Terpaksa Menikah Dengan CEO

Terpaksa Menikah Dengan CEO
Terpaksa Menikah Dengan CEO #Menginap Di rumah Nyonya Besar


__ADS_3

Nenek menyambut kedatangan Cucunya Dengan bahagianya.


Kamu tambah cantik saja cucuku " ucap nenek sambil mengusap wajah Lin.


Apa yang di lakukan es batu pada lehermu, sambil menujukkan tepat di tanda merah ke biruan. Nenek tersenyum melirik tuan muda Jiem.


Wajah Lin berubah malu dan memegang lehernya..


Ada apa dengan leherku....gumam Lin.


Kalian sudah makan ?


Belum nek... " Ucap tuan muda Jiem


Pelayan, Buruan siapkan makanan buat mereka. Perintah nenek kepada pembantunya semua.


Ayo, istirahat dulu di kamar. Nanti makanannya akan di bawa ke kamar.


Kasian istrimu, pasti sudah capek.


Tolong bawakan tuan muda dan nyonya muda ke kamarnya.


Nek,..Lin ke kamar dulu i-ya.


Nenek mengangguk kepalanya dan mencium pipi Lin.


Tuan silakan, Saya anter ke kamar, ucap pengawal.


Tuan muda Jiem dan Lin pun melangkah anak tangga menuju lantai 2.


Mereka masuk Ke Kamar tuan muda.



Silakan masuk nyonya muda, ucap pelayan itu.


Sebentar lagi makanannya akan kami anter ke kamar.


Terima kasih, Ucap Lin.


Saya mau mandi, Ucap tuan muda Jiem.

__ADS_1


Sebentar ,saya siapkan air hangatnya, ucap Lin langsung melangkah kamar mandi.


Lin melihat ke cermin yang berada di kamar mandi.


Penasaran apa yang ada di Lehernya, Ia kaget melihat lehernya ada tanda merah ke biru.


Ini pasti ulah dia..gumam Lin.


Tiba tiba tuan muda Jiem masuk menggunakan handuk.


Lin langsung buru buru keluar kamar mandi. Untuk Menyiapkan baju tidur buat tuan muda Jiem.


15 menit kemudian tuan muda Jiem keluar.


Tolong keringkan rambutku dengan handuk ini. Ucap tuan muda Jiem sambil duduk di ranjang.


Lin meraih handuk kecil di tangan tuan muda Jiem.


Dan naik ke atas kasur untuk mengeringkan rambut Jiem.


Setelah Lin rasa sudah kering, Lin mengambil ****** ***** yang ia sudah siapkan bersama baju tidur tuan muda Jiem.


ayo tuan berdiri.


Saat tuan muda Jiem melepas kan handuknya, Lin langsung menutup mata dan memakaikan ****** ***** tuan muda..


Tuan,,,.kamu tidak tahu malu kah ? Ucap Lin sambil matanya tertutup.


Apa yang harus saya malukan, kamu istriku " jawab tuan muda Jiem dengan santainya.


Setelah itu lin memakaikan tuan muda Jiem baju tidur.


Lin benar benar sedang mengurus bayi besar.


Setelah selesai, Lin masuk ke kamar mandi untuk mandi.


Selesai mandi ia melihat tuan mud Jiem sedang mengerjakan sesuatu di Laptop nya.


Lin meraih koper, Tiba tiba pintu kamar di ketuk.


Tuk,,tuk..Tuk

__ADS_1


Lin yang masih menggunakan Kimondo,..membukakan pintu.


"LNyonya, ini makan malamnya.. "


Silakan masuk.. Ucap Lin.


Mereka meletakkan makan malam di atas meja.


Silakan makan tuan muda dan nyonya muda.


Terima kasih, ucap Lin.


Setelah mereka keluar..


Lain kali kamu tidak perlu berterima kasih pada mereka. Mereka saya kerjakan di sini, memang itu pekerjaan mereka.." Ucap tuan muda Jiem dengan nada marah.


Lin hanya terdiam menundukkan kepalanya.


Lin ke arah meja rias untuk menyisir rambutnya.


Baru mau meraih koper.


Buruan makan, saya sudah lapar sekali, Ucap tuan muda Jiem.


Lin tidak jadi meraih koper, ia langsung melangkah menuju tuan muda.


Hari ini mereka makan steak. Lin meraih 1 piring steak, Lin memotong dagingnya dan menyuapkan ke mulut tuan Jiem.


Seperti biasa mereka bergantian makan. Besok bangunkan saya jam 6 pagi. Saya ada meeting penting. Baik tuan muda, Jawab Lin.


Tuan muda Jiem berlalu menuju kamar mandi untuk menggosok gigi.


Saya tidur dulu i-ya.. " Ucap tuan muda Jiem.


Lin mengangguk kepalanya.


Lin membuka koper dan mengambil baju lingerie.


Setelah mengenakan lingerie, Lin meraih kimono dan memakainya agar tidak kelihatan lagi tubuhnya. Lin menutup setengah lampu di kamar itu. Lin berjalan ke arah kasur ingin mengambil batal.


Kamu tidur di sini saja, jangan di sofa. Jika Nanti nenek melihat kamu tidur di sofa. Nenek akan marah besar, Ucap tuan muda Jiem.

__ADS_1


__ADS_2