
Daniah meremas bajunya itu dengan kuat, Sesakit ini kah rasanya ya Allah jika harus berbagi suami dengan perempuan lain. Padahal aku sudah memantapkan hatiku untuk menerima pernikahan mereka demi keutuhan rumah tanggaku.
Daniah berjalan gontai ke arah dalam kamar hotelnya itu dengan langkah yang cukup sangat pelan hingga seolah apabila menginjak semut pun tidak bakal mati terinjak oleh Dania.
Ia menghempaskan tubuhnya ke atas ranjangnya itu dan menangis sejadi-jadinya. Dia tidak habis pikir, kenapa hatinya sesakit ini, padahal dia sudah berjanji bakalan akan ikhlas dan sabar berbagi suami demi rencana besarnya.
Hiks… hikss… sakit banget yah Allah. Aku tidak bisa membayangkan apa yang keduanya lakukan di dalam sana. Aku takut suamiku setelah melalui malam pertamanya dengan Sabiah,ia bakal berpaling dariku dan meninggalkanku.
Air matanya semakin berlinang membasahi pipinya itu, semakin berusaha untuk menahan laju air matanya, semakin deras pula tetesan air matanya.
"Arghh!!!" Jerit histeris Dania seraya memukuli bantal kepalanya.
Dania bahkan melempar beberapa barang-barang yang ada di atas meja nakas tempat tidurnya itu.
"Aku tidak akan ijinkan suamiku mencintai Sabi. Jika Sabi sudah hamil dan melahirkan anak untuk kami, aku akan menendangmu jauh-jauh dari sini!" Teriak Daniah.
Kondisi dalam kamar yang awalnya nampak rapi, indah dan bersih sekarang sudah hancur berantakan seperti kapal pecah saja.
Sedangkan di tempat lain, Sabi tidak diijinkan untuk beristirahat barang sebentar saja. Tubuhnya terus digempur habis-habisan oleh laki-laki yang berstatus sebagai suaminya yang baru saja menikahinya secara siri.
"Sa-ya ti-dak sanggup lagi Pak Fay, saya mohon hentikan, saya sangat capek," rengeknya Sabi yang tubuhnya dituntun oleh Fayyad dengan posisi yang berbeda dari sebelumnya.
Sudah beberapa kali Fayyadh mengalami pel*pasan, tetapi Fayyad sama sekali tidak mengurangi intensitas kegiatannya hingga ia seperti tertantang terus menerus untuk menaklukkan t*buh dari istrinya yang saat ini ia setengah berdiri sedangkan tubuhnya Sabi dibuat menungging.
"Kenapa tubuhmu seperti memiliki magnet yang membuatku seakan-akan tidak ingin berhenti dan mengakhiri kegiatan ku ini. Padahal dengan Dania paling lama hanya dua puluh menit sudah beres." Racaunya Fayyad.
__ADS_1
Sabi sesekali menggigit kecil bibir mungilnya bagian bawah saking tak sanggup menahan gejolak yang semakin meningkat dari dalam tubuhnya setelah suaminya semakin gencar dan tidak mau berhenti untuk terus menggenjot tubuhnya.
"Kamu sangat cantik sayang, kamu sungguh membuatku tergila-gila. Aku tak menyangka jika kamu mampu membuatku semakin terus lagi dan lagi hingga aku seperti tidak mau stop!" Cercanya Fayyad.
Fayyad tidak memungkiri dan menampik jika tub*hnya Sabiah dibandingkan dengan apa yang dimiliki oleh Daniah sungguh jauh berbeda. Walaupun hanya baru sekali melakukan berbagai treatment perawatan tubuh, tetapi mampu membuat Fayyad semakin tertantang untuk terus untuk menjelajahi setiap inci sudut dari bodynya Sabiah.
"Pak Fay. Saya mohon berhenti saya kegelian tidak tahan lagi, saya mau…," Sabi memohon dan merengek meminta untuk segera dihentikan.
Tetapi, Fayad bukannya berhenti melainkan terus saja melakukan kegilaannya itu. Tanpa peduli dengan suara rintihan dari bibir mungilnya Sabiah. Walau dia tidak memungkiri jika apa yang dilakukan oleh suaminya mampu membuatnya menemukan dan mendapatkan kebahagiaan yang tidak pernah sekalipun dirasakannya.
"Kamu diam saja, aku akan berhenti jika aku sudah merasakan kee niikk maaa taan," Fayyad melanjutkan aktifitasnya tersebut.
