
Sekretaris Kim memesan makanan lewat online.
Mereka bertiga makan siang bersama di ruang tuan muda.
Lin menyuapi tuan muda seperti biasanya.
Setelah selesai makan.
Sekretaris Kim bergegas keluar kerna 15 menit lagi rapat nya akan di mulai.
Ayo, tuan muda menarik tangan Lin.
Lin pun bangun dan mengikuti tuan muda.
Tuan muda membuka pintu yang ada di belakang meja kebesarannya.
Sebuah kamar yang lumayan besar.
Kamu istirahat di sini saja i-ya, kata tuan muda pada Lin.
Tuan muda ke meja rias, menyisir rambutnya.
Sayang, saya berangkat dulu ya kata tuan muda.
dan langsung mencium bibir Lin.
Sayang, boleh saya mencium pipi mu kata Lin.
Tuan muda tersenyum.
Sini, ia menunjukkan pahanya, agar lin duduk di pangkuan pahanya.
Lin pun duduk di pangkuan paha tuan muda.
Tuan muda memeluk tubuh Lin.
Apa yang ingin kamu inginkan akan saya kabulkan semuanya asalkan jangan meminta saya meninggal kamu, kata tuan muda sambil mencium pipi Lin.
Saya ingin sekali mencium pipimu dan mencubit hidungmu, kata lin
Lin langsung mencium pipi tuan muda.
Tiba tiba pintu di ketuk..
Tuk,,.tuk,,.tuk..
Masuk kata tuan muda..
Sekretaris Kim menundukkan kepalanya..
__ADS_1
kerna melihat tuan muda dan Lin sedang berpeluk.
Tuan muda, 3 menit lagi rapat akan di mulai kata sekretaris Kim.
Baik, kamu keluar dulu. Sebentar lagi saya keluar kata tuan muda.
Sekretaris Kim pun keluar dari ruang tersebut.
Sayang, aku berangkat rapat dulu i-ya. kata tuan muda pada lin.
I-ya sayang, jawab Lin.
Tuan muda bangun dan meraih remot tv.
ini remot tv nya sayang.
Menyerahkan remotnya pada Lin.
kalau mau apa apa telefon, pencet nomber 3 ya sayang.
Ok,,.sudah sana rapat, nanti terlambat.
Tuan muda pun keluar dari kamar menuju ruang rapat.
Sekretaris kim sejak tadi sudah menunggu tuan muda di luar.
Tiba tiba Lin pengin makan buah buahan potong.
ia pun mengirim pesan Whatsapp pada tuan muda.
"Sayang,..
aku keluar sebentar, mau beli buah potong."
"Kirim"
Lin pun keluar dari ruangan tersebut.
Melangkah menuju lif khusus pegawai kantor.
Ting,,.
pintu lif pun terbuka.
Staf yang ada di dalam lif melirik pada Lin.
Dia pacar tuan muda kah ? tanya staf itu pada sesama staf sambil berbisik.
Lin mendengarnya dan melirik mereka sambil tersenyum.
__ADS_1
Staf yang ada di lif hanya menundukkan kepalanya.
Mereka takut kalau kalau Lin mengadukan pada tuan muda.
Bisa bisa mereka di pecat hari ini juga kerna membicarakan tuan muda.
Ting,..
Pintu lif pun terbuka..
Lin melewati lobby semua staf memandangnya.
ia berjalan seperti tidak ada orang memerhatikan dia karena ia agak terganggu,bsemua yang ia lewati memandangnya.
Lin berhenti di tengah tengah lobby kerna ada telefon masuk.
Staf yang ada di lobby semua memandangi dan saling berbisik.
Staf satu lif dengan Lin langsung menuju resepsionis.
Hei kamu lihat itu, itu kan perempuan bersama tuan muda.
aku lihat lehernya penuh tanda kecupan, gila.
Murahan banget ya tuh perempuan..
Dia Sudah beri apa ke tuan muda, sampai sampai tuan muda mau sama dia.
Lin mendengarnya hanya menundukkan kepalanya.
Mungkin beberapa minggu ini ia agak sensitif.
Hal begitu saja ia sudah mahu menangis.
Lin buru buru keluar dari lobby, pengawal pribadi tuan muda melihatnya dan menghampirinya.
Nyonya muda mahu kemana ?
kenapa nyonya menangis,,.tanya pengawal pribadi tuan muda.
Saya mau ke sana sebentar..jawab lin.
Nyonya muda, biar saya belikan, kalau nyonya muda ingin sesuatu..kata pengawal.
Tidak usah, tadi saya sudah minta izin pada tuan muda kata lin.
Lin pun melangkah dan berjalan di trotoar perjalan kaki.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1