
"Mamah!" Teriak anak kecil yang berpakaian dominan hijau.
Sabi yang mendengar teriakannya itu segera berpaling ke arah belakang. Dia menoleh ke kanan dan kiri mencari orang yang kemungkinannya dipanggil oleh anak kecil itu.
Sabiyah berdiri mematung dan keheranan melihat anak kecil itu berjalan ke arahnya dengan menautkan kedua alisnya karena keheranan.
"Mamah! Maksudnya Nak?" Tanya Sabiyah yang keheranan ingin mengetahui siapa orang yang disapa Mama itu.
"Iya kamu mamanya Noval." Jawab anak yang bernama Noval itu.
Sabi reflek menunjuk ke arah dadanya sendiri," saya maksudnya?" Sabi melempar lagi pertanyaan.
"Iya kamu adalah mamaku yang dicari-cari oleh papa selama ini," balasnya Nofal yang berjalan semakin mendekati Sabi.
Sabi tersenyum simpul menanggapi perkataannya Nofal," sepertinya kamu salah orang Nak, Tante sama sekali tidak mengenalimu jadi mana mungkin saya bisa menjadi mamamu." Sanggah Sabi yang senyumannya tidak pudar dari sudut bibirnya itu.
"Tapi,kamu dengan papaku pernah menikah…," ucapannya Noval terpotong karena seorang panitia pelaksana acara summer camp telah datang mencarinya.
"Nofal namamu kan?" Tanya panitia berjenis kelamin laki-laki itu.
Nofal menengadahkan kepalanya ke arah pria yang mungkin seumuran dengan tantenya Fatiah.
Nofal menganggukkan kepalanya itu sebelum menjawab pertanyaan dari pria tersebut.
"Iya ada apa Paman?" Tanyanya balik Nofal.
"Sudah waktunya mengabsen semua peserta perkemahan musim panas dek. Sekedar informasi jangan sekali-kali berkeliaran kemanapun tanpa seijin ataupun meminta ijin terlebih dahulu kepada salah satu panitia yang berjaga," imbuhnya pria itu.
Sabi hanya menyaksikan percakapan keduanya tanpa bermaksud untuk mencampurinya. Sabi tidak ambil pusing mengenai apa yang barusan dikatakan oleh anak kecil itu.
Noval berjalan bersama pria itu, tapi sesekali melirik ke arah belakang, dimana Sabi masih memperhatikan kepergiannya itu.
Sabiah tersenyum tipis sebelum melanjutkan perjalanannya kembali untuk menemui kedua anak kembarnya untuk berpamitan pulang ke rumahnya.
Aku yakin itu Mama, aku sering kali melihat fotonya Mama di dalam kamarnya papa. Lagian papa sendiri yang mengatakan kalau itu mamaku namanya Sabia Laika Badiah.
Tapi gara-gara waktunya mengabsen, aku terpaksa harus mengurungkan niatku untuk berbicara panjang lebar dengan mama kali ini.
__ADS_1
Sedang Sabi terus melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar anak-anaknya secara bergantian. Mengingat kamar keduanya terpisah, tapi berdampingan satu sama lainnya.
Sabi masuk ke dalam mobil yang sedari tadi mengantar kepergiannya ke kota S.
Aku harus secepatnya berbicara dengan Mas Farhan. Aku ingin mengatakan padanya untuk membuang jauh-jauh rasa cintanya padaku.
Kasihan dengan Mbak Ayesha harus selamanya hidup dalam bayang-bayang pernikahan yang tidak bahagia sama sekali.
Sabi bertekad untuk meyakinkan Farhan untuk menghentikan rasa cintanya yang diberikan padanya. Karena bagi Sabiyah, hanya Fayyad mantan suaminya yang berada dalam hatinya sejak mereka menikah hingga sampai kapanpun.
Lagian tidak ada niat untuk membuka hatinya untuk pria manapun di dunia ini. Baginya sekali cinta selamanya akan tetap cinta dan prinsipnya di dunia ini, dia lahir dan mati hanya sekali jadi jatuh cinta dan menikah pun cukup sekali saja, tak peduli bagaimana latar belakang sejarah pernikahannya.
Lima hari kemudian…
Fayyad berjalan ke arah mobil yang sedari tadi menunggunya seperti orang yang tergesa-gesa.
"Fadhel,katakan padaku apa yang dikatakan oleh Pak Doni?"
Fayyad belum duduk baik langsung bertanya kepada Fadel Muhammad sang asisten pribadi yang masih setia menemani kehidupannya selama beberapa tahun belakangan ini.
"Pak Doni sudah mengirimkan beberapa penemuan tentang Nyonya Muda dan juga ini hasil tes DNA tuan muda Noval," ucapnya Fadhel sambil menyodorkan dua buah map penting ke dalam tangannya Fayyad.
