Terpaksa Menikah Dengan CEO

Terpaksa Menikah Dengan CEO
Terpaksa Menikah Dengan CEO #Minum Kopi Di luar


__ADS_3

Hari ini mereka benar benar tidak keluar dari aparteme. Mereka menghabiskan waktu berdua.


Asisten rumah tangga juga di liburkan tuan muda Jiem.


Jam sudah menunjukan pukul 21.40 malam.


Sayang Ayoo kita keluar minum kopi di Cafe. Sambil cari angin di sana, ajak tuan muda Jiem pada Lin.


" Boleh " Jawab Lin.


" Aku siap siap dulu i-ya sayang " Ucap Lin


" Paket jaket sayang, di luar udara dingin sekalian ambilkan Jaket aku juga ya " Ucap tuan muda Jiem.


Lin bergegas ke kamar.


Mengganti baju yang ada kerahnya agar lehernya tidak kelihatan. Setelah selesai, memoles tipis wajah dengan makeup.


Lin ke ruang baju mengambil jaket tuan muda Jiem dan dia, udara di luar memang cukup dingin.


Lin keluar ke ruang tamu dan duduk di sofa, menunggu tuan muda Jiem sedang menelpon seseorang.


Tuan muda Jiem menatap Lin yang duduk di sofa,,


Setelah tuan muda Jiem selesai menelpon.


Kamu mau menggodaku yaa, kalau begitu kita ke kamar lagi saja yuk. Ucap tuan muda Jiem sambil tersenyum jahil.


Gak mau, ayoo cepat pakai jaketmu sayang, ucap Lin kesal dengan wajah memerah.


Hahaha, kamu mikirin apa hayoo kenapa wajahmu memerah ?


Enggak ada apa apa, ayoo. Ucap Lin setelah memakaikan jaket tuan muda jiem.


Setelah memakai kan jaket tuan muda Jiem. Lin mencium wajah tuan muda Jiem.


Ayo sayang, Ucap Lin.


Iyaa kamu nih bawel, tidak sabaran banget sich ucap tuan muda Jiem sambil menarik hidung Lin.

__ADS_1


Hehehe, jarang jarang bisa ke cafe sama kamu


Ya udah ayoo, ucap Lin lagi.


Mereka melangkah masuk ke dalam lif.


Tuan muda Jiem memegang tangan Lin dengan erat.


Ting,


Pintu lif pun terbuka..


Mereka melangkah keluar lif menuju Lobby.


Semua Staff yang ada di lobby melihat tuan muda Jiem keluar bersama wanita yang serasi dengannya.


wanita itu cantik dan tuan muda ganteng, cocok banget..ucap salah satu staf


Ia yang bersama tuan muda itu Siapa i-ya. Tanya salah satu staf.


Baru kali ini tuan muda membawa wanita ke apartemennya. Pegang tangan segala pula, Jawab staf di loby.


Di mobil sudah ada sekretaris Kim yang menunggu tuan muda Jiem dan Lin.


Kita mau Kemana tuan muda? " tanya sekretaris kim


Ke Cafe f**** Jawab tuan muda Jiem singkat.


jawaban macam apa itu, ucap sekretaris Kim dalam hati


Siap tuan muda " jawab sekretaris kim


Mobil pun meluncur ke tempat tujuan dengan kecepatan sedang.


Dua puluh  menit kemudian. Mereka pun sampai di Cafe.


Tuan muda Jiem, Lin dan Sekretaris Kim pun turun berjalan ke cafe.


Semua yang ada di Cafe memandang tuan muda Jiem dengan tatapan terpana.Terutama lawan jenis.

__ADS_1


Mereka di antar waitress, menuju meja yang telah di booking sekretaris Kim saat di perjalanan tadi.


Pemandangannya ke arah danau.


Ternyata di sina juga ada teman tuan muda Jiem saat kuliah dulu.


Mereka menyampa tuan muda Jiem.


Hey bro, masih ingat sama kami. Tanya salah satu dari mereka.


Mereka saling berjabat tangan.


Mari gabung dengan kami di sini, ucap tuan muda Jiem basa basi.


Boleh, kita juga sudah lama tidak ngobrol, Ucap salah satu dari mereka.


Kenalkan ini Lin dan itu sekretaris ku Kim " Ucap tuan muda Jiem memperkenalkan.


Kopi yang telah mereka pesan pun sampai.


Mereka mengobrol banyak hal. Lin hanya tersenyum. Dan memberanikan memegang jari tuan muda Jiem.


Tuan muda Jiem tidak menolak. Hanya membiarkan.



Setelah beberapa menit. Lin pun melepaskan pegangan dari jari tuan Jiem.


Tapi tuan muda Jiem langsung memegang tangan Lin dengan erat.


Bagaimana kalau kita ke Vila ku ?


kita Minum minum. Ajak Salah satu teman tuan muda Jiem


Maaf, saya lain kali saja.


Besok pagi pagi sekali, saya harus berangkat ke kantor. Ucap tuan muda Jiem.


Sebenarnya tuan muda Jiem tidak terlalu senang, Minum, apalagi sampai mabuk.

__ADS_1


Dan tuan muda Jiem tidak akan mau ke tempat yang belum pernah ia datangin Karena akan membahayakan untuk dirinya.


Makanya Lin belum ia perkenalkan pada teman yang tidak begitu akrab apalagi mereka sudah lama tidak bertemu. Tuan muda Jiem khawatir akan membahayakan keselamatan diri Lin.


__ADS_2