Ya Allah ternyata seperti ini rasanya malam pertama kami. Apakah Mbak Dania juga diperlakukan kasar oleh suaminya ataukah hanya aku yang menempatkan perlakuan seperti ini.
"Sabiah sebut namaku, ayo cepat sebut namaku!" pintanya Fayyad.
"Fayyad Albiruni Haris!" Teriaknya Sabi hingga tubuhnya seperti terangkat ke atas seiring dengan suara teriakannya itu.
Tubuhnya Fayyad ambruk pria yang keasyikan sendiri tanpa memperdulikan pasangannya itu. Sedangkan Sabi,air matanya mengalir membasahi pipinya saking sakit, remuk redam tubuhnya seolah semua tulang dan persendiannya akan terputus dari posisi tempatnya semula.
Nafas keduanya sama-sama memburu ngos-ngosan dan tersengal-sengal saking lamanya durasi waktu yang kedua pasangan suami istri itu butuhkan.
Sabi menarik selimut untuk menutupi sebagian tubuhnya yang tanpa sehelai kain benangpun yang menutupinya itu. Air matanya masih sesekali menetes membasahi pipinya menahan rasa perih seperti barusan teriris silet saja.
Fayyad segera tertidur pulas setelah pergulatan mereka tengah malam buta itu. Dia tidak menghiraukan apa yang terjadi pada Sabi yang menangis tersedu-sedu dan meringkuk dalam diamnya.
__ADS_1
Ya Allah aku berharap hanya sekali saja kami melakukannya. Aku sepertinya tidak sanggup jika meladeni pak Fay sampai tak terhitung jumlahnya berapa kali kami melakukannya.
Tubuhku seperti mau patah semua, bahkan bangun saja aku sudah tak berdaya dan tak mampu untuk bangkit.
Nasib Sabia sungguh tragis karena memberikan yang pertama kali spesial dan khusus untuk suaminya itu diusia suaminya yang usianya 30 tahun sedangkan Sabi yang baru delapan belas tahun.
Perbedaan usia dan bobot tubuh keduanya yang tidak sebanding, tubuhnya Sabi yang slim dan ramping dan Fayad yang berotot membuat Sabi kewalahan. Walau tingginya antara Sabi dan Fayad hanya berbeda sedikit saja. Sehingga membuat Sabi terus berteriak-teriak ingin segera mengakhiri kegiatan mereka.
Mengingat Fayyad melakukannya tanpa ada rasa cinta di dalamnya. Hanya ada perlakuan kasar dan tidak ada kepedulian yang diperlihatkan oleh Fayad selama hubungan suami istri yang baru saja kelar dengan waktu yang cukup lama.
Dengkuran halus terdengar dari bibir seksinya Fayyad, sedangkan Sabi mengamati bentuk ukiran dan pahatan wajahnya pria yang sudah menjadikannya sebagai istri keduanya itu.
Pantesan Mbak Daniah tergila-gila padamu Pak Fay. Karena kamu sungguh ganteng, tampan, cakep penuh dengan kharisma, rahangnya yang tegas,alis mata yang tebal dan lebat,bulu mata sedikit lentik, sudut kelopak matanya seperti keturunan Tionghoa dan kulitnya yang putih bersih mulus semakin membuat semua perempuan yang melihat bapak akan tergila-gila.
Semoga aku tidak termasuk perempuan tergila-gila itu akan pesona yang bapak miliki. Apabila aku melakukannya, aku akan kesulitan untuk meninggalkan pak Fay.
Ya Allah semoga saja aku segera hamil anaknya Pak Fay dan aku segera pergi dari kehidupan mereka semua dan memulai hidup baru dengan suasana baru pula.
Dan cukup sekali saja kami melakukannya hanya cukup malam ini saja tidak bakalan ada sesi selanjutnya. Aku sudah kapok dan tidak ingin melakukannya lagi kalau akibatnya seperti ini.
Berselang beberapa saat kemudian,Sabi pun mengikuti jejaknya Fayyad yang sudah tertidur lelap dengan suara ngoroknya yang begitu khas.
Sedang di kamar sebelah, seorang wanita belum tertidur. Karena ia cukup kesulitan untuk memejamkan matanya. Padahal sejak sedari jam sepuluh malam, hingga jam dua dini hari dia sudah bolak balik di atas ranjangnya.
Bahkan dia juga sudah berjalan mondar mandir ke sana kemari, ia juga sudah mengkonsumsi obat tidur yang sudah hampir tiga bulan di konsumsinya, apabila dia kembali kesulitan untuk tidur.
__ADS_1