Terpaksa Menikah Dengan CEO

Terpaksa Menikah Dengan CEO
Terpaksa Nikah Dengan CEO #Lin Ke Kantor Tuan Muda Jiem


__ADS_3

Sebulan setelah kejadian itu, tuan muda Jiem tambah berhati hati dan posesive terhadap istrinya, Kemanapun Lin pergi, pasti ada pengawalan pribadi yang mengikuti.


Mereka sudah beraktivitas seperti biasa,


Jiem dan Lin sibuk mengurus perusahan.


Tuan muda, jam 14.00 nanti ada meeting bersama perusahan global.. " Ucap sekretaris Kim mengingatkan tuan muda Jiem.


Oke,Siap kan berkas nya, Ucap tuan muda Jiem.


Tiba tiba pintu ruangan tuan muda Jiem di ketuk.


Tuk, tuk,..tuk


Tuan muda Jiem dan sekretaris Kimsaling berpandangan, tanda bingung siapakah yang datang ?


Hari ini saya ada janji kah ? Tanya tuan muda pada sekretaris Kim.


Tidak ada tuan muda, jawab sekretaris Kim.


Ya sudah bukakan saja, saya ingin menandatangani berkas dulu " Ucap tuan muda Jiem sambil duduk di kursi kebesarannya. Mengecek berkas dan menandatangani berkas itu.


Sekretaris kim,.membukakan pintu.


Saat pintu terbuka Sekretaris Kim kaget, melihat Lin di depan pintu,,


Nyonya muda, silahkan masuk. Ucap sekretaris Kim


Tuan muda Jiem yang saat itu sedang fokus dan tak mengindahkan siapa yang datang, Ia masih menandatangani berkas.


Lin pun melangkah masuk.


Sekretaris Kim keluar dan Perlahan lahan menutup pintunya.


Tuan muda Jiem masih belum melihat yang ada di depannya, ia masih sibuk dengan berkasnya.


Ehmmm,,. "  Lin memberanikan bersuara.


Tuan muda Jiem,seperti mengenal suaranya.

__ADS_1


ia  memindahkan pandangannya kepada sosok seseorang wanita cantik penuh pesona dan senyuman manis membuat hatinya senang tak karuan.


Dengan wajah senang,


Tuan muda Jiem langsung bangun dari duduknya menuju istrinya.


Tuan muda Jiem terus menatap wajah istrinya.


Hei, kamu tidak senang aku datang,,." tanya Lin pura pura merajuk.


Tuan muda Jiem mengusap lembut wajah Lin yang polos tanpa polesan make up yang berlebihan.


Tentu saja aku senang sekali kamu datang sayang, ucap tuan muda Jiem sambil memeluk istrinya yang sedang memayunkan bibir lima senti.


Hemm baguslahh. kebetulan aku lewat depan kantor mu, aku msmpir sekalian. Apakah aku mengganggu kamu sayang ? Tanya Lin pada tuan muda Jiem.


Tuan muda Jiem hanya mengelengkan kepalanya, tanda Ia tidak keberatan jika Lin ada di kantornya


Dengan cepat Lin mencium pipi tuan muda Jiem.


Tuan muda Jiem tersenyum,melihat inisiatif dari istrinya.


Kita turun ke bawah yuk, ngopi di cafe " ajak Lin pada tuan muda Jiem yang tiba tiba memeluknya.


Lin menganggukan kepalanya sambil tersenyum.


Tuan muda Jiem langsung menarik tangan Lin melangkah menuju kamar di belakang meja ke besarannya.


Sayang, aku kangen. ucap tuan muda Jiem dan langsung memeluk tubuh Lin lagi.


Hei, kamu kenapa? Tanya Lin.


Lin tahu, sudah sebulan ini ia tidak melayani kebutuhan tuan muda Jiem.


Tuan muda Jiem mengelengkan kepalanya, tapi nafasnya menahan sesuatu.


Lin membalikkan tubuhnya..memandang wajah tuan muda Jiem. Dan langsung ******* bibir tuan muda Jiem.


Dengan cepat tuan muda Jiem membalasnya.

__ADS_1


Sepuluh menit kemudian


"Sayang,.sabar i-ya, ucap Lin pada tuan muda Jiem yang sedang membara itu.


Aku sudah tidak bisa menahan lagi sayang, ucap tuan muda Jiem.


Tidak enak melakukannya di sini, nanti ada yang masuk gimana Ucap Lin.


Sebentar,


Tuan muda Jiem meraih HP di jas nya.


Sekretaris kim, larang semua yang ingin bertemu masuk ke ruangan saya. sekitar dua jam ini.


Saya tidak mau di ganggu, Ucap tuan Jiem pada sekretaris Kim.


Baik tuan muda, Jawab sekretaris Kim.


Tuan muda Jiem bangun dari duduknya dan mengunci pintu.


Sekarang sudah tidak ada lagi yang kamu takuti " Ucap tuan muda Jiem pada Lin.


Lin hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya.


Akhirnya tuan muda Jiem melepaskan hasrat satu bulan yang telah lama ia tahan.


Mereka melakukannya,


Tuan muda Jiem langsung memeluk tubuh Lin.


Terima kasih sayang , Ucap tuan muda Jiem.


di jawab anggukan oleh Lin yang kelelahan.


Lima belas menit kemudian


Mandi yuk, ajak Lin pada tuan muda Jiem.


Mereka pun mandi bersama.

__ADS_1


Sayang, sebelum kamu ke kantor. Kita lunch bareng ya, Ucap tuan muda Jiem.


Lin hanya mengangguk kepalanya.


__ADS_2