
Fatiah menarik tangannya Farhan dengan cukup keras, saking terkejutnya mendengar perkataan dari Farhan barusan yang mengatakan jika Sabiyah adalah wanita yang dicintainya. Sehingga tubuh Farhan tertarik beberapa meter dari posisinya berdiri.
"Farhan! Apa kamu sadar ha! Dengan apa yang kamu katakan barusan!?" Teriaknya Fatiah.
Fayyad semakin terkejut melihat sikapnya Fatiah. Fayyad memang ada hubungan keluarga dengan Farhan, tetapi mengingat Fayyad workholic sehingga ia sama sekali tidak mengenal Farhan selama ini.
"Kamu itu sudah menikah dengan Mbak Ayesha! Tapi kenapa sekarang kamu mengakui jika mencintai kakak iparku!?"
Fatiah bertanya dengan nada suara yang sedikit membentak keras dan lantang.
"Lihat lah perempuan yang menarik kedua anaknya dari sini itu adalah istri dari kakakku. Istri kakak sepupu kamu sendiri dan beraninya kamu mengklaim kalau dia adalah wanita yang kamu cintai!"
Farhan sama sekali tidak bergeming sedikitpun dan tidak mempermasalahkan apapun yang diperbuat oleh Fatiah.
Semua orang mengalihkan perhatiannya ke arah kepergian Sabi dan kedua anak kembarnya yaitu Orlin dan Ikhbar.
"Aku sungguh heran, kenapa setiap hari semakin banyak saja pasangan suami istri yang tidak setia dengan pasangan hidupnya masing-masing. Tidak di dunia nyata, apalagi di dunia maya atau pun virtual bahkan lebih-lebih di dunia pernovelan!" Kesalnya Fatiah.
Gazzhal kekasihnya Fatiah tertegun melihat sikapnya Fatiah yang terbilang cukup bar-bar karena tanpa ragu memegang kedua tangannya pria yang jelas-jelas postur tubuhnya lebih besar dari dirinya.
__ADS_1
Gazzhal hanya geleng-geleng kepala saja melihat reaksinya Fatiah tanpa berniat untuk menghalangi bakal apa yang akan dilakukan oleh Fatiah. Tiba-tiba Fayyad bertepuk tangan mendengar perkataan dari adiknya itu.
Prok!! Plok!!
"Hebat! Aku sungguh tertawa mendengar kenyataan ini. Pria yang berstatus suami wanita lain malah mencintai istri dari laki-laki lain! Apa kamu tidak waras berani-beraninya mencintai istriku!" Geramnya Fayyad sambil meninju wajahnya Farhan dengan cukup kuat.
Hanya sekali saja Farhan mendapatkan tinjuan dari pria dewasa berusia 38 tahun itu dengan body tubuhnya yang atletis dan terawat diusianya yang tidak mudah lagi.
Farhan menyeka darah segar yang mengalir dari sudut bibirnya itu dengan senyuman meremehkan dan mencemooh ke arah Fayyadh. Farhan bangkit dari posisi duduknya itu sambil membalas tatapan tajamnya Fayyad.
"Makanya punya istri yang sholehah itu dijaga baik-baik bukannya ditelantarkan. Ehh pas istrimu kabur dari sisimu kamu melampiaskan ketidak mampuanmu padaku," cibir Farhan.
"Tuan Muda Fayyad tolong jangan seperti ini, lihatlah ke sana sudah banyak pasang mata yang menyaksikan apa yang kalian lakukan!" Gazzhal mencegah perkelahian antara keduanya.
Fayyad berusaha untuk melepaskan pegangan tangannya Gazhal di tubuhnya yang memegangnya dengan cukup kuat sehingga semakin memberontak Gazhal semakin menguatkan kekuatan tangannya itu.
"Lepaskan! Aku akan menunjukkan kepada dia kalau aku tidak akan ijinkan pria manapun mendekati istriku apalagi mengatakan cintanya terang-terangan di depanku!" Hardiknya Fayyad.
"Stop!! Tolong jangan berkelahi. Kalian malah seperti anak kecil yang berebutan mainan saja!" Kesal Fatiah.
__ADS_1
Fayyad menghempas tangannya Gazzhal," aku tidak akan ijinkan pria manapun mendekati istriku! Karena secara hukum dan negara dia masih istriku. Ingat itu baik-baik jika tidak kamu sudah jelas-jelas mencari permusuhan dengan Fayyad Albiruni Haris!"
Fayyad segera cabut dari tempat yang membuatnya marah dan naik pitam. Sedangkan Farhan sama sekali tidak gentar mendengar perkataan dari Fayyad yang bernada ancaman itu.
"Silahkan saja! Aku tidak akan mundur dan takut dengan gertakanmu!" Teriak Farhan yang sengaja memanasi emosinya Fayyad.
Fatiah hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sepupu jauhnya itu," kamu akan melihat wujud aslinya Abang Fay jika kamu serius dengan perkataanmu itu, bersiaplah untuk menerima akibatnya!"
Fatiah dan Gazzal segera pergi dari area parkiran dan masuk ke dalam mobil masing-masing. Sedangkan Nofal mengekor di belakang papanya.
"Kenapa hubungan orang dewasa itu sungguh rumit? Aku terkadang heran melihat mereka hal yang mudah dipersulit!"
Sabiyah sesekali menyeka air matanya itu yang masih terkadang menetes membasahi pipinya. Orlin menarik kuat tangannya Sabia sehingga menghentikan langkahnya itu. Ia pun menoleh ke arah putri semata wayangnya.
"Bunda! Apa kami salah jika ingin memiliki Papa seperti teman-teman lainnya yang kelurganya lengkap?" Orlin akhirnya menumpahkan segala keluh kesahnya melalui tangisannya yang cukup histeris.
Sabiah sama sekali tidak memikirkan hal-hal seperti ini akan terjadi pada anak-anaknya. Dia tidak pernah berfikir jika anaknya akan komplen dengan keputusannya itu.
Ikhbar reflek bersujud di hadapan bundanya itu," bunda kami ingin punya papa juga. Apa kami tidak pantas dan salah meminta hal ini?" Air matanya Ikhbar pun akhirnya tumpah ruah membasahi pipinya yang chubby.
__ADS_1
Sabiyah terdiam dalam tangisannya itu tanpa sanggup untuk berucap sepatah katapun lagi.