
Rapat bersama direksi pun selesai, semua langsung bangun dan semua direksi saling berpandangan.
Mereka takut tuan muda Jiem akan menarik semua sahamnya di perusahaan mereka.
Sekretaris Kim melangkah keluar dari rapat untuk mengikuti tuan muda Jiem.
"Siapkan jet pribadi saya. Saya mau berangkat ke Indonesia sekarang. " ucap tuan muda Jiem tak mau di bantah.
Sekarang tuan muda ? tanya sekretaris Kim memastikan bahwa pendengaran nya salah.
Apa Telinga kamu sudah tuli ! ucap tuan muda Jiem dengan nada marah.
Satu lagi, minta pengawal cek di hotel, Apakah istri saya ada di hotel.. " ucap tuan muda Jiem.
Baik tuan muda, jawab sekretaris Kim menundukan kepalanya.
Mereka langsung menuju ke bandara.
Tuan, lusa ada pertemuan dengan Perusahaan jepang.. " Ucap sekretaris Kim.
Mundurkan jadwalnya, Besok sore kita akan balik ke sini. Ucap tuan muda Jiem.
Baik, Jawab sekretaris kim.
Ada apa dengan Tuan dari turun pesawat tadi sampai sekarang ia terlihat gelisah dan maunya marah terus menerus. apakah mood tuan sedang tidak baik ? ucap sekretaris Kim dalam hati.
Setelah menempuh jarak 16 jam perjalanan. Akhirnya pesawat jet pribadi Jiem landing. Semua pengawal sudah bersiap dari tadi untuk menjemput tuan muda Jiem.
Tuan muda Jiem langsung masuk ke Mobil.
Sekretaris Kim naik mobil satunya. Mereka iring irangan ke hotel.
Sesampainya di hotel tuan muda Jiem melewati lobby dengan wajah datar.
Semua yang ada di lobby melihat tuan muda Jiem.
Rasa mengantuk mereka langsung hilang, melihat ke ketampanan tuan muda Jiem.
__ADS_1
Tuan muda Jiem dan sekretaris Kim masuk lif.
TING....
Pintu lif terbuka,
Tuan muda Jiem dan sekretaris Kim melangkah ke kamar.
Baru Sampai di depan pintu.
Sekretaris Kim, kamu bisa beristirahat sekarang.
Besok jam 16.00 kita sudah balik lagi, ucap tuan muda Jiem pada sekretaris Kim.
" Baik tuan muda, jawab sekretaris Kim.
Tuan muda Jiem langsung masuk dan menuju kamar utama.
Pintu pun di buka..
Kamu bisa enak enak kan tidur.. lahh saya kamu buat gelisah sampai mau mati. gumam tuan muda Jiem.
Setelah itu tuan muda Jiem langsung masuk ke kamar mandi untuk mandi.
Selesai mandi tuan muda Jiem keluar hanya menggunakan handuk di pinggang.
Tuan muda Jiem tersenyum. Ia ingin mengerjai Lin.
Sudah berani beraninya tidak mengangkat telefon dan tidur tanpa memikirkan saya. Sekarang kamu akan terima akibatnya..Gumam tuan muda Jiem tersenyum Licik.
Tuan muda Jiem menuju ke sofa. Dis mengakat Lin dengan hati hati dan meletakkan di kasur.
Tuan muda Jiem melepaskan handuk dan melemparkan ke lantai.
Kena kamu...saya kerjain, gumam tuan muda Jiem.
Tuan muda Jiem langsung naik ke ranjang memeluk Lin.
__ADS_1
Tuan muda Jiem menarik blanket menutupi badan mereka.
Tuan muda Jiem menatap wajah Lin dan tanpa sengaja tuan muda Jiem melihat gunung kembar Lin yang padat.
Tuan muda Jiem langsung mencium ****** yang menonjol di gunung kembar Lin. Membuat sedikit tanda dengan bibirnya dan lanjut mencium bibir Lin dengan perlahan. Agar Lin tidak terbangun dari tidur nya.
Tuan muda Jiem langsung memeluk tubuh Lin yang menggunakan Lingerie.
Karena kecapean di perjalanan, tuan muda Jiem pun tertidur.
Lin belum sadar. Kalau ia memeluk tua muda Jiem, sedangkan kepalanya di lengan tuan muda.
Entah apa yang di rencanakan oleh tuan muda Jiem besok...
Jam sudah menunjukan pukul 6.30 pagi.
Mata Lin berat sekali untuk dibuka, Lin mengeratkan pelukannya..Gunung lin bersentuhan dengan dada tuan muda Jiem. Lin mencium badan tuan muda Jiem.
Aroma wangi parfum seperti dia kenal...
Mana mungkin...Tuan muda sudah pulang di negaranya...gumam Lin.
Tuan muda Jiem bangun, dia melihat Lin masih memeluknya.
Lengan tuan muda Jiem kesemutan, karena dari semalam lengannya di jadikan batal untuk lin.
Tuan muda Jiem tersenyum.
Waktunya tuan muda Jiem mengerjain Lin.
Tuan muda Jiem memiringkan badannya dan kakinya di angkat di paha Lin yang mulus.
karena ada yang menindihnya, Lin langsung terbangun dari tidurnya.
Lin membuka matanya, saat Lin ingin menjerit.
Mulut Lin langsung di bungkam oleh ciuman.
__ADS_1