Terpaksa Menjadi Orang Ketiga

Terpaksa Menjadi Orang Ketiga
Bab. 21. Fayyad Shopping


__ADS_3

Fadel Muhammad cukup terkejut melihat apa yang dilakukan oleh majikannya itu. Pria yang sejak lulus kuliah sudah menjadi asisten pribadinya itu.


Apa gerangan yang terjadi pada tuan muda, kenapa tumbenan hari ini membeli pakaian dinas khusus wanita.


Apakah ini khusus untuk istrinya Nyonya Muda Daniah. Tapi, sudah menikah selama lima tahun lebih, tapi penampakan seperti ini belum pernah aku lihat.


Fadel terus-menerus memperhatikan apa yang dilakukan oleh Fayyadh hingga kedua pasang matanya terbelalak melihat begitu banyaknya jenis pakaian lingerie seksi dengan berbagai merk, warna, model sudah dipesan khusus oleh Fayyad.


"Tolong semua pakaian ini dikirim ke alamat ini dan tagihannya dimasukkan ke dalam tagihan kartu kredit ini," titahnya Fayyad yang menyodorkan sebuah kartu alamat rumah dan black card.


Fayyad segera melanjutkan perjalanannya mengelilingi mall tersebut, hingga apa yang dilakukannya membuat Fadel kembali membelalakkan matanya saking terkejutnya melihat apa yang dilakukan oleh Fayyad.


Keduanya masuk ke dalam sebuah toko pakaian khusus wanita berhijab. Begitu banyak setelan gamis dan sejenisnya khusus untuk perempuan yang memakai hijab dalam kesehariannya.


"Tolong pilihkan pakaian yang paling bagus disini dengan ukuran size M, dan pembayarannya pakai kartu ini dan kirim hari ini juga ke alamat ini," titahnya Fayyad.


Nyonya muda Dania bukannya tidak berhijab, terus kenapa pak Fay memilih pakaian seperti model gini,apa jangan-jangan Nyonya Muda diminta menutup auratnya yah?


Segala macam pertanyaan muncul dalam benaknya Fadel melihat tingkah aneh dari Fayyad yang tidak seperti biasanya. Hingga sore hari menjelang magrib, Fayyad dan Fadel baru kembali ke perusahaannya. Tapi, tidak mungkin memiliki keberanian untuk mengutarakan rasa ingin tahunya itu.


Ahh sudahlah mungkin itu untuk Nyonya Dania, kenapa aku juga penasaran dengan siapa yang diberikan khusus olehnya, lagian pria beristri wajar melakukannya. Itu normal saja menurutku.


Keduanya cukup lelah karena sidak yang dilakukannya itu sedangkan Dania yang bersiap ke perusahaan suaminya, entah kenapa berniat mampir ke rumahnya Sabiah.


Dania masuk ke dalam mobilnya dan mengemudikan mobilnya ke arah jalan rumahnya Sabiah terlebih dahulu sebelum ke kantor suaminya.


"Aku ingin melihat anak sok suci dan sok baik itu dan entah apa lagi yang dilakukan oleh Mas Fayyad untuk Sabiah, hari ini memberikan dua pembantu rumah tangga, dan apalagi kejutan selanjutnya," gumamnya Dania.

__ADS_1


Dania mengemudi mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah mewahnya Sabiyah, hingga matanya melotot saking terkejutnya melihat begitu banyaknya barang-barang yang dibawa masuk oleh beberapa orang berpakaian seragam pegawai mall.


"Mas Fay sungguh luar biasa tingkahnya, entah sihir dan guna-guna pemikat apa yang diberikan oleh gadis kampungan itu sehingga memberikan banyak barang mahal. Aku yakin itu dari mas Fay tidak mungkin dari orang lain," tebaknya Daniah yang terus melajukan mobilnya menuju rumah Sabi yang didatangi oleh banyak orang sore itu.


