
Di gedung MXX …
Lin dan sekretaris Michael menelusuri lobby untuk naik ke lantai lima belas di gedung tersebut . Tidak lama kemudian pintu lift yang mereka masuki pun terbuka tiiiing ….
Lin dan sekretaris Michael pun langsung melangkah keluar dari lift , bergegas menuju ruang meeting . Sekretaris Michael membuka pintu , silakan nyonya muda ucap sekretaris Michael . Selamat pagi ucap Lin pada semua yang hadir sambil menundukkan kepalanya . Pagi balas semua direktur sambil tersenyum melihat Lin . Lin dan sekretaris Michael langsung melangkah kebangku yang sudah tertulis nama perusahaan nenek . Ia melabuhkan pantatnya di bangku tersebut di sebelah Lin sekretaris Michael . Tiga menit lagi meeting akan di mulai , semua bangku sudah di tempati kecuali bangku CEO yang akan menanam sahamnya yang cukup besar di perusahaan perusahaan dan akan ada perusahaan yang di ambil oleh CEO tersebut . Ramai yang membicarakan CEO , karena kepintaran mengolah perusahaan perusahaan dan ada sampai yang mau menjodohkan anak mereka dengan CEO tersebut . Lin dan sekretaris Kim hanya terdiam mendengarnya karena tidak mengenal siapa CEO tersebut . Tiba tiba pintu pun terbuka , dua orang memasuki ruangan tersebut , semua orang bangun dan memberi hormat sambil menundukan kepalanya pada yang masuk termasuk Lin serta sekretaris Kim . Saat Lin dan sekretaris Kim duduk di bangku , Lin kaget melihat CEO yang di bicarakan tadi adalah tuan muda Jiem . Dia mengalih pandangan ke arah sekretaris Michael , kenapa kamu tidak ngomong CEO itu tuan muda Jiem bisik Lin pada sekretaris Michael . Saya juga tidak tau nyonya muda kalau itu CEO tuan muda Jiem jawab Sekretaris Michael pada Lin . Lin menjadi serba salah , ia hanya melihat file di atas meja . Tuan muda Jiem melirik ke arah Lin sambil tersenyum ingin sekali ia menyiiumnya di situ juga . Baik kita mulai rapat hari ini ucap sekretaris Kim . Tuan muda memberi kata penyambut , semua orang mendengarkannya seksama apa yang di ucapkan CEO termasuk Lin dan sekretaris Michael . Sampailah di penghujung acara ,ada enam perusahaan yang akan di ambil alih oleh tuan muda Jiem karena saham tuan muda Jiem lebih besar di perusahan tersebut , termasuk perusahaan nenek . Lin melirik ke arah sekretaris Michael , habis kita .. ucap Lin menutup wajahnya dengan tangannya yang putih mulus itu .
Semua direktur yang ada di dalam ruangan tidak mengetahuin jika Lin adalah isteri dari CEO tuan muda Jiem .
__ADS_1
Semua menyerahkan file ke tuan muda Jiem, Lin pun bangun dari duduknya berdiri dan langsug melangkah ke arah tuan muda Jiem . Tuan muda Jiem mengambil file yang di serahkan Lin , mereka benar benar seperti baru mengenali . Tuan muda Jiem menghulurkan tangannya dan langsung di sambut Lin . Semoga kita bisa bekerjasama dengan baik ucap tuan muda Jiem .
Baik tuan muda jawab Lin . Tidak lama kemudian seorang Wanita mendekati tuan muda Jiem sambil memegang Pundak Tuan muda Jien , tuan muda ini file perusahaan saya ucap Wanita tersebut . Lin langsung melangkah ke tempat duduknya . Lin melirik ke Wanita itu, yang terlalu akrab sama tuan muda Jiem . Genit bangaet sich Wanita itu , tuan muda juga layan lagi gumam Lin sambil menundukkan kepalanya . Lin menarik perlahan nafasnya agar menenangkan diri . Kalau kerja setiap hari seperti ini bisa stress gumam Lin lagi . Lin mengarahkan wajahnya mendekati Sekretaris Michael ,.. masih lama kah ? tanya Lin pada sekretaris Michael . Mungkin sebentar lagi ucap sekretaris Michael . Tuan muda Jiem melihat Lin mendekati wajah sekretaris Michael , wajahnya langsung berubah .
