Terpaksa Menikah Dengan CEO

Terpaksa Menikah Dengan CEO
Lin Meninggalkan Tuan Muda Jiem


__ADS_3

Setelah kejadian di rumah sakit ….


Lin benar benar meninggalkan Tuan muda Jiem ia sudah tidak ingin tinggal bersama tuan muda Jiem lagi karena akan membuatnya terlalu sakit hati . Tetapi ia masih tinggal di satu kota dengan tuan muda Jiem . Ia mau memulai kehidupan baru tanpa di bayangin suaminya tuan muda Jiem yan membuat ia sakit hati . Tuan muda Jiem sangat menyesali apa yang telah berlaku pada rumah tangga nya . Tuan muda Jiem sempat menerima pesan dari Lin melalui telefon genggam miliknya, tuan muda Jiem tidak sanggup lagi berantem dengan isterinya apalagi jika Lin meninggalkan kota ini dan ia tinggal di kota lain . Tuan muda Jiem mengikut keinginan Lin tersebut, Asalkan Lin ia masih tinggal di satu kota dengannya .


Lin mengirim pesan ke pada tuan muda Jiem ….

__ADS_1


Saya mohon kamu tidak mencari saya , jika kamu ingin saya memaafkan kamu dan masih ingin melihat saya lagi kota ini . Saya tidak ingin lagi berhubungan dengan kamu . Saya memaafkan kamu asalkan kamu mengikuti permintaan saya ini . Tidak baik dalam hubungan jika satu dari kita terpaksa bersama . Saya tau kamu bahagia bersama Veronica di bandingkan saya , Jadi saya ikhlaskan kamu bersama Veronica .


Tuan muda Jiem membacanya pesan yang di kirim isterinya Lin padanya . Bagai di sambar petir , tuan muda Jiem terduduk di sofa sambil menundukkan kepalanya kaget seperti tidak percaya . Awalnya tuan muda Jiem ingin menelefon Lin, tapi ia membatalkan niatnya dan juga tidak membalas pesan dari isterinya .


"Kamu sudah tidak mencintai ku kah ? " … "Apakah kamu benar benar ingin meninggalkan aku ? " "Apakah kamu memiliki laki laki lain selain aku ? " . "Baiklah aku akan mengikuti permintaan kamu sayang , asalkan kamu bahagia serta ini jalan terbaik buatmu sayang … dan asalkan aku masih bisa melihat kamu walaupun dari ke jauhan " gumam tuan muda Jiem sambil minum minuman keras sampai mabuk dan tidak sadarkan diri seketika ia tidak tidak terlalu sakit menerima kenyataan isterinya meninggalkannya.

__ADS_1


Tangan tuan muda Jiem yang patah juga sudah mulai berasur sembuh . Ia menerima takdir dan yang berlaku di dalam rumah tangga mereka berdua, ia mengakui itu adalah kesalahan yang terbesarnya yang telah ia lakukan dalam hidupnya . Ia pasrah jika Lin ingin sendiri dan tinggal di tempat lain . Tuan muda pun mulai beraktivitas seperti biasanya , Tuan muda Jiem sengaja menyibukkan dirinya dengan perkerjaannya sebagai CEO di perusahanan dan berolahraga . Tuan muda Jiem tidak ingin mengingat dan berlarut dengan kesedihannya karena itu akan membuat ia terlalu sakit . Tuan muda Jiem sangat mencintai Lin , Ia sudah tenang hanya melihat isterinya Lin dari kejauhan setiap hari , walaupun sangaat berat buat tuan muda Jiem lakukan . Matanya tidak berkedip saat melihat isterinya Lin yang sedang berjalan menuju mobil . Tuan muda Jiem tau kalau ketauan Isteri nya Lin , Lin akan marah besar karena tuan muda Jiem masih mengikuti nya . Tapi jika tuan muda Jiem tidak melihat Lin , hatinya tidak tenang . Tapi akhir akhir ini tuan muda Jiem sering berangkat ke luar negara , kadang kadang sampai Lima hari hingga tujuh hari di luar negara di karena urusan perkerjaan di perusahaannya di luar negara . Sekretaris Kim prihatin melihat tuan muda Jiem seperti ini seperti sengaja menguras tenaganya untuk berkerja terus menerus , kadang tuan muda Jiem sampai lupa makan dan pulang kantor sering larut malam . Setelah Lin meninggalkan tuan muda Jiem , ia sudah Kembali ke sifatnya yang dingin terhadap semua orang dan fokus hanya pada pekerjaannya . Jika tuan muda Jiem terlalu merindukan isterinya Lin , ia akan minum di bar di temani sekretaris Kim sampai mabuk tidak sadarkan diri dan selalu dipapah pulang sama pengawal pribadi balik ke apartemen . Tuan muda Jiem merasa Lin sudah tidak mencintai , jadi ia tidak memaksa isterinya Lin untuk memaafkannya dan kembali lagi padanya .