Matanya Fayyad membulat sempurna ketika melihat foto dari Sabi setelah enam tahun lamanya berpisah dan akhirnya masih diberikan kesempatan untuk bertemu kembali.
"Ya Allah istri kecilku Sabi, Abang sangat merindukanmu Istriku." Air matanya Fay menetes membasahi pipinya itu.
"Nyonya Muda sekarang menetap di kota S Tuan Muda, saya sudah mendapatkan alamat lengkapnya di sana," ucapnya Fadel lagi.
"Kita akan segera ke sana sekarang juga!" Titahnya Fayyad.
Fayyad segera membuka map yang berisi berkas penting satunya,ia kembali tercengang ketika membaca hasil pemeriksaan laboratorium milik anak angkatnya itu.
"Apa!? Ini tidak mungkin! Kenapa bisa Nofal adalah putra kandungku? Disini dikatakan 98 persen kecocokan DNA kami benar adanya." Cicitnya Fayyad.
Fayyad melakukan tes DNA setelah sekitar dua bulan lalu, Nofal mengalami kecelakaan ketika bermain sepeda dan harus menjalani operasi dibagian kepalanya itu.
Kala itu, bank darah di rumah sakit sedang mengalami krisis darah yang sama dengan golongan darahnya. Kebetulan waktu itu, Fayyad belum melakukan perjalanan bisnis apapun mengingat kakinya belum sembuh total, sehingga hanya dia yang sanggup menolong Nofal.
__ADS_1
Karena golongan darah mereka sejenis dan sama. Sejak itulah, banyak keanehan yang dirasakan oleh Fayyad. Ia juga menyelidiki siapa pria yang ditabrak oleh supir pribadi mamanya ketika berada di kota sekitar enam tahun lalu.
Dan penyelidikan yang dia dapatkan adalah, pria yang ditabrak dalam posisi menggendong bayi adalah kekasih gelap istrinya yang bernama Jordi.
Sejak itulah, penyelidikan yang dilakukan oleh Fayyad semakin menemukan titik terang keberadaan dari anak dan istrinya. Bahkan yang membuat Fayyad menyetujui permintaan dari kedua orang tuanya untuk melakukan operasi dan berbagi terapi di luar negeri, ketika mengetahui jika istrinya telah hamil calon anaknya.
"Fadhel kita segera ke rumahnya Mama Widya, aku ingin bertemu dengan putraku." Titahnya Fayyad yang dari sorot matanya menyiratkan kebahagiaan yang sungguh luar biasa bahagianya tak terkira.
Fadhel melihat ke arah atasannya itu melalui kaca spion mobilnya yang dikendarainya.
"Tuan Muda Nofal ke Summer Camp yang ada di Kota S bersama dengan Non Fatiah," jawab Fadel.
"Kalau gitu persiapkan tiket pesawat untuk penerbangan hari ini, aku akan menemui putraku dan menjemput pulang istriku!" Tekadnya Fayaydh.
Tunggu aku sayang kita akan segera bertemu, enam tahun bukan waktu yang sebentar. Aku berharap kamu masih seperti dulu menunggu kedatanganku.
Fayyad segera terbang ke kota S seorang diri saja dan berharap agar apa yang diinginkan dan diharapkannya berjalan lancar sesuai dengan rencananya.
Sedangkan di kota S…
Pertengkaran dan perdebatan antara Nofal dan Orlin semakin menjadi saja. Hampir setiap hari asalkan mereka bersama pasti akan terjadi cekcok antara kedua bocah itu.
Sedangkan Fatiah bersyukur karena dengan kedatangannya di perkemahan musim panas, ia bisa belajar masak dan sudah berhasil membuat beberapa masakan rumahan.
Kedekatannya dengan Gazzhal sang ketua yayasan tempat penyelenggara acara perkemahan tersebut semakin dekat hingga banyak rumor yang beredar jika mereka akan menikah.
Malam ini, Fatiah yang masak makanan khusus untuk menu makan malam anak-anak peserta perkemahan. Ketika berada di depannya Orlin dan Ihkbar,entah kenapa dan dorongan dari mana sehingga ia langsung mengucapkan sebuah pertanyaan kepada anak itu.
Fatiah menuang beberapa makanan ke atas piring kosong milik Orlin. Dia sangat senang berdekatan dengan anak super jahil,usil dan keras kepala serta pintar dan cantik itu.
"Orlin, nama mama kamu siapa sih? Kemarin Tante kurang dengar namanya saat kamu sebut," ucapnya Fatiah yang hanya sekedar berbasa-basi saja.
Orlin yang sedang menyantap makanannya itu tidak menjawab, malahan Ikhbar yang reflek berbicara.
"Sabiyah Laika Badiah Wiranata Kusumah," jawab Ikhbar.
Fatiah yang mendengar perkataan dari bocah kecil itu terkejut bukan main mendengar perkataan dari Ikhbar. Hingga centong nasi yang dipegangnya terjatuh ke atas lantai.
__ADS_1
Prang!!!