Terpaksa Menikah Dengan CEO

Terpaksa Menikah Dengan CEO
Diruang Rawat


__ADS_3

Setelah selesai mencuci wajah nya , Lin langsung melangkah keluar dari kamar mandi . ia tersenyum melihat tuan muda Jiem masih bisa tersenyum Bersama nenek nya . "Terima kasih tuhan " gumam Lin . Lin melanjutkan langkahnya menghampirin tuan muda Jiem dan nenek . Kamu makan i-ya kata Lin pada tuan muda Jiem . Tuan muda Jiem mengangguk kepala tanda setuju . Lin langsung melangkah untuk menemui sekretaris Kim , "kamu mau ke mana ? " tanya tuan muda Jiem . Langkah Lin seketika terhenti dan memalingkan tubuhnya ke arah tuan muda Jiem . Saya mau panggil sekretaris Kim kata Lin pada tuan muda Jiem . Tuan muda menggelengkan kepalanya , kode tidak mengizinkan . Lin melangkah Kembali dan langsung duduk di samping tuan muda Jiem ,. Lin meraih telefon genggamnya yang berada di meja samping ranjang tuan muda dan langsung menelefon sekretaris kim untuk masuk ke ruangan . Sekretaris Kim tolong masuk ke dalam kata Lin . Bola mata Tuan muda Jiem melirik ke arah Lin .


Tidak lama sekretaris Kim pun masuk ,,. Sekretaris kim tolong siapkan makanan buat tuan muda dan buat semua yang berjaga hari ini kata Lin . Baiklah nyonya muda jawab sekretaris Kim . Lin bangun dari duduknya dan menghampiri sekretaris Kim dan membisikkan Jika untuk makan tuan muda tolong di awasi i-ya , takut masih ada yang mau menjahati tuan muda kata Lin sambil membisikkan pada sekretaris Kim . Tuan muda Jiem melihat isterinya Lin … wajahnya langsung berubah , ia tidak suka Lin mendekati laki laki lain selain dirinya . Nenek saat itu sedang membaca email yang masuk di telefon genggamnya . "Nenek mau makan apa ? " tanya Lin pada nenek . Nenek tidak mau , sebentar lagi nenek mau pulang karena jam lima sore nenek ada undangan kata nenek pada Lin .


Lin melangkah lagi untuk duduk di samping tuan muda Jiem . Lin mengusap rambut tuan muda Jiem , kamu kenapa sayang bisik Lin . Tuan muda Jiem hanya diam tidak menjawab apa apa .

__ADS_1


Es batu nenek pulang dulu i-ya kata nenek pada tuan muda Jiem . Lin nenek tidak bisa lama lama di rumah sakit karena hari ini ada undangan dan besok pagi pagi nenek harus terbang ke Singapore ,,. Nenek nitip Es batu sama kamu i-ya kata nenek pada Lin . I-ya nek , nenek jangan risau . Lin akan jaga dia sama seperti Lin menjaga nyawa Lin kata Lin sambil melirik ke arah Tuan muda . Baiklah kalau begitu nenek jadi tenang berangkatnya kata nenek . Tidak lama kemudian nenek pun bangun dari duduknya dan berdiri ,… Makan yang banyak biar cepat sembuh dan buat sekarang jangan terima tamu , istirahat total dulu kata nenek pada tuan muda Jiem . Tuan muda hanya menganggukkan kepalanya tanpa ada kata sepatah apapun . Nenek pun melangkah keluar dan di susuli pengawal pribadi nenek dan pintu pun tertutup .


Lin menghampirin Tuan muda Jiem setelah menganter nenek di depan pintu ..,,Dan duduk di pinggir tuan muda sambil membungkuk sedikit badannya . Lin menatap tuan muda Jiem Sambil mengusap rambut tuan . Sayang mau makan buah ? tanya Lin pada tuan muda Jiem . Tuan muda hanya memandang Lin tanpa menjawab apa apa . " Kamu kenapa ? " tanya Lin pada Tuan muda Jiem . Tetap tidak menjawab . Ya sudah kalau tidak mau saya di sini saya pergi , nanti saya minta sekretaris Kim menghubungi Veronika datang ke sini . Lin langsung berdiri tetapi langsung di raih tangan Lin . Tuan muda menatap Lin ,… Tiba tiba pintu ada yang mengetuk dari luar , Lin langsung melepaskan tangan tuan muda Jiem ia berlari ke kamar mandi .


Sekretaris Kim bersama pelayan masuk membawa makanan ke kamar , setelah selesai menata makanannya Sekretaris Kim pamit untuk keluar kembali . Tuan muda Jiem memberi kode pada sekretaris Kim untuk menghampirin nya .. Sekretaris Kim setelah kalian keluar , tolong tidak ada yang menganggu saya lagi dan larang semua yang mau masuk ke ruangan ini . Saya mau istirahat kata tuan muda Jiem pada sekretaris Kim . Baik tuan muda jawab sekretaris Kim . Saya pamit keluar dulu tuan muda kata sekretaris Kim . Sekretaris Kim pun berlalu melangkah keluar dari ruangan .

