
Dania sempat ragu dan bimbang untuk menjawab pertanyaan dari pak penghulu. Hatinya tiba-tiba dilema dan tidak paham apa yang terjadi padanya saat itu.
"Ibu Danish Najida apakah Anda setuju mengijinkan suami Anda menikah untuk kedua kalinya dengan perempuan lain yang bernama Sabiyah?" Tanyanya kembali Pak Harun Nasution.
Semua orang pandangannya terfokus kepada Daniah yang tiba-tiba terdiam membisu tanpa reaksi apapun. Hanya pandangan matanya saja yang menandakan jika dia sedang banyak pikiran.
Aku harus rela dan ridhoi pernikahan mereka, demi kelangsungan kehidupan rumah tanggaku,jika tidak menikahkan keduanya pasti aku akan segera didepak dari kelurga besar mas Fayyadh ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
Bu Ratna menyentuh lengannya Dania sehingga tubuhnya Dania tersentak karena terkejut. Dania menolehkan kepalanya ke arah Bu Ratna yang segera menenangkan dirinya dan berusaha untuk tersenyum.
"Insha Allah aku ridho dan merelakan suamiku menikahi Sabiah adik sepupuku sendiri pak penghulu," Daniah berujar sehingga mencairkan suasana.
Dania berusaha untuk menahan air matanya yang kedua bola matanya yang sudah berkaca-kaca. Hingga akan berakhir dengan beranak sungai. Dania sesekali menengadahkan kepalanya ke atas dan ke arah samping untuk menghambat laju air matanya itu.
Tetapi, dengan senyuman yang selalu disuguhkan olehnya sehingga membuat semua orang melihat ke arahnya.
Ini konsekuensi yang Anda pilih sendiri jadi mau tidak mau harus menanggung segala resikonya dan konsekuensinya juga.
Bu Ratna hanya geleng-geleng kepala melihat suami istri itu yang tidak percaya kenapa ada keluarga yang seperti mereka. Rela melakukan apapun demi keturunan.
Ya Allah semoga saja semua ini terjadi di dalam kelurganya pak Fayyad dan tidak terjadi di dalam keluargaku yang kecil tapi penuh dengan kehangatan dan kebahagiaan.
Pak Doni menyayangkan kejadian seperti ini terjadi di dalam keluarga majikannya itu. Tapi, apa mau dikata nasib sudah menjadi bubur. Berat memang pilihan ini, tetapi segala sesuatu apapun yang diinginkan pasti butuh perjuangan dan pengorbanan jika menginginkan hasil yang terbaik.
Mungkin aku adalah wanita yang bego, bodoh dan tolol mengijinkan suami sendiri menikahi perempuan lain demi anak.
__ADS_1
Aku memang naif, dan mungkin terlalu berambisi. Tetapi, lebih baik aku berbagi suami dengan adik sepupuku sendiri yang hanya berlangsung selama setahun daripada aku diceraikan dan ditendang oleh mami Widya Chandra dari dalam rumah mewahnya.
Sesekali Dania menghela nafasnya dengan cukup berat, saking hancurnya hatinya menjadi saksi langsung pernikahan dari laki-laki yang begitu dicintainya itu.
Fayyad menggenggam tangannya Dania istrinya itu agar Dania lebih rileks, santai dan tenang tidak perlu memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi.
Fayad mengarahkan wajahnya ke telinga Dania, "Kamu tak usah risau, aku tidak bakalan mencintai perempuan lain siapapun itu,walau status kami adalah suami istri. Ingatlah baik-baik kamu adalah wanitaku satu-satunya di dunia ini tak akan tergantikan oleh siapapun juga,"tegasnya Fayad yang memberikan rasa nyaman pada istrinya itu.
Fahad awalnya tidak memperdulikan atau pun tidak mempermasalahkan masalah keturunan dalam rumah tangganya. Tetapi, mengingat Fayyad adalah anak-anak satu-satunya dalam keluarga besar Haris.
Sehingga Fayad pun dengan berat hati harus memutar otak untuk mencari jalan keluar yang terbaik untuk permasalahan mereka berdua.
