
Sabiyah terus menerus berontak dalam pelukannya Fayyad, sedang Fayyad bersikukuh untuk memeluk Sabiyah bisa tenang.
"Jadi perempuan cantik itu adalah mamaku?"Lirihnya Nofal.
Fatiah yang kebetulan berada tepat di sampingnya Nofal menganggukkan kepalanya pertanda mengiyakan perkataan dari keponakannya itu.
"Dia adalah mama kandung kamu Mbak Sabi dan kedua anaknya itu adalah saudara dan saudari kamu Nak," jelas Fatiah.
"Berarti alur ceritanya sudah berubah yaitu musuh berubah menjadi adik kandung," cicitnya Nofal lagi.
Perkataannya Noval membuat Fatiah geleng-geleng kepala," itu sudah biasa terjadi di real life."
Sabiyah segera mendorong sekuat tenaga tubuhnya Fayyad yang sedari tadi memeluknya.
"Tolong lepaskan aku!! Aku bukan istri Anda lagi Tuan Fayyadh Albiruni Haris!" Sabi sedikit mengeraskan suaranya itu sehingga terdengar seperti suara bentakan.
Tubuhnya Fayyad terdorong hingga mundur beberapa langkah ke belakang, dia tidak ingin mempercayai semua yang dilihatnya barusan. Yaitu Sabi yang menunjukkan kemarahan dan kekesalannya itu.
Fayyad hanya terkekeh melihat penolakan dari Sabiyah tanpa membalas perkataannya Sabi. Fayyad ingin maju kembali, tapi segera dicegah oleh Sabi.
"Stop!! Jangan berani maju! Jika Anda masih maju untuk memelukku! Aku akan berteriak meminta tolong kepada semua orang jika Anda ingin menodaiku!" Ancamnya Sabi yang tidak main-main.
Semua orang cukup dibuat terkejut mendengar perkataan dari Sabi yang mengancam suaminya itu.
__ADS_1
"Bunda!" Ibah Ikhbar.
"Bunda kenapa melakukan ini semua? Dia itu Papa kami bunda," rengeknya Orlin sambil menggoyang tangannya Sabi.
Sabia menatap nyalang ke arah kedua anak kembarnya itu, "Bunda perjelas pada kalian berdua dia bukan papa kalian! Papa kandung kalian itu sudah mati ketika memerintahkan polisi untuk menangkap bunda!" Teriaknya Sabiyah.
Fayyad tercengang mendengar perkataan dari Sabi," astaughfirullahaladzim siapa yang mengatakan kepada kamu jika abang yang melaporkan kamu ke pihak berwajib!?"
Fayyad ingin meraih kedua tangannya Sabi tapi segera ditepis oleh Sabiah dengan kasar. Fayyad berusaha untuk tidak terpancing emosinya dengan perlakuannya Sabi.
Sabiyah menyeka wajahnya yang air matanya terus menetes membasahi pipinya itu dengan tatapan matanya yang cukup tajam ke arah Fayyad pria yang masih berstatus sebagai suaminya.
"Anda tidak perlu sok suci Tuan Muda Fayyad, seolah Anda ini orang yang tidak pernah melakukan kesalahan sedikitpun! Apalagi Anda yang jelas-jelas melaporkan bahwa aku lah orang yang telah mendorong tubuh Anda sehingga tertabrak mobil!"
Sabiyah tidak peduli dengan tatapan aneh dari orang-orang yang kebetulan berada di sekitar area parkiran.
Sabi kembali menghempaskan tangannya Fayyad yang sudah menyentuh punggung tangannya itu.
"Tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan! Intinya kita berdua tidak punya hubungan apapun. Ingat kita itu sudah bercerai sejak sembilan tahun lalu." Tegas Sabi.
Sabiyah segera menarik kedua tangannya anak kembarnya dari tempat tersebut. Dia tidak ingin berlama-lama beradu argument dengan mantan suaminya itu.
"Sabi kita itu masih suami istri dan tidak ada perceraian diantara kita! Jadi aku mohon kembalilah padaku!" Pintanya Fayyad.
__ADS_1
Sabi tidak peduli dengan teriakannya Fayyad, Orlin dan Ikhbar menatap sendu ke arah papanya.
"Bunda! Kami ingin bersama Papa! aku mohon jangan pergi!" Teriaknya Orlin yang berusaha untuk melepaskan pegangan tangannya dari bundanya itu.
"Bunda kami juga ingin memiliki Papa seperti anak-anak lainnya yang kelurganya lengkap. Kami mohon jangan seperti ini," Ikhbar pun berusaha untuk membujuk Sabi.
Sabi menatap nanar ke arah kedua anaknya itu," kalian itu tidak punya papa! Jadi jangan sekali-kali menganggap dia adalah Papa kalian karena Papa kalian sudah meninggal!"
Fayyad berusaha untuk mengejar kepergian Sabi dan kedua anaknya, tapi Farhan yang melihat kejadian itu segera muncul dan memasang badan.
"Tolong jangan dikejar pak Fayyad karena itu semakin memperkeruh keadaan saja!" Farhan merentangkan kedua tangannya untuk mencegah Fayyad melajukan langkahnya.
Fayyad menatap nyalang ke arah Farhan seolah memperlihatkan ketidaksukaannya dan nada permusuhan karena usahanya digagalkan oleh Farhan.
"Kamu siapa dan semua ini tidak ada sangkut pautnya dengan Anda Pak Farhan! Berani-beraninya mencegahku untuk mengejar istri dan anakku?" Kesalnya Fayyad yang menarik kerah kemejanya Farhan.
Fatiah segera menengahi perdebatan keduanya yang tidak lain adalah kakak kandungnya dan juga sepupu jauhnya.
"Tolong hentikan jangan bertengkar! Semua ini harus dibicarakan dengan kepala dingin. Kak Fay berhenti untuk mengejar Mbak Sabia karena itu sama saja semakin memperlebar jarak perpisahan kalian,"
Fayyad melepaskan pegangan tangannya dengan memalingkan wajahnya tidak ingin melihat Farhan.
"Apa hubungannya kamu dengan istriku?"
__ADS_1
"Dia adalah wanita yang aku cintai," ucapnya Farhan.
Fayyad dan lainnya kembali terkejut mendengar perkataan dari Farhan yang tidak lain adalah keluarga jauhnya sendiri. Tapi, Fayyad tidak mengenal Farhan sedangkan yang lain mengenal Farhan dengan baik.