__ADS_1


sayang ,,. Keluarlah sayang . Kamu tega meninggalkan aku sendiri di ruangan ini kata tuan muda . Lin pun melangkah keluar dan diam tanpa bersuara . Ia mencoba meraih telefon genggam di pinggir ranjang tuan muda . Tapi tangan tuan muda jiem jauh lebih cepat , Ia langsung meraih tangan Lin . Lepaskan saya , saya mau pergi saja . Saya tau kamu tidak mau saya ada di sini kata Lin sambil menetiskan air matanya . Tidak ,.. saya mau kamu di sini . Tuan muda langsung menarik tubuh Lin ,,. tiba tiba infusan tuan muda Jiem langsung copot . Lin kaget karena banyak darah yang keluar dari jarum infusan . Lin berlari keluar, sekretaris Kim tolong panggilkan suster , Infusan tuan muda Jiem copot kata Lin pada sekretaris Kim .


Tidak pakai lama … perawat bergegas ke ruangan tuan muda . Darah tuan muda mengucur di jarum infusan , suster langsung mencabutnya dan memberi hansaplast agar darah tidak keluar lagi . Tuan muda infusannya kami copot dulu i-ya .. beberapa jam lagi akan kami pasang lagi . Izin kami tukar spreinya i-ya tuan muda . Saat Tuan muda mau bangun dari ranjang , Lin langsung melangkah menghampiri tuan muda . Mau ke mana ? tanya Lin pada tuan muda Jiem . Saya mau duduk di sofa kata tuan muda Jiem sambil melirik ke arah Lin . Alhamdulillah kaki suami ku tidak kenapa kenapa hanya satu tangannya saja yang patah … mukjizat dari tuhan gumam Lin dalam hati .


Lin menurunkan tubuh tuan muda Jiem dengan hati hati di sofa , saat Lin mau berdiri lagi tangan tuan muda menarik perlahan meminta Lin duduk di atas pangkuannya . Lin menggelengkan kepalanya , karena tidak enak di lihat suster . Saya ambilkan makan i-ya kata Lin . Tuan muda Jiem menggelengkan kepalanya dan terus menatap Lin . Tidak lama kemudian perawat izin untuk pamit keluar . Terima kasih suster kata Lin pada perawat . Perawat pun melangkah keluar dari ruangan . Setelah pintu di tutup , Tangan Lin langsung di tarik . Lin ter jatuh di pangkuan Tuan muda Jiem . Tuan muda Jiem langsung memeluk Lin dengan satu tangannya . Sayang jangan bicara seperti tadi ucap tuan muda Jiem . Lin melepaskan pelukkannya , dan menatap tuan muda Jiem . Tapi kamu tidak mau aku di sini kan , makanya kamu tidak mau bicara samaku ucap Lin mengeluarkan butir butiran halus membasahi wajahnya .

__ADS_1


Maafin aku … Aku mohon jangan menangis lagi ucap tuan muda Jiem langsung memeluk tubuh Lin dengan sangat erat . Saya mau ambil tisu dulu Lin mencoba berdiri dari pangkuan tuan muda . Tuan muda langsung menarik Lin tetap berada di pangkuannya . Lin menatap wajah tuan muda , kamu kenapa sayang ? saya hanya mau mengambil tisu saja . Tuan muda menggelengkan kepalanya dan terus menatap isterinya Lin . Perlahan lahan wajahnya mendekati biibir Lin , Aku boleh kah ? bisik tuan muda Jiem terus menatap Lin . Lin Kaget ,,. Sayang ,.. ini rumah sakit kata Lin pada tuan muda Jiem . Tuan muda Jiem mengelus ngelus wajahnya di gunung kembar , biibiirr tuan muda Jiem mulai menjalar keleher Lin , sebelah tangan tuan muda Jiem sudah mengusap usap guuunung padat milik Lin . Sayang jangan , ucap Lin terbata bata meniikkmati permain dari tuan muda Jiem . Baru mau membuka kancing baju isterinya ,,.. tiba tiba pintu lagi lagi di ketuk dari luar . Lin langsung bangun dari pangkuan Tuan muda Jiem dan bergegas ke kamar . Tuan muda Jiem benar benar marah telah menganggu mereka . Saat sekretaris Kim mau masuk , tuan muda Jiem langsung bersuara , " saya dari tadi sudah bilang jangan ganggu saya " kata tuan muda dengan nada tinggi dan marah . Maaf tuan muda , tapi perawat mau memasang infusan di tangan tuan muda kata sekretaris Kim . Nanti saja , saya mau istirahat kata tuan muda dengan nada marah . Baik tuan muda jawab sekretaris kim . Sekretaris kim pun langsung menutup pintunya Kembali .


__ADS_2