Terpaksa Menikahi Duda

Terpaksa Menikahi Duda
EPISODE 56


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat. Tanpa terasa sudah lima hari, Arumi berada di Bali bersama dengan Digo. Dia melewati hari-harinya dengan hal yang baru. Digo nampaknya membebaskan Arumi melakukan apapun yang dia suka, asalkan tidak melanggar surat kesepakatan pernikahan mereka.


Kini setiap pagi, monoton Arumi akan bangun pagi-pagi untuk jogging. Setelah itu, dia akan pulang dan memasak sarapan untuk Digo. Siangnya, Arumi pergi untuk menemui beberapa klain yang dikenalkan oleh Ken untuk membangun kembali perusahaan kosmetik yang pernah di rebut Leon. Setelah itu, kadang-kadang Arumi akan pergi menghabiskan sore bersama Digo atau membuat keramik bersama istri pak Ketut.


Rasanya mungkin sebahagia itu menjadi istri dari Digo menurut orang banyak. Tetapi, tidak untuk Arumi sendiri. Meskipun, dia mendapatkan kebebasan dari Digo untuk melakukan hal positif yang ia suka. Tetapi, dirinya tetap saja merasa kesepian terlebih dengan sikap Digo yang begitu dingin dan cuek kepadanya. Meskipun kerap menghabiskan waktu bersama, baik di rumah maupun di luar rumah. Tetap saja, Arumi merasa jika perhatian Digo hanyalah sebuah ke–profesionalan dirinya sebagai suami yang baik untuk Arumi. Tak ada rasa di hati Digo. Apalagi cinta. Semua hanya akting semata. Bagaikan sebuah lagu, nasib Arumi cocok dengan lagu dari lagu Naif, Cinta untuknya.


Misi mendapatkan hati Digo belum sukses. Masalah baru kembali muncul. Tepat tiga hari dirinya dan Digo berada di Bali, ibunda Digo di kabarkan masuk rumah sakit. Ayahnya marah mendengar Digo pergi lagi dari rumah dan kini memboyong Arumi tanpa pamit. Pertengkaran hebat pun tak bisa di elakkan. Ayahnya Digo yang terus membela Steve dan Luna, akhirnya membuat Digo mengeluarkan taring membela Arumi.


Suatu hari di malam saat turun hujan, Arumi mendengar dari dalam ruang kerja Digo, lelaki itu berteriak hebat memaki ayahnya demi membela dirinya.


"Jangan karena, dia anak bungsu kesayangan papi. Papi bisa seenaknya perlakuin dia dan istrinya tanpa menghormati istri Digo. Sampai kapan pun, Digo gak akan rela istri Digo di perlakukan semena-mena seperti itu. Di sini, Arumi yang lebih tua daripada dia. Harusnya, dia yang hormati Arumi. Bukan malah kebalikannya, dia yang wajib di hormati. Kalau anak bungsu papi bertanggungjawab dan gentleman, harusnya dia bisa didik istri untuk bersikap baik sama orang yang lebih tua. Tua bukan dalam artian umur, tapi tua juga dalam artian status. Arumi kakak iparnya. Bukan adik iparnya, apalagi babu dia."


Hati Arumi terhenyak mendengar perkataan Digo. Diam-diam berdiri di balik dinding ruangan kerja Digo, Arumi menetihkan air mata. Meski, Arumi tau Digo melakukan itu hanya semata-mata melakukan kewajiban sebagai suami Arumi. Tapi, itu sudah membuat Arumi merasa bahagia. Setidaknya, walaupun tidak melakukan demi cinta. Digo tetap berusaha menjadi suami terbaik untuk melindungi Arumi.


Kedua orangtua Arumi pun juga sudah tahu perihal huru-hara yang terjadi di rumah utama. Termasuk, Danish. Awalnya, Danish sangat marah saat tau Arumi di sakiti oleh Laluna yang notabene Danish ketahui sebagai mantan istri Digo. Waktu saat, ibunya menceritakan kejadian itu Danish ingin sekali melabrak Steve dan menampar pipi Luna. Untungnya, istri Danish mampu menenangkan hati lelaki itu. Hingga tidak membuat masalah baru yang lebih mengerikan lagi.

__ADS_1


"Aku baik-baik aja, bang. Jangan khawatir." Begitu kata Arumi saat dia melakukan video call via Whatsapp. "Di sini, Arumi merasa jauh lebih baik. Abang pokoknya jangan khawatir. Digo udah beresin semuanya untuk Arumi."


Gantian, ternyata diam-diam Digo mendengar percakapan adik dan kakak itu. Sambil berdiri membawa secangkir kopi, Digo menghela napas panjang. Memejamkan mata pelan, dan mulai berpikir. Apa benar, gua udah beresin semuanya?


......................


Jam di dinding baru saja bergeser dari angka lima. Digo yang masih terbaring tidur di atas ranjang mendesah pelan, sambil tangannya meraba ke sebelah guna mencari keberadaan Arumi. Sadar, jika tak ada Arumi di sampingnya. Perlahan mata, Digo mengerjap. Dia bangkit dari tidurnya dan mencoba memastikan jika istrinya benar-benar tidak ada si sana.


Kemana tuh cewek pagi-pagi buta kaya gini?


Kasur di sebelah sudah kosong tak berpenghuni. Biasanya di jam segini, Arumi belum bangun. Digo yakin, Arumi tidak mungkin lari pagi di jam segini. Ini masih cukup pagi, bahkan matahari saja belum terbit.


"Arumi, Lo b@ker apa tidur?"


Tapi kali ini, wanita itu benar-benar tak ada di dalam kamar. Terus, dia kemana? Gak mungkin kan? Dia pindah ke WC bawah, cuma gara-gara pas lagi mikirin masa depan dan kawan-kawannya di gangguin gua.

__ADS_1


Penasaran, Digo pun keluar dari kamar dan mencari keberadaan istrinya itu. Semua kamar mandi di telusuri olehnya, tetapi Arumi tak ada di sana. Dia kemudian turun ke bawah. Namun yang ia dapati justru seluruh ruangan lantai bawah gelap gulita. Seperti waktu itu, ketika dia menginterogasi Arumi yang telat pulang lari pagi.


"Apaan, sih ini." Seperti sudah menduga siapa yang berbuat Digo berteriak sambil berjalan meraba-raba.


"Rum, gak lucu deh kamu kaya gini. Apaan, sih? Kamu mau buat surprise apaan? Ulangtahun ku udah lewat dari kapan tau, terus mau..."


Jlep...


"KEJUTAN!"


Lampu menyalah, di sudut dapur berdiri Arumi dengan keempat pelayan sambil memegang sebuah kue tart. Para pelayan bersorak kegirangan. Bertepuk tangan sambil meniupkan terompet. Digo yang melihat kejutan yang di buat Arumi malah termenung bingung. Dia berpikir keras. Apa yang sebenarnya terjadi di sini.


Arumi maju mendekati Digo dengan senyum yang terus mengembang di wajahnya. Digo jadi ikut menatap lekat Arumi. Sebelum kemudian, matanya tertuju kepada kue yang di bawa Arumi.


"Happy Anniversary one week."

__ADS_1


Digo tepuk jidat. Dia baru ingat, istrinya salah satu dari banyak wanita di Indonesia yang tergabung dalam komunitas ciwi-ciwi pencinta oppa korea. Digo tau, jika selama ini Arumi menjalankan hidup seperti kebanyakan orang korea jalankan. Melakukan kebiasaan mereka semua di sana, termasuk merayakan hari aniversary setiap minggu.


...----------------...


__ADS_2