
Pantai di sebuah desa di kulon progo, Yogyakarta menjadi tempat yang di pilih Arumi dan Digo untuk mengucapkan janji suci sehidup semati mereka. Pantai yang biasa ramai di kunjungi turis, sejak dua hari lalu terlihat sepi tak berpenghuni sengaja karena telah di sewa sepenuhnya untuk pernikahan Digo dan Arumi.
Pantai yang biasa hanya berisikan pasir putih yang terbentang luas bersatu dengan air laut yang biru, kini di sulap menjadi sebuah altar kecil yang terbuat dari kayu berbau khas dengan bertabur bunga indah dan kain putih cantik sebagai dekorasinya.
Di depan altar, berbaris kursi panjang yang terbuat dari kayu juga dengan sebuah karpet hijau dan dekorasi cantik senada dengan altar.
Pukul delapan pagi, para tamu undangan yang jumlahnya terbatas mulai berdatangan. Menempati kursi panjang sesuai dengan yang sudah di tentukan. Kursi sebelah kiri, di khususkan untuk para tamu sekaligus saksi pernikahan pihak lelaki. Sedangkan kursi panjang kayu berwarna coklat tanpa senderan di khususkan untuk para tamu sekaligus saksi dari pihak wanita. Mereka mulai berdatangan satu demi satu dan mengisi altar.
Di dalam mobil, degup jantung Arumi terus terpacu. Lututnya terasa begitu lemas karena gementaran sedaritadi. Walaupun, dia menikah bukan tanpa dasar cinta tapi tetap saja rasa gugup dan deg-degan menerjang dirinya. Pikiran-pikiran negatif sudah sedari semalam tadi menghantuinya. Mulai dari, ketakutan heels yang ia kenakan patah, dia salah sebut nama Digo menjadi Leon, terjatuh karena tersandung gaunnya sendiri, hingga ketakutan cincin pernikahannya yang mental ketika Digo pasangkan di jari manisnya.
Kakak iparnya, Thea istri Dicko yang mengetahui Arumi yang begitu tegang sedari semalam terus menyemangati dengan mensugestikan Arumi hal-hal baik.
"Kamu pasti akan cantik mengenakan gaun yang sama seperti Kate middleton."
"Digo akan menyanjung penampilan cantikmu."
"Kau akan menjadi ratu dan menjadi pusat perhatian para tamu."
__ADS_1
"Ingat bawaan pernikahan dari Digo semuanya barang limited yang belum tentu wanita Indonesia memilikinya."
Huft... Berkali-kali, Arumi menghela napasnya panjang. Berusaha menetralkan pikirannya dengan hal-hal yang lebih positif.
Namun, sialnya semua usahanya sia-sia. Terlebih ketika mobil yang ia tumpangi tiba di tempat acara. Riuh suara tamu undangan yang menyambut dirinya ketika tiba semakin membuat jantung Arumi berdebar begitu kencang. Dirinya bahkan sampai tidak dapat merasakan tangannya sendiri.
Ketika pintu mobil terbuka, ayah Arumi sudah menyambut. Dia mengulurkan tangannya yang langsung di terima oleh Arumi. Berlahan dengan bantuan Thea dan Tessa, Arumi turun dari mobil dan berjalan beriringan dengan sang ayah menuju altar di mana Digo sudah menunggu menggunakan tuksedo hitam yang membuatnya terlihat begitu tampan dan gagah.
Kak Thea benar. Dia begitu tampan dengan balutan jas hitam seperti itu.
Mata Arumi tak henti menatap Digo lekat. Begitu juga halnya Digo yang tampak seperti tak rela barang sedetik melepaskan pandangannya menatap Arumi yang terlihat begitu cantik dalam balutan gaun putih berekor panjang dengan make up wajah tak berlebihan seperti kebanyakan pengantin Indonesia.
Jangan menangis. Jadilah Istri yang baik untuk Digo.
