
"Mas semua barang-barang yang mas belikan untuk Sabiyah terlalu mahal, banyak dan pemborosan. Lagian bukannya sudah banyak barang-barang baru yang belum dipakainya di lemarinya," ucapnya Daniah yang berusaha untuk membujuk suaminya untuk tidak lagi memberikan barang-barang mewah untuk istri mudanya.
Fayyad hanya menatap jengah ke arah Dania sesekali mengarahkan tatapannya ke arah jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Ia sangat gelisah karena dia ingin segera menemui istri barunya itu.
"Dania kalau tidak ada yang penting ingin kamu katakan, tolong kamu segera pulang. Aku masih banyak kerjaan," pintanya Fayyad secara halus agar Daniah tidak curiga.
Fayyadh yang sama sekali tidak membalas dengan emosi perkataan dari istrinya yang menentang dan tidak menyukai pemberian berupa hadiah khusus untuk Sabi.
Fayyad berharap semoga saja Dania segera pergi dari dalam ruangannya, karena dia ingin segera pergi dari dalam ruangan itu.
"Sayang, tapi aku kan ingin berlama-lama di dalam sini menemanimu seperti yang biasa aku lakukan bersama dengan suamiku," ucapnya Daniah dengan memanjakan suaranya ketika berbicara.
Dania memeluk tubuhnya Fayyad dari arah belakang, tapi entah kenapa Fayyad langsung merasa tidak menyukai jika Dania memperlakukannya seperti itu.
Padahal biasanya Fayyad akan menyukai apabila, Dania bermanja-manja di depannya walau dalam keadaan sesibuk dan secapek apapun, pasti akan meladeni permainannya Daniah. Tapi, untuk kali ini ia merasa risih. Fayyad melerai pelukannya Dania dari tubuhnya itu.
"Stop! Daniah aku mohon pulanglah aku tidak akan bisa bekerja jika kamu bersikap kekanak-kanakan seperti ini!" Bentaknya Fayyad yang baru kali membentak keras istrinya itu.
Fayyad mengusap wajahnya dengan gusar ketika Daniah bersikeras untuk bertahan di dalam ruangan itu.
Daniah terkesiap mendengar suaranya Fayyad yang cukup keras. Dania melototkan matanya saking terkejutnya melihat sikapnya Fayyad.
"Kalau kamu masih ingin berlama-lama di dalam sini! Baiklah aku yang akan pergi!" Ancamnya Fayaydh yang bangkit dari posisi duduknya tanpa peduli dengan tatapan matanya Daniah.
Sedangkan Daniah yang mendapatkan perlakuan seperti itu berusaha sekuat tenaga untuk menahan amarahnya yang sudah bergemuruh di dalam dadanya itu.
"Apa yang terjadi padamu suamiku,kamu baik-baik saja kan?" Tanyanya Daniah yang masih tidak ingin pergi.
Dania keheranan melihat sikapnya Fayyad yang tidak seperti biasanya itu. Dia tidak percaya jika suaminya akan memperlakukannya sekasar ini. Padahal selama kurang lebih lima tahun pernikahannya, sekalipun Fayyad tidak melakukan hal-hal yang membuat Daniah marah.
Bahkan Fayyad terkesan seperti menuruti apapun yang diinginkan oleh Dania, bahkan walau apa yang diperbuat oleh Daniah tidak baik dan bertentangan dengan nilai-nilai moral, Fayyad akan menurutinya.
Fayyad menatap tajam ke arah Dania," aku akan baik-baik saja jika kamu pergi dari sini!" Ketus Fayyad.
__ADS_1
"Mas Fay! Kenapa kamu bersikap seperti ini padaku!? Aku ini istrimu! Apa kamu sudah lupa dengan itu!" Teriak Daniah dengan geram.
Fayyad tidak lagi meladeni perkataannya Dania,ia bergegas meninggalkan ruangan pribadinya tanpa mengucapkan sepatah kata lagi. Tapi, Dania menahan kepergian suaminya itu.
"Mas tidak perlu pergi dari sini, aku yang akan pergi!" Ucapnya Daniah yang segera meninggalkan ruangan suaminya dengan terpaksa.
Daniah yang melihat suaminya sedang memeriksa beberapa berkas penting segera pergi dari dalam ruangan itu, walau hatinya sangat tidak ingin.
Dania menolehkan kepalanya sekilas ke arah suaminya yang tidak bergeming sedikitpun di tempat berdirinya.
Baiklah aku akan pergi dari sini untuk saat ini saja, tapi tidak bakal ada yang lain lagi. aku ingin melihat apa sebenarnya yang terjadi padamu Mas.
Dania menatap tajam ke arah suaminya sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu keluar.
