Terpaksa Menikah Dengan CEO

Terpaksa Menikah Dengan CEO
Terpaksa Menikah Dengan CEO #Di Tinggal Sendiri


__ADS_3

#Lin masuk ke kamar.


Melihat tuan muda Jiem masih sibuk dengan HP nya.


Lin melihat yang melihat tuan muda Jiem belum memakai jas,dasi dan kaos kaki.


Lin langsung menuju ruang ganti. Mengambil Jas, dasi dan kaos kaki di laci lemari.


Lin kembali ke tuan muda Jiem yang duduk di sofa dengan HP nya.


Tuan, Sini saya pakaikan dasinya,,"


Lin membungkukkan badannya karena tuan muda Jiem saat itu sedang duduk di sofa


Tuan muda Jiem meletak HP di pinggir sofa.


Tanpa sengaja bola mata tuan muda Jiem turun melihat pemandangan yang indah dan padat milik Lin. Tuan muda Jiem menarik nafas panjang melihatnya. Gila, gumam tuan muda Jiem.


Setelah itu Lin memakaikan jas pada Jiem.


Lin duduk di karpet, Kaki tuan muda Jiem di letakkan di pahanya sambil mengusap telapak kaki tuan muda dan langsung memakaikan kaos kaki secara bergantian.


Lin bangun dan mengambil sepatu dan memakainya pada tuan muda.


Ayo tuan, Sarapan dulu.


Tuan muda bangun dari tempat duduknya menuju meja makan, Lin mengikuti tuan muda Jiem dari belakang.


Tiba tiba Sekretaris Kim sudah ada di ruang tamu.


Kapan sekretaris sampai ? gumam Lin bingung.


Nenek saya sudah take off kah ? Tanya tuan muda Jiem pada sekretaris Kim.


Sudah tuan, Jet pribadi nyonya besar take off jam 6.


Tuan muda, besok rapat bersama Direksi. Kita aksn menanam saham sangat besar pada perusahaan mereka. "


Ok, Setelah meeting ini. Kita langsung pulang.." ucap tuan muda Jiem.


Baik tuan, jawab sekretaris Kim.


Kamu di sini saja, tidak usah ikut saya pulang.

__ADS_1


Tuan muda Jiem mengambil dompet dan mengeluarkan uang 10 lembar ber warna merah dan kartu Gold unlimited.


ini untuk kamu, ucap tuan muda Jiem.


Lin hanya terdiam,


Setelah sarapan tuan muda Jiem pun pergi bersama sekretaris Kim dan pengawalnya.


Menuju tempat meeting.


Selesai meeting jam 11.00 siang, tuan muda Jiem dan sekretaris Kim langsung menuju ke bandara.


mereka take off jam 1 siang.


Di kamar, Lin melihat keluar jendela.


Lin tidak tahu kenapa dia bersedih.Harusnya dia senang, Libur panjang mengurus tuan muda Jiem.


Jam 5 pagi jet pribadi tuan muda Jiem landing.


Tuan muda Jiem terbangun dari tidurnya, seperti ada sesuatu yang hilang.


Tuan muda Jiem bergegas keluar dari jet, menuju apartemen miliknya.


Karena hari ini rapat penting bersama Direksi direksi tempat tuan muda Jiem menanam saham.


Tuan muda Jiem turun dari apartemen menuju lobby.


Di lobby sekretaris Kim sudah menunggu tuan muda Jiem.


" Selamat Pagi,, " ucap sekretaris Kim.


Tuan muda Jiem masuk ke dalam mobil, Sekretaris Kim duduk di depan.


Mobil pun meluncur dengan kecepatan sedang.


"Sekretaris Kim, kamu sudah bawa semua berkas penting. Tanya tuan muda Jiem.


Entah mengapa dari kemarin ia pergi seperti seperti gelisah dan ada yang kurang.


Berkas penting di siapkan tuan muda, Jawab sekretaris Kim.


Hening...

__ADS_1


Sekretaris Kim,


I-ya tuan muda, jawab sekretaris Kim.


Kamu punya Nomor telepon istri saya ? Tanya tuan muda Jiem.


Saya tidak simpan nomor telepon nyonya muda, Tuan, Jawab Sekretaris Kim.


Wajah tuan muda Jiem seketika berubah..


Tuan muda Jiem langsung menelepon hotel tempat Lin tinggal. Resepsionis hotel menyambungkan,,tapi tidak di angkat.


Tuan muda Jiem mulai gelisah..m


Lin memang sengaja mencabut kabel telefon,.


Karena Lin tahu, Sekretaris Kim akan menghubunginya,.


Lin tidak mau ketahuan kalau sekarang ia lagi sedih.


Sekretaris Kim, apa ada pemakaian dari kartu yang saya berikan pada Lin? "


" Belum Tuan muda,,.. " jawab sekretaris Kim.


Tuan muda Jiem gelisah, fikiran hanya ke istri yang dia tinggalkan baru sehari di Indonesia.


Rapat pun di mulai..


Sekretaris Kim tolong handle rapatnya.


Saya tidak ada mood hari ini.." ucap tuan muda Jiem sambil membisikan pada sekretaris Kim.


Sekretaris kim mengagukan kepalanya.


Tuan muda Jiem terus menelepon ke hotel, sampe 11 kali. Tetapi tetap tidak di angkat.


Tuan muda Jiem sudah mulai kesal.


Saat rapat bersama direksi, tidak sepatah pun ia bicara..


Tuan muda Jiem hanya bengong saat rapat. Fikirannya hanya pada istri yang ia tinggalkan sendiri di hotel.


" Sial banget ini cewek..berani beraninya tidak mengangkat telefon dari ku " gumam tuan muda Jiem kesal.

__ADS_1



__ADS_2