
Setelah mendengar keputusan ayah Arumi, agaknya Digo tak perlu lagi bertanya kepada Arumi mau atau tidak gadis itu menjadi pendamping hidupnya. Tentu jawabannya pasti adalah iya, mengingat kesepakatan yang telah mereka bicarakan di Amsterdam beberapa waktu lalu.
Tak ingin membuang-buang waktu lebih lama lagi, dua hari setelah pertemuan itu Digo langsung memboyong keluarganya untuk bertemu dengan keluarga Arumi. Dalam pertemuan kedua keluarga itu, telah di sepakati tidak ada acara tukar cincin atau sejenisnya dan langsung menentukan tanggal dan di mana tempat resepsi pernikahan berlangsung.
Awalnya terjadi sedikit perselisihan antara ayah Digo dan ayah Arumi. Kedua lelaki paruh baya itu menginginkan tempat resepsi yang berbeda tempat. Ayah Digo yang kekeh ingin Digo melangsungkan pernikahan di Bali karena pasalnya anak lelaki itu tinggal dan menghabiskan sebagian hidupnya di sana, di tentang oleh ayah Arumi yang menginginkan pernikahan berlangsung di Yogyakarta tempat lahir dan kampung halaman Arumi.
Sempat beradu argumen cukup sengit, akhirnya kedua lelaki itu memutuskan untuk menyerahkan tempat acara kepada calon pengantin langsung. Dan dengan mantap, Digo dan Arumi sepakat akan menggelar pernikahan mereka di Yogyakarta. Meskipun hal itu membuat Baskara keki dan sedikit kecewa, tetapi dia tetap berusaha lapang dada dan menerima serta menghormati keputusan keduanya.
Untuk menyakinkan persiapan pernikahan dengan Arumi tertata dengan baik pun, secara khusus Digo menunjuk dua asisten pribadinya yakni Alex dan Bianca untuk mengurus pernikahan Arumi. Dua karyawan yang telah mengabdi dengannya cukup lama itu di percaya Digo membuat pernikahan keduanya menjadi pernikahan yang tak bisa di lupakan oleh siapapun.
Satu minggu menjelang pernikahan, semua keluarga dari kedua pihak terbang ke kota Yogyakarta. Tak hanya keluarga inti, tetapi keluarga besar baik Uparengga maupun keluarga besar Arumi. Mereka di tempatkan di beberapa hotel di sekitar tempat berlangsung resepsi. Tak hanya keluarga, teman dan sahabat baik Digo dan Arumi pun turut di undang sebagai saksi pernikahan mereka. Tak tanggung-tanggung, semua biaya penjemputan, tempat tinggal, dan makan selama di Yogyakarta pun di tanggung oleh Digo pribadi.
Dan, pantai di kaki gunung Bantul akhirnya terpilih menjadi tempat sakral untuk mengingat janji suci mereka. Sebuah pantai dengan view indah di sulap sedemikian rupa menjadi altar dan tempat pesta pernikahan sehari semalam. Semua orang berbahagia dan tak sabar menuju pernikahan Digo dan Arumi yang hanya tinggal menghitung hari.
__ADS_1
Namun, dari sekian banyak keluarga dan kerabat yang jumlahnya mencapai dua ratus tamu undangan itu, hanya satu orang yang secara terang-terangan tidak menyukai bahkan begitu malas dan masam membicarakan pernikahan Digo dan Arumi. Orang itu tak lain dan tak bukan adalah Laluna.
Dicko, abang Arumi yang sedari mendarat di kota kelahiran itu sudah mendapati gelagat mencurigakan dari wanita yang ia ketahui berprofesi sebagai model iklan itu. Dicko yang notabene lelaki perfeksionis terus mengawasi Luna dan menyimpan pikiran negatif kepada wanita itu.
"Ada yang ingin gue tanyain." Malam itu tepat dua hari menjelang pernikahan Arumi, Dicko datang ke kamar adiknya.
"Ada apa, bang? Apa terjadi masalah?" Nampak jelas, Dicko memancarkan gurat wajah tak mengenakkan. Lelaki yang Arumi kenal tegas dan tak segan memukul itu, bahkan terus menekuk wajahnya sedari sore tadi.
"Adik ipar Digo kayanya mencurigakan." Dicko to the point. Hal itu tentu membuat Arumi sedikit terkejut. Bagaimana bisa abangnya itu berpikir seperti itu.
"Jangan terlalu khawatir, bang. Rumi rasa, Laluna hanya sakit hati dengan perkataan keluarga besar Digo."
"Oh come on, Rumi. Jangan terlalu polos cara berpikir lo. Lo tau dengan jelas siapa Laluna itu, dia mantan istri Digo yang sampai sekarang dengan gak tau dirinya mencintai adik kakak itu."
__ADS_1
Arumi terdiam sejenak. Menghela napas dalam-dalam. "Terus Arumi harus apa? Suruh Digo buat gak undang Laluna gitu ke acara pernikahan kami? Ya, gak akan mungkin secara Laluna adik iparnya."
Kesel, Dicko berdiri dari duduknya. Mengusap wajahnya kasar sambil berjalan begitu saja meninggalkan Arumi. Namun, tepat di ambang pintu kamar, lelaki itu tiba-tiba menghentikan langkahnya.
"Kalau sampai dia ngerusak acara lo, gue gak akan tinggal diam. Gak peduli status dia siapa di keluarga Uparengga." Kemudian berlalu begitu saja dengan membanting pintu kamar Arumi.
Tak hanya Arumi dan Dicko saja yang merasakan kalau Laluna memang memiliki niat terselubung di acara pernikahan mereka. Digo sendiri juga merasakannya. Dia bahkan mendapatkan kabar dari kedua asisten pribadinya, jika beberapa kali Laluna berniat menganti dekorasi altar, atau gaun pengantin Arumi. Dia bahkan memaksa mengambil alih tugas Alex dan Bianca dengan embel-embel statusnya sebagai adik ipar Digo.
Sekali, Digo membiarkan Laluna mengambil alih tugas Alex dan Bianca tapi hasilnya bukan wanita itu mempersiapkan pernikahan mantan suami, justru Laluna berniat mengacaukan persiapan pernikahan Digo dan Arumi. Contohnya, Laluna menganti semua dekor tempat yang akan menjadi altar dengan semua warna dan dekorasi yang tidak di sukai oleh Arumi. Berusaha membuat Arumi sakit dengan menghantarkan makanan atau spa yang mengandung bahan-bahan yang membuat Arumi alergi. Finalnya, Laluna sengaja menyewa tukang make up yang akan mendandani Arumi dengan make up yang telah Laluna campur bahan berbahaya. Hal itu membuat kulit wajah Arumi panas dan merah-merah.
Untungnya, Arumi langsung mendapatkan penanganan dari dokter terbaik yang sengaja Digo persiapan untuk mengantisipasi hal-hal tak terduga selama pernikahan mereka. Dan, dalam kurun waktu dua hari syukurnya wajah Arumi dapat sembuh dan kembali normal.
Namun, meskipun dia tahu semua kekacauan yang terjadi menjelang hari pernikahannya adalah ulah Laluna, mantan istrinya. Bodohnya, Digo malah tetap bungkam dan seperti menutup mata serta malah menyembunyikan semuanya baik dari Steve maupun kedua orangtuanya. Hal itu tentu membuat Laluna semakin besar kepala, dan menganggap apa yang selama ini dia pikir tentang alasan Digo menikahi Arumi hanya untuk mendapatkan kursi jabatan Uparengga grup adalah benar.
__ADS_1
****