Jam sudah menunjukkan pukul 12.00 siang …
Bapak dan ibu , mari ke ballroom di lantai tiga untuk makan siang siang bersama ucap sekretaris Kim pada yang ada di ruang meeting . Semua direktur bangun termasuk Lin dan sekretaris Michael . Direktur Wanita tadi menghampiri tuan muda Jiem , mari kita makan bersama ucap Wanita tersebut . Tuan muda Jiem hanya tersenyum sambil melangkah , ia melewati Lin dengan wajah datar tanpa senyuman . Lin dan sekretaris Michael menundukkan kepalanya . Setelah tuan muda Jiem melangkah lima Langkah, baru Lin dan sekretaris Michael menyusuli melangkah dari belakang tuan muda Jiem untuk turun ke lantai tiga . Tidak lama mereka sampai di depan pintu Lift ,
__ADS_1
Tuan muda Jiem , dua direktur termasuk wanita itu , sekretaris Kim , Lin dan sekretaris Michael pun keluar dari lift . Wanita tersebut masih mengikuti tuan muda Jiem , sekretaris Kim menyapa Lin . "Nyonya muda apa kabar ?" tanya sekretaris Kim . Saya baik baik saja jawab Lin sambil tersenyum . Sekretaris Kim belum tau kalau Lin sudah tinggal lagi di apartemen tuan muda Jiem lagi .
Lin dan sekretaris Michael , mari makan satu meja dengan saya karena ada yang harus saya bicarakan ucap tuan muda Jiem . "Maaf direktur Kartika bisa makan di meja sebelahnya" ucap tuan muda Jiem dengan wajah datar . Direktur Kartika pun langsung melangkah meninggalkan tuan muda Jiem dan Lin .
Silakan duduk ucap tuan muda .
Lin langsung melabuhkan pantatnya di bangku . Tuan muda Jiem memberi kode pada sekretaris Kim meninggalkan meja . Sekretaris Kim mengerti dan mengajak sekretaris Michael . Sekretaris Michael temani saya ke sana ucap Sekretaris Kim . Sekretaris Kim dan sekretaris Michael pun pamit pada tuan muda Jiem . Tuan muda Jiem hanya menganggukkan kepala . Mereka pun melangkah meninggalkan tuan muda Jiem dan Lin berduaan .
__ADS_1
Tuan muda Jiem bersuara , mulai besok ruangan kamu di perusahaan saya . Minta anak buah kamu urus semuanya . Besok saya akan berangkat di Paris sekitar satu minggu , tolong urus perusahaan saya ucap tuan muda Jiem . Lin langsung mengarahkan wajahnya ke arah tuan muda Jiem , mulut Lin seperti ada lem tidak bisa berkata kata sampai bertanya saja tidak bisa . Bola mata tuan muda Jiem dan Lin bertemu mereka saling berpandangan … di kejutkan dengan kehadiran direktur Kartina . Saya boleh iya gabung di sini ucap direktur Kartika sambil melabuhkan pantatnya di bangku . Lin langsung mengalihkan pandangannya . Tidak lama kemudian makanan pun sampai di hidangkan oleh waitress di atas meja . Tuan muda Jiem meraih gelas yang berisi air mineral dan langsung meneguknya sambil melirik ke arah Lin . Silakan makan ucap tuan muda Jiem sambil meletakan gelas di atas meja . Mereka pun makan bersama , Tuan muda Jiem dan direktur Kartika mengobrol mengenai perusahaan sambil makan . Kadang kala tuan muda Jiem melirik ke arah Lin .
Tiba tiba perut Lin sakit setelah makan karena dari pagi Lin belum minum atau makanan sama sekali . Ia langsung berhenti makan dan meraih gelas yang berisi air . Lin mengirim pesan pada sekretaris Michael untuk pulang ke kantor sekarang . Ia memberanikan diri bersuara pada tuan muda Jiem . Maaf tuan muda , saya pamit pulang ke kantor dulu ucap Lin sambil menahan sakit perut . Baik lah … tapi ingat besok ruang kerja kamu , sudah di perusahaan saya ucap tuan muda Jiem . Baik tuan muda jawab Lin sambil menundukkan kepalanya .