
Enggak perlu di kasih tau juga, Arumi udah tahu kalau Digo emang belum bisa lupain nenek sihir Luna itu. Tapi iya masa harus di umbar dan di lantangkan dengan keras di sini. Rasanya, Arumi gerah sekali pengen nabok mulut cowok satu ini, atau minta jarum dan benang jahit dan mulai membungkam mulut lelaki ini biar kalau bicara di pikir dulu.
Namun, Lagi-lagi Arumi harus ingat kodrat dan statusnya yang sudah menjadi istri Digo. Lelaki dengan usaha sukses di Indonesia. Dia harus menjaga imagine, jangan sampai mempermalukan Digo dengan sikap dan sifat bar-barnya ini. Arumi harus muter otak buat melawan partner bisnis suaminya itu tanpa membuat sang suami malu. Maka, dengan otak licik dan briliannya, dia malah bangkit dari duduknya sembari memegang secangkir wine putih. Arumi berjalan beberapa langkah nyaris melewati dirinya. Hingga. langkah yang berikutnya tiba-tiba saja, tubuh Arumi Ambruk dan tepat jatuh di pelukan teman bisnis suaminya itu.
Wine yang di pegang Arumi tumpah tepat mengenai jas yang di kenakan Brian. Tapi bukan itu, yang membuat heboh semua tamu undangan yang hadir, bukan karena Arumi yang tiba-tiba saja terjatuh dan menumpahkan minumannya pada jas mahal milik Brian. Tangan kekar Brian, tangan kekar lelaki itu sangat amat tidak sopan menyentuh, bahkan memegang bagian kaki paling sensitif milik Arumi (di atas betis). Tak hanya memegang, Brian bahkan meremasnya hingga membuat Arumi sedikit mengerang kesakitan.
Semua orang langsung berbisik, mengetutuki sikap kurang ajar Brian kepada Arumi yang notabene adalah istri dari teman bisnisnya sendiri. Dan melihat semua undangan ramai-ramai berbisik membicarakan Brian yang berprilaku amat tidak sopan, Arumi bersorak kesenangan dalam hati. Dia pun diam-diam berbisik di telinga Brian dengan ucapan yang berhasil Brian naik darah.
__ADS_1
"Kau mempermalukan aku dan suami ku dalam satu meja, maka jangan salahkan aku mempermalukan mu di depan satu undangan yang hadir."
Setelah mengatakan hal itu pun, Arumi bangkit dengan kaki yang pura-pura keseleo atau terkilir yang sudah di bantu berdiri oleh Digo sang suami.
"Kamu enggak apa-apa?" tanya Digo memastikan jika sang istri baik-baik saja.
Kepala Arumi mengangguk, dan masih sok berpura-pura merasakan denyut sakit di kakinya bekas remasan tangan Brian.
__ADS_1
"Lebih baik kita pulang." Ajak Digo sembari menuntut Arumi untuk keluar dari acara yang bahkan baru saja di perbarui.
Melihat keributan kecil yang terjadi di acaranya, Marco segera mendekati kunci dari masalah yang ada. Dia menahan untuk Arumi dan Digo pergi dari sana, bertanya apa yang terjadi dan tentu menanyakan apakah Arumi baik-baik saja.
"Kamu baik-baik saja? apakah kamu terluka? Tolong ijinkan aku mengecek keadaan mu."
Sontak saja aksi perhatian Marco kepada sang istri itu menimbulkan percikan api cemburu dalam diri Digo. Dia mendengus cukup keras, melepaskan tuntunan tangannya pada Arumi yang sengaja membiarkan lelaki itu mengecek keadaan istri. Namun setelah mengecek, Digo pun dengan nada sarkasme berkata.
__ADS_1
"Apakah kau sudah selesai mengecek tubuh istri orang?"
Tes tes pembaca kalau masih banyak aku lanjutin lagi ceritanya 😂😂😂