Terpaksa Menikah Dengan CEO

Terpaksa Menikah Dengan CEO
Terpaksa Menikah Dengan CEO #Mengurus Anak Kecil


__ADS_3

15 menit setelah Tuan muda Jiem keluar kamar mandi . Lin pun selesai berendam di bathtub , tubuh Lin sudah mulai enakkan setelah berendam dengan air hangat . Lin pun keluar dari bathtub dan melangkah ketempat handuk di simpan. Ia raih kimono dan langsung di pakainya . Ia ambil lagi handuk sedang untuk mengelap rambutnya sambil melangkah keluar dari kamar mandi .


Dan di hampiri paper bag yang ada di meja rias , ia raih paper bag tersebut dan di lihat nya isi dalam paper bag . Suami ku bisa saja , gumam Lin sambil tersenyum . Lin mengambil dalaman dan baju yang ada di paper bag tersebut . Tiba tiba salep yang ada di paper bag jatuh ke lantai berbarengan Lin mengambil baju. Lin menunduk badannya untuk mengambil salep yang ter jatuh ke Lantai tadi . Salep apa ini? tanya Lin dalam hati . Lin membaca seksama brosur keterangan yang ada di dalam kotak, Lin tersenyum setelah selesai membacanya . Ia langsung duduk di kasur dan menggunakan salep pada area yang sakit tadi . Setelah selesai Lin langsung mengenakan pakaian yang di belikan Tuan Muda Jiem pada nya.


Tiba tiba Tuan muda Jiem masuk , masih menggunakan handuk . Lin kaget Tuan muda belum mengenakan pakaian hanya handuk terlilit di pinggangnya.


"Kamu tega dengan saya," ucap tuan muda Jiem sambil membuat wajah imut. Mengundang gelak tawa dari Lin.


" Hahahaaha "

__ADS_1


Kamu kok ketawa sih, saya ini lagi di ambang hidup dan mati. Ruang baju nya di mana ? Tanya Lin pada tuan muda Jiem. Di situ, tuan muda Jiem menunjukan dengan jarinya.


Permisi dulu sayang, saya ambilkan bajunya. " Lin bangun dan melangkah perlahan lahan ruang baju.


Kaos saja ya sayang, saya hari ini tidak ke kantor , ucap tuan muda Jiem pada Lin. " I-ya,,.sayang," jawab Lin.


Lin memakaikan celana boxer, baju dan celana. Lin Benar benar seperti lagi mengurus anak kecil . Setelah selesai mengurus anak kecil.


Saya turun kebawah dulu i-ya.. " ucap tuan muda Jiem.

__ADS_1


Lin menganggukkan kepalanya. Tuan muda Jiem pun keluar dari kamar. Lin bangun dari kasur, Ia langsung ke meja rias untuk menyisir rambutnya.


Sebelum beranjak keluar. Lin tanpa sengaja melihat di kasur banyak bercak berwarna merah . Spreinya sudah kotor, kalau di lihat tuan muda Jiem, malu..Gumam Lin. Lin pun langsung melepaskan spreinya untuk di ganti dengan sprei bersih. Karena tidak tahu letak sprei bersih, Ia langsung turun untuk mencuci spreinya.


Tuan muda Jiem melihat Lin membawa sprei ,. Mau diapain Spreinya sayang di situ kan ada tanda keper***** sudah di ambil, ucap Tuan muda Jiem menggoda isteri nya Lin.


Apa dia sudah melihatnya..Gumam Lin. Wajah Lin memerah kaya tomat matang menahan malu . Letakkan sprei di keranjang saja, Sebentar lagi pembantu rumah tanggaku datang, Ucap tuan muda Jiem pada Lin.


Tidak ahh , biar aku saja yang mencuci nya . Kalau di lihat orang, maluu. Ucap Lin dengan nada malu dan gugup.

__ADS_1


Ya sudah terserah kamu sayang, tapi jangan sampai kelelahan iya , ucap tuan muda. "Iyaa tuan muda " ,... jawab Lin sambil tersenyum .


Lin pun melangkah menuju ke ruang cuci. Ia memasukkan sprei ke dalam mesin cuci dan mencucinya.


__ADS_2