Manakala Lin beranggapan tuan muda Jiem sudah memilih Veronica untuk menggantikan ia karena tuan muda Jiem tidak pernah menelefon dan membalas pesan pertama ia kirim . Setiap hari Lin juga di sibukkan di perusahaan nenek tuan muda Jiem sampai pulang larut malam. Sekarang Lin tinggal di apartemen yang dia sewa sendiri. Semua ia lakukan sendiri tanpa pengawal pribadi , ia lebih nyaman hidup seperti ini . Kadang kala Lin juga merindukan suaminya tuan muda Jiem, memang tidak mudah untuk ia lupakan tuan muda Jiem . Tuan muda Jiem adalah cinta pertamanya . Lin tidak pernah menyesali mengenal dan menikah dengan tuan muda Jiem . Cuma hati ia terlalu sakit karena tuan muda Jiem tidak pernah memikirkan perasaan saat dengan Veronica . Lin merasa tuan muda Jiem hanya melepaskan keinginan nafsunya sesaat saja bersamanya, tetapi bukan Lin yang tuan muda perlukan di sisi nya . Di sore hari Lin sedang santai sambil menghirup teh hangat di cangkirnya dan melihat matahari terbenam di Apartemennya . Tiba tiba Lin teringat suaminya tuan muda Jiem . "Mengapa kamu masih bermain di fikirinku tuan muda , kamu bisa pergikah ? " gumam Lin sambil menetiskan airmata . Lin tersadar dari lamunannya dan langsung buru buru ia hapus airmatanya .


Lin kamu itu tidak ada di fikiran tuan muda Jiem , sadar … sadar lah gumam Lin langsung bangun dari duduknya . Ia langsung bergegas ke kamar mandi untuk berendam di bathtub , Tanpa di sadarinya ia tertidur cukup lama dan terjaga karena tubuhnya merasa dingin . Astaga aku tertidur gumam Lin , ia bergegas keluar dari bathtub langsung meraih kimono yang tergantung tidak jauh dari bathtub . Perut Lin merasa lapar , cacing perut Lin juga sudah bersuara minta makan . Ia pun bersiap siap untuk keluar untuk mencari makan . Memakai kaos panjang berwarna hitam dan celana panjang berwarna cream . ia berjalan ke arah meja rias untuk menyisir rambut nya dan memoles sedikit bedak di wajahnya . Walaupun hanya memoles dengan bedak tetapi kecantikkan Lin tetap terlihat , Pastinya lawan jenis melihat Lin akan kagum dengan kecantikkannya . Tiba tiba telefon genggam Lin berbunyi , terpampang jelas di layar nama Sekretaris Michael menelefonnya .

__ADS_1


Maaf nyonya muda … " Nyonya muda sudah makan kah ? " tanya sekretaris Michael . Ini saya baru mau berangkat cari makan jawab Lin pada sekretaris Michael . Saya temani i-ya kata sekretaris Michael pada Lin. " Boleh juga " jawab Lin pada sekretaris Michael . Okey saya jemput nyonya muda sekarang i-ya kata sekretaris Michael . Tidak usah sekretaris Michael , kita janjian saja di restoran dekat jalan cempaka . Saya bawa mobil sendiri saja jawab Lin pada Sekretaris Michael . Baiklah kalau begitu nyonya muda jawab sekretaris Michael . Lin bergegas memakai jaket hitam lalu meraih tas dan kunci mobil .


Lin menuju Lift untuk turun ke parkiran, dan bergegas melangkah keluar dari Lift untuk menuju mobil nya yang terparkir . Lin membawa mobil dengan kecepatan sedang di jalan yang masih macet di ibu kota , Sekitar dua puluh lima menit perjalanan dari apartemen ke restoran, Lin pun sampai di restoran yang di tuju .


__ADS_2