Terpaksa Menikah Dengan CEO

Terpaksa Menikah Dengan CEO
Terpaksa Nikah Dengan CEO #Janin


__ADS_3

Sesampainya di mobil.


Hei kalian, Saya bayar kalian untuk menjaga istri saya. Bukan hanya makan gaji buta berdiri saja di sini ! Memangnya apa yang kalian kerjakan,jika istriku tidak di jaga. Jika ada apa apa sama isteriku, nyawa kalian jaminannya " Ucap tuan muda Jiem murka.


Tuan muda Jiem pun masuk ke mobil.


Semua menunduk takut akan kemurkaan tuan muda Jiem,biasanya tuan muda Jiem hanya marah biasa. Tapi kali ini ia benar benar murka dan di luar kendali.


Kalian tahu,..nyonya muda di tabrak? " Ucap


Sekretaris Kim pada pengawal sambil berlari masuk ke mobil mengejar tuan muda Jiem.


Pengawal semua kaget, pantas saja Tuan muda marah besar Ucap salah satu sang pengawal.


Sesampainya di Hospital F***,.


Tuan muda Jiem berlari ke repction,


Semua staf Hospital memberi hormat pada tuan muda Jiem.


Bagaimana keadaan istri saya?


Beberapa dokter berlari menemui tuan muda Jiem.


Salah satu Dokter spesialis,..berkata.


Nyonya muda belum sadarkan diri.


Bisa Kita bicarakan di dalam ? " Ucap Salah satu dokter memberanikan diri mengajak tuan muda Jiem.


Jiem mengikut Dokter ke sebuahan ruangan khusus untuk tamu terhormat.


Duduk dulu tuan muda, Ucap salah satu dokter.


Tuan muda Jiem pun duduk dengan wajah sangat khawatir.


Nyonya muda sudah stabil,..tapi


Belum habis bicara, tuan muda Jiem sudah memotong pembicaraan dokter.


" Tapi kenapa ? " jawab tuan muda Jiem dengan nada sangat khawatir.


Maaf, kami sudah sekuat tenaga untuk mempertahankan janin di dalam kandungan nyonya muda, tapi takdir berkehendak lain. " Ucap dokter takut.

__ADS_1


Apaaaaa..Janin ? isteriku hamil ?


I-ya tuan muda, nyonya di bawa ke hospital dalam keadaan hamil,.Kandungan di perkiraan sekitar 4 mingguan. "


Sekarang di mana istriku " tanya tuan muda Jiem tegas.


Di-di,,di ruang VVIP 003 Tuan " Ucap dokter terbata.


Tuan muda Jiem langsung bangun dan berlari keluar.


Sekretaris Kim, Selidiki orang yang telah berani mematikan keturunanku dan telah menanbrak istriku.


Jangan sampai ia bisa hidup di negara ini lagi.


Baik,,tuan muda.. jawab Sekretaris Kim.


Tuan muda Jiem berjalan menuju kamar VVIP,, Tempat Lin di rawat.


Semua Tim Dokter mengikuti tuan muda Jiem dari belakang.


Sampai di ruang.


Salah satu perawat membukakan pintu.


Tanpa di sadari tuan muda Jiem meneteskan air matanya melihat sang istri yang terbaring lemah.


tinggalkan kami berdua, ucap tuan muda Jiem.


Semua tim dokter dan perawat meninggalkan tuan muda Jiem sendirian di kamar.


Tuan muda Jiem melangkah lunglai menuju istrinya.


Merasa bersalah dan sangat menyesal.


Tidak akan aku beri dia hidup yang telah menabrak isteriku. Gumam tuan muda Jiem mengeratkan rahangnya.


air matanya menetes di wajah tampan itu.


ia pun duduk memegang erat tangan Lin.



Maafin aku sayang,,.kalau aku tidak membawamu ke kantor ku hari ini,Tidak akan terjadi begini.

__ADS_1


Anak kita pasti masih dalam hidup di rahimmu. Ya tuhan, bodoh sekali aku.


Tuan muda Jiem terus menangis menatap yang terjadi pada istrinya.


Satu jam kemudian tangan lin bergerak.


Tuan muda Jiem segera memencet bel yang ada di sebelahnya


Semua tim dokter yang merawat Lin berlari berdatangan ke ruangan lin.


Lin sudah sadarkan diri.


Di mana aku ? tanya Lin penglihatannya masih kabur.


Sayang, tenang dulu. Biar dokter periksa keadaanmu dulu jangan banyak gerak " Ucap tuan muda Jiem


Tim dokter pun memeriksa Lin.


Alhamdulillah, Keadaan Nyonya sudah stabil.


Tidak ada patah tulang hanya luka luar. Banyak kan istirahat nyonya muda, Ucap salah satu dari tim dokter.


Sayang, janin di rahimmu tidak bisa di selamatkan " Ucap tuan muda Jiem sambil menangis memeluk Lin.


Apaaaa janin ? Saya hamil dok ? tanya Lin pada tim dokter.


Semua dokter, mengangguk kepalanya.


Lin menangis,,.


Sayang maaf kan aku, aku tidak tahu jika aku hamil.


Tuan muda Kami keluar dulu Ucap tim dokter.


Tuan muda Jiem menganggukkan kepalanya.


Lin mengusap perutnya dan terus menangis.


Maafi mama sayang


Tuan muda Jiem terus memeluk dan mencium kening Lin.


Sayang,,.sabar, ini semua sudah takdir. "

__ADS_1


Tapi tidak akan aku beri ampun pada orang yang telah membunuh anakku Gumam Jiem lagi dalam hati.


__ADS_2