiem dan Lin pun keluar dari dalam lift berjalan ke arah pintu apartemennya . Tuan muda Jiem langsung membuka dengan kartu yang ada di tangannya . Ia langsung masuk di ikuti Lin . Tuan muda Jiem langsung melangkah masuk ke dalam kamar , tanpa bicara apapun dengan Lin .Lin melihat perlakuan suaminya sudah banyak berubah , tidak memperdulikannya . Lin melangkah masuk ke kamar , melihat tuan muda Jiem tidak ada di kamar mungkin di kamar mandi gumam Lin . Lin masuk di ruang baju , melihat bajunya masih tersusun rapi . Ia buru buru mengambil baju tidur buat tuan muda Jiem dan meletakan di atas Kasur .Tidak lama kemudian tuan muda pun keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan wajahnya . Ia raih baju tidur yang sudah di siapkan Lin dan langsung memakainya sambil tersenyum . Lin langsung melangkah masuk ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya . Di kamar mandi peralatan mandi tersusun rapi malah ada yang belum di buka . Lin tersenyum melihatnya , Lin buru buru mencuci wajah dan menyikat gigi . Setelah selesai ia pun langsung keluar . melihat tuan muda Jiem sudah tertidur pules . Lin ke ruang baju menukar dengan baju tidur dan karena sudah terbiasa tidak mengenakan BH , ia tidak memakainya dan meletakkan di atas meja di tutupin baju bekas ia pakai . Lin langsung berjalan sambil menutup setengah lampu kamar . ia berjalan ke arah ranjang dan langsung naik . Tubuhnya langsung di labuhkan di Kasur posisi menghadap tuan muda Jiem yang sudah tertidur pules . Tidak lama kemudian Lin pun tertidur .


Mengapa tuan muda bisa tertidur pules karena ia minum obat tidur saat Lin di kamar mandi , Ia takut tidak bisa mengendalikan dirinya saat bersama isterinya .

__ADS_1


__ADS_2