Digo pun menuntun Arumi menuju tempat pemberkatan yang telah di isi seorang pendeta lelaki. Mereka di suruh saling berdiri berhadapan, sementara para tamu undangan yang datang di minta berdiri.
Khotbah pendeta di mulai. Para tamu undangan yang datang begitu khidmat mendengarkan khotbah sang pendeta. Terkecuali kedua calon membelai yang malah hilang fokus akibat saling melemparkan pandangan.
__ADS_1
Setelah khotbah selesai kini waktunya pemberkatan tiba. Jantung Arumi semakin berdebar keras, tak ada lagi jalan untuknya lari dari pernikahan ini. Setelah ini, selamanya Arumi sudah menjadi milik Digo. Istrinya yang harus menemani dan berjalan dengan Digo selamanya. Tak peduli, hingga hari ini dia belum memiliki rasa sedikit pun kepada Digo. Tak ada lagi caranya untuk kembali ke belakang.
"Di hadapan Tuhan para jemaat dan roh kudus, saya Digo Uparengga mengambil engkau Arumi Maharani untuk menjadi istri saya satu-satunya. Saya berjanji akan selalu mengasihimu, baik dalam keadaan suka maupun duka, kaya maupun miskin, sehat maupun sakit, sampai maut memisahkan kita atau Yesus datang untuk kedua kalinya. Saya berjanji bahwa segala milikku adalah milikmu juga. Bapa tolong saya untuk memenuhi janji saya ini."
"Saya Arumi Maharani di hadapan tuhan para jemaat dan roh Kudus berjanji menerima engkau Digo Uparengga untuk menjadi suami saya satu-satunya. Akan selalu mengasihimu, baik dalam keadaan suka maupun duka, kaya maupun miskin, sehat maupun sakit, sampai maut memisahkan kita atau Yesus datang untuk kedua kalinya. Saya berjanji bahwa segala milikku adalah milikmu juga. Bapa tolong saya untuk memenuhi janji saya ini."
Suara riuh tepuk tangan memenuhi pantai pagi itu ketika pendeta telah menegaskan jika sekarang Arumi dan Digo telah sah menjadi sepasang suami istri. Tak terkecuali Digo yang melemparkan senyum merekahnya untuk pertama kali setelah perceraiannya dengan Arumi kepada tamu undangan yang datang.
Berbeda halnya dengan Arumi yang langsung menundukkan kepala setelah mengucapkan janji suci, lalu tak lama kemudian buliran airmata menetes tepat saat pendeta menyatakan mereka telah sah menjadi suami istri.
Tuhan tak ada lagi jalanku untuk kembali. Sekarang aku sudah resmi menjadi istrinya. Apa yang harus ku lakukan kepada lelaki di hadapanku ini? Menyerahkan tubuhku untuk dia sentuh?
Ketika pendeta menyuruh Digo mencium bibir Arumi, saat itu juga Arumi mendongakkan kepala kaget. Gadis itu menggelengkan kepala samar, berusaha memberikan kode kepada Digo bahwa dirinya tak ingin di cium oleh lelaki itu.
Namun, gelengan kepala Arumi tak di hiraukan oleh Digo. Karen pada kenyataannya, Digo mencium bibir Arumi juga. Meskipun hanya seperkian detik, namun ciuman itu sukses membuat Arumi mematung terkejut.
Sekali lagi, riuh suara tamu undangan terdengar memenuhi pantai. Beberapa di antaranya bahkan mengabadikan momen romantis itu melalui ponsel mereka masing-masing. Membagikannya melalui media sosial yang mana langsung menjadi trending topik.
__ADS_1
Pernikahan dari pewaris Uparengga grup pun langsung menjadi buah bibir, setelah akun lambe memposting dan memberikannya. Leon, yang tak sengaja membaca berita pernikahan Arumi dan Digo pun terkejut bukan main. Dirinya tak menyangka jika sang mantan kekasih yang dulu dia kenal begitu bucin terhadapnya bisa melupakan dia secepat itu dan menikah dengan orang lain.
****