
Nenek melangkah menuju kamar sebelah, dengan 2 pengawal pribadinya.
Sekretaris Kim, tolong siapkan makan malam untuk berdua dan di antar ke kamar. Saya malas turun ucap tuan muda Jiem.
Dan kamu bisa istirahat kerna besok pagi pagi kamu harus mengantar nenek di bandara.
Baik tuan,.." Jawab sekretaris Kim.
Tidak lama kemudian, makan malam pun sampai. Mereka menata dengan sebaik mungkin kerna tuan muda Jiem adalah pemilik hotel ini.
Silakan tuan muda, ucap salah satu waitress.
mereka berlima menundukkan kepalanya memberi tanda hormat.
Kalian bisa turun sekarang, tidak perlu menunggu di sini..ucap tuan muda Jiem.
" Baik tuan muda.." ucap mereka.
Di sisi lain, Lin bangun dari tempat duduknya menuju kamar.
Kamu mau pergi mana..? "Tanya tuan muda Jiem.
Saya mau masuk kamar tuan, agar tuan mau makan.
Saya takut, kalau tuan lihat wajah saya. Nafsu makan tuan muda hilang, ucap Lin sambil menundukan kepalanya.
Kamu harus suapin saya.
Ta,,,tapi.. ucap Lin terbata
Tidak ada tapi tapi lagi.." ucap tuan muda Jiem.
Ini orang aneh, tadi siang melihat wajah ku, nafsu makannya hilang... dan Sekarang malah minta di suapi. Ini orang mau saya jadiin es, biar beku benaran seperti es batu, gumam Lin sambil tersenyum
" Jangan meledek saya dalam hati " ucap tuan muda Jiem santai.
Haaa, iy-iyaa, ucap Lin gugup.
bagaimana mungkin dia tahu ? gumam Lin dalam hati lagi,
Tuan muda Jiem sebenarnya melihat Lin di mulutnya sedang lagi mengomel, tetapi tidak bersuara. Langsung tuan muda Jiem membuat kesimpulan kalau Lin sedang membicarakannya dalam hati.
Lin melangkah menuju meja makan.
__ADS_1
Mengambil piring, Menyendok nasi.
Tuan mau makan pakai apa ? tanya Lin.
Apa saja, jawab tuan muda Jiem sambil memainkan HP.
Lin mengambil lauk yang ada di meja
Dan setelah itu menyuapi tuan muda Jiem.
Kamu harus makan juga," ucap tuan muda Jiem sambil matanya melirik ke Lin.
Sekarang giliran kamu makan.
Mereka makan sepiring. Tuan mau tambah nasi.
Tuan muda Jiem menganggukan kepalanya..
Setelah selesai makan, Lin memberi air mineral pada tuan muda Jiem.
Setelah selesai makan mereka ke kamar.
mereka duduk di sofa.
Tanpa terasa Jam sudah menunjukan pukul 11.30 malam.
Tuan muda melirik Lin yang sudah menguap beberapa kali.
Kalau kamu sudah mengantuk.kamu tidur duluan saja ucap tuan muda jiem.
Tuan muda Jiem bangun dari sofa.
Kamu tidur di sini, ambil blanket dalam lemari, ucap tuan muda Jiem.
Baik, tuan. ucap Lin.
Lin menuju kamar mandi untuk menggosok gigi dan membersihkan wajahnya.Dan menuju kamar ganti untuk menukar pakai tidurnya.
Lin kaget saat melihat pakaian tidur yang semua transparan. Lin memakainya kerna Lin terbiasa menggunakan bra saat tidur. Jadi benda kenyal nan putih itu terlihat jelas.
Ohh i-ya..kan tadi tuan muda bilang ada blanket di lemari.
__ADS_1
Lin, membuka lemari paling ujung dan meraih blanketnya. Ia menutupi badannya.
Sebelum keluar, Lin mengambil pakaian tidur tuan muda dan di letakkan di ranjang tuan muda.
Tuan muda Jiem melirik Lin yang lagi berjalan, tetapi blanket sudah membungkus tubuhnya.
Dasar Cewek anehhh..Gumam tuan muda Jiem dalam hati.
Hei, kamu tidak pakai batal..." tanya tuan muda jiem.
Saya pakai batal ini saja, jawab Lin memegang batal yang ada di sofa.
Sekaranh Kamu ambil batal yang ada di ranjang, ucap tuan muda Jiem dengan nada marah.
Baik lahhh, jawab Lin.
Lin pun berdiri. Mengambil batal yang ada di ranjang, tubuhnya masih terbungkus dengan blanket.
Besok bangunkan saya jam 6.30 pagi.
Saya ada meeting jam 8 pagi." ucap tuan muda Jiem memperingati Lin.
Baik tuan..Jawab Lin.
Mungkin karena sudah terlalu mengantuk.
Lin pun tertidur.
Tuan muda Jiem masih mengetik sesuatu di laptop.
Setelah 20 menit kemudian baru selesai, tuan muda Jiem bangun dari sofa menuju kamar mandi.
Setelah selesai menggosok gigi dan mencuci wajah. Tuan muda Jiem melangkah menuju ranjang..
Di raihnya baju tidur yang sudah di siapkan Lin.
Tuan muda Jiem penasaran kenapa Lin membungkus seluruh badannya dengan blanket. karena penasaran Tuan muda Jiem menuju ruang ganti. Ia membuka koper berwarna hijau Dan melihat isi baju tidur buat Lin.
Tuan muda tersenyum.
Ohhh...Karena ini dia membungkus badannya dengan blanket. Gumam tuan muda Jiem.
Tuan muda Jiem melangkah menuju ranjang.
__ADS_1
Hanya beberapa detik ia juga tertidur pulas karena kecapean acara tadi siang.