Hingga suatu hari, Dania mendapatkan cara yang paling jitu dan tepat untuk mengatasi permasalahannya. Dania kala itu tanpa sengaja membaca beberapa novel online yang temanya tentang nikah kontrak dan sejenisnya.
Apalagi ada beberapa cerita yang kisahnya seperti kemelut rumah tangganya itu. Sehingga ide itu terlintas dalam benaknya untuk mencoba melakukannya dan akhirnya hari ini dia akan memulai perannya berbagi suami.
"Silahkan Pak, istriku mungkin hanya kelelahan sehingga seperti ini," sanggahnya Fayyad.
"Kalau gitu ikuti saya yah pak Fayyad," titahnya pak Harun.
Mereka kembali berjabat tangan satu sama lainnya dengan penuh semangat tatapan mata yang saling beradu pandang.
"Saya nikahkan engkau dan kawinkan ananda Fayyad Albiruni Haris bin Haris Maulana dengan ananda Sabiyah Laika Badiah binti bapak Khaerudin dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas perhiasan 24 karat seberat 22 gram dibayar tunai!" Ucapnya Pak Harun dengan suara yang cukup lantang.
Fayyad menolehkan kepalanya ke arah kirinya dimana Dania berada sedangkan yang ditatap hanyalah berusaha untuk tersenyum dan menganggukkan kepalanya itu.
__ADS_1
"Saya terima nikah dan kawinnya Sabiayah Laika Badiah binti Khaerudin dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!" Tegasnya Fayyadh dengan sekali tarikan nafas dan dengan suara yang cukup lantang dan tinggi.
Dania meremas ujung baju gaun pestanya itu dengan erat, Ya Allah sakit sekali hatiku menjadi saksi langsung pernikahan pria yang begitu aku cintai dengan tulus tanpa berharap lebih.
Daniah menyeka air matanya itu dengan perlahan dan diam-diam. Ketegaran hatinya patut diacungi jempol yang sebenarnya penuh dengan kemunafikan dan kepalsuan.
Aku sungguh tak percaya dan tak pernah berfikir, jika kehidupanku akan berada di titik yang terendah seperti sekarang ini.
Fayyad menatap intens istrinya itu, dia paham betul apa yang terjadi pada Dania kala itu. Ia tidak bisa membatalkan apa yang sudah separuh jalan terjadi. Demi kelangsungan rumah tangganya,dia harus berjuang keras untuk menjalankan apa yang sudah mereka putuskan dan pilih sendiri.
Pak Harun mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat tersebut yang hanya dihadiri oleh sekitar sebelas orang itu.
"Bagaimana para saksi apakah Sah!?" Tanya Pak Harun.
"Sah!" Teriak yang hanya sedikit orang yang menjadi saksi pernikahan mereka.
"Syukur alhamdulilah kalian berdua sudah resmi menjadi suami istri,Bu Dania tolong jemput mempelai pengantin perempuannya," perintahnya pak penghulu.
Dania segera berdiri dari duduknya itu dan berjalan menuju ke dalam kamar pengantin. Sedangkan,Sabi hanya terduduk sambil menekuk kedua lututnya itu sambil menunggu kedatangan seseorang yang sedari tadi meninggalkannya seorang diri.
"Argh!! Kenapa hidupku seperti ini yah Allah!? Apa salahku kenapa aku tidak bisa mengandung walau hanya sekali saja!? Aku sudah berusaha melakukan prosedur bayi tabung dan apalah itu semacamnya inseminasi buatan tapi, semuanya gagal total!" Jeritnya Dania dibalik pintu kamarnya Saniah.
Tubuhnya luruh ke bawah lantai dengan genangan air matanya yang sudah membanjiri wajahnya yang masih nampak cantik dengan make up-nya.
Dia meremas pakaiannya itu dengan penuh amarah. bukan hanya marah dengan kedua mertuanya, tetapi dengan takdir seolah mempermainkan pernikahan dan kehidupannya.
__ADS_1
Ya Allah apa salahku? kenapa aku harus berada pada situasi dan kondisi yang seperti ini!
wanita mana yang rela, ikhlas setulus hatinya berbagi suami dengan wanita lain!