Terpaksa Menikah Dengan CEO

Terpaksa Menikah Dengan CEO
Tuan Muda Dipindahkan Keruangan VVIP


__ADS_3

Yang di tunggu tunggu Lin pun tiba, Tuan muda Jiem sedang di siapkan oleh tim dokter dan perawat untuk di pindahkan dari ruangan ICU ke ruangan VVIP . Sekarang kesehatan tuan muda Jiem sudah mulai stabil, hanya saja tinggal menunggu tuan muda Jiem sadar. Semua Pengawal Pribadi sudah bersiap menunggu tuan muda Jiem keluar dari ruangan ICU .Di lantai tujuh terutama ruang VVIP tempat tuan muda Jiem akan di rawat , ruangnya sudah di sterilkan dan penjagaan juga sudah di jaga ketat oleh pengawal pribadi tuan muda Jiem .


Ranjang yang membawa tuan muda Jiem sudah di dorong oleh dua perawat untuk di keluarkan dari ruang ICU ke ruangan VVIP di lantai tujuh . Pintu ICU pun di buka oleh perawat , akhirnya tuan muda Jiem pun keluar dari ruangan ICU . Lin melihat Kembali wajah tuan muda Jiem , Jiwa dan raga Lin seperti Kembali lagi . Raut wajah Lin dan nyonya besar terukir sebuah ke gembiraan pada wajah mereka yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata kata . Ranjang yang membawa tuan muda pun Jiem pun Sampai di pintu Lift . Nyonya besar dan yang lain melangkah masuk di lift di sebelahnya . Nyonya besar mengajak Lin masuk bersamanya di lift sebelah . Tetapi Lin menolaknya karena ia ingin bersama tuan muda Jiem .


Di dalam lift ,.. Lin terus memegang tangan tuan muda dan menyiium pipi tuan muda Jiem , ia seperti menemukan jiwa dan raga nya semula . Perawat melirik ke arah Lin yang sedang menyiiuum tuan muda Jiem , mereka saling tersenyum . Ya tuhan ,,… Tuan muda Jiem ganteng bangeeettt gumam salah satu perawat dalam hati .


Tidak lama kemudian , pintu lift yang di masuki tuan muda Jiem dan Lin pun terbuka .

__ADS_1


Tiing ,…


Perawat langsung mendorong ranjang yang di tiduri tuan muda Jiem keluar dari dalam Lift . Pengawal pribadi tuan muda Jiem sudah menunggu dari tadi di depan pintu lift ,langsung membantu mendorong ranjang yang di tidurin tuan muda Jiem ke ruangan VVIP . Di lantai tujuh hanya di khusus kan untuk tuan muda Jiem , setiap sudut dan pintu akan ada penjagaan ketat , jadi tidak sebarengan orang bisa naik ke lantai tujuh .


Lin terus mengikuti tuan muda Jiem masuk ke ruangan VVIP . Lin menghampirin pengawal pribadi tuan muda Jiem . "Pengawal , Apakah ruangan ini sudah aman ? " tanya Lin pada pengawal pribadi tuan muda Jiem . Sudah nyonya muda , kata pengawal pribadi tuan muda Jiem pada Lin .


Tadi Lin dan sekretaris kim menemui tim dokter tanpa sepengetahuan nyonya besar , Tuan muda Jiem tidak sadar diri sampai sekarang bukan karena benturan di kepalanya tetapi pengaruh obat tidur dengan doses tinggi . Dokter bilang sepertinya ada yang sengaja memberikan obat tidur dengan doses tinggi pada tuan muda Jiem dan tuan muda kurang oksigen besar kemungkinan karena ruangan yang minim oksigen .

__ADS_1


Lin dan Sekretaris Kim sengaja belum memberitahukan pada nyonya besar, agar nyonya besar tidak kaget mendengar ada orang mengambil kesempatan untuk membunuh tuan muda Jiem karena kondisi nyonya besar sekarang lagi kurang sehat , setelah mengetahui tuan muda kecelakaan . Lin dan sekretaris Kim berencana memberitahu nyonya besar setelah nyonya besar dan tuan muda sehat kembali .


Di ruang VVIP ,,.


"Sudah satu jam nenek menunggu tuan muda sadar , tapi tuan muda Jiem belum juga sadar ." Nyonya besar sempat marah marah pada perawat yang masuk mengecek kondisi tuan muda .. Perawat ,.. "Mengapa tuan muda belum sadar juga ? " tanya nenek pada perawat dengan nada tinggi . Sebentar nyonya besar, saya tanyakan pada tim dokter dulu i-ya … Mengapa tuan muda belum sadar juga dan kalau begitu kami pamit dulu nyonya besar dan nyonya muda, kata salah satu dari perawat itu sambil membungkukkan badannya . Perawat pun berlalu meninggalkan ruangan VVIP tuan muda Jiem .


Lin menghampirin nyonya besar ,.. Nenek , apa kata nenek pulang dulu istirahat di rumah . Biar Lin dan sekretaris kim di rumah sakit menunggu tuan muda Jiem . Sekarang tuan muda Jiem juga sudah stabil hanya saja menunggu tuan muda Jiem sadar saja nenek . Nanti kalau tuan muda sudah sadar , Lin akan beritahu nenek ."Nyonya besar menatap Lin ,,. Baiklah kalau begitu nenek pulang dulu , tapi kalau ada apa apa cepat cepat hubungi nenek " kata nyonya besar pada Lin . Baik nek jawab Lin .

__ADS_1


Nyonya besar melangkah menghampiri tuan muda , ia langsung menyiuum pipi tuan muda . "Heei es batu kau jangan lama lama tidurnya , sekarang bukalah matamu dan lihat siapa yang sudah Kembali " kata nenek sambil menetiskan airmatanya . Nenek Kembali ke arah Lin yang sedang berdiri tidak jauh dari ranjang . "Lin nenek titip es batu pada kamu , tolong jaga es batu seperti mana kamu menjaga diri kamu" kata nenek sambil menetiskan kembali airmatanya . Nenek , Lin akan menjaga tuan muda .. nenek jangan risau jawab Lin sambil memeluk nyonya besar . Perlahan lahan nenek melepaskan pelukan dari Lin . Nenek pulang dulu i-ya kata nyonya besar pada Lin . Sebentar nenek ,..Lin memanggil Sekretaris Michael . "Sekretaris Michael tolong temani nenek pulang ke rumah " kata Lin pada Sekretaris Michael . Baik nyonya muda jawab Michael . Nenek , sekretaris Michael temani nenek i-ya kata Lin pada Nyonya besar . Baiklah ,..kata nyonya besar . Nenek , sekretaris Michael dan pengawal pribadi nyonya besar pun melangkah meninggalkan ruangan VVIP di mana tuan besar di rawat .


Lin langsung melangkah ke arah ranjang tuan muda Jiem yang tertidur dari tadi dan melabuhkan pantatnya di pinggir tuan muda . Lin terus menatapin wajah tuan muda Jiem .Tangannya terus mengusap helaian rambut tuan muda Jiem . Sayang bangun dong , Kamu tidak merindukan aku kah ? kata Lin terus menatap tuan muda . Lin membungkuk sedikit wajahnya ke tuan muda dan langsung menyiium bibiir tuan muda Jiem , Sekarang biibiir Lin dan tuan muda saling menempel . Setelah itu Lin mengarahkan biibiirr nya ke kuping tuan muda sambil membisikkan …. Aku merindukan dirimu sayang , Apakah kamu tidak ingin melahapku ? bisik Lin pada tuan muda Jiem . Bibir nya langsung menyiuum pipi tuan muda Jiem .


__ADS_2