Aku yakin ada hal yang sangat penting yang menjadi penyebab utama suamiku bertindak diluar normal kebiasannya.
Fayyad merasa ada yang aneh telah terjadi padanya, semenjak ia berhubungan dan menikah dengan Sabiyah, banyak yang berubah dari kebiasaannya.
Dania menghentakkan kakinya ke atas lantai, hingga menimbulkan bunyi yang cukup risih.
Silvia dan Fadel Muhammad yang melihat kepergian dari Dania hanya cekikan melihat kepergian dari Dania dengan memonyongkan bibirnya itu.
Fayyad setelah melihat kepergian dari istrinya itu segera memanggil sekretaris dan asisten pribadinya itu.
"Fadel, Silvia tolong ke ruanganku, cepat!" Perintahnya Fayyad.
Fadel dan Silvia tanpa menunggu lama-lama segera masuk ke dalam ruangan itu.
"Tolong cepat lanjutkan pekerjaan ini, saya ingin besok pagi sudah ada di atas mejaku tanpa ada kesalahan," perintah Fayyad yang berjalan sambil meraih jasnya yang tersimpan di gantungan baju.
Fadel dan Silvia hanya saling melempar pandangan satu sama lainnya. Ia tidak menyangka jika akan mendapatkan pekerjaan tambahan lagi.
Fayyad menepuk pundaknya Fadel sebelum melenggang pergi meninggalkan kedua sejoli yang dimabuk asmara,"Kamu bisa memanfaatkan waktu berduaan sambil mengerjakannya, kerja sambil kencan itu ide yang bagus loh," imbuhnya Fayyad sebelum berlalu dari kedua pasangan kekasih itu.
__ADS_1
Keduanya saling bertatapan karena tidak menyangka, jika hubungan rahasianya ketahuan oleh bosnya itu.
"Kalian tidak perlu berwajah seperti itu, karena aku sudah mengetahui segalanya, bahkan aku sudah tau jika kalian sering kali melakukan sesuatu di dalam kamar pribadiku," Fayyad segera berjalan cepat karena tidak ingin terlambat sampai di rumahnya Sabiyah.
Fayyad berlari kecil ke arah parkiran, dimana mobilnya terparkir. Ia tidak ingin menunda kepulangannya lebih lama lagi.
"Aku tidak sabar ingin melihat istri kecilku," cicitnya Fayyad yang menyalakan mesin mobilnya tanpa melihat sekitarnya.
Tanpa diketahuinya,ada seseorang yang sedari tadi menunggunya dan mengikuti kemanapun pergi mobilnya yang terus melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan area perusahaan milik kedua orang tuanya itu.
Aku akan mengetahui kemana mana pergimu mas, sampai-sampai kau menyuruhku untuk pergi. Bahkan dengan terang-terangan kamu mengusirku.
Aku merasa ada yang tidak beres dengan sikapnya mas Fay terhadapku.
Tangannya menyetir mobilnya itu dengan tatapannya yang terus fokus pada jalanan yang dilaluinya.
Sedangkan di tempat lain, Sabi sudah hampir selesai mengemasi dan menyimpan semua barang pemberian suaminya.
"Ya Allah,masih ada beberapa paper bag yang belum aku masukkan kedalam lemari. Padahal aku sudah sangat capek," keluhnya Sabiyah.
Sabiyah yang sangat capek mulai membuka paper bag itu, tapi ia mengambil apa yang terdapat dalam paper bag itu. Dia segera mengangkat tangannya dengan benda yang terdapat di dalam tas kain itu.
Sabiyah membelalakkan matanya saking terkejutnya melihat isi paper bag itu yang diangkatnya ke depan wajahnya. Dengan cepat Sabiyah melempar benda yang membuatnya sangat terkejut.
"Aghh!! Ini benda macam apa?" Teriaknya Sabiah yang tubuhnya bergerak cepat ke arah belakang.
Benda yang dilempar oleh Sabia berwarna merah terang dengan bentuk yang sungguh membuat Sabi terkejut bukan main melihat pakaian lingerie sangat seksi dengan model yang cukup membuat pria manapun akan tergoda jika istrinya memakai pakaian tersebut.
Seumur hidupnya Sabi baru kali ini melihat pakaian semacam itu. Tanpa disadarinya, pakaian yang dilemparnya itu mengenai wajah seseorang yang baru saja memasuki kamarnya.
Fayyad berdiri mematung ketika sebuah pakaian yang sangat minim bahan itu terlempar ke arah wajahnya.
"Astaughfirullahaladzim itu pakaian apa, ke-na-pa bisa ada di dalam tasnya? apa jangan-jangan itu pakaian milik orang lain tapi salah kirim ke sini?"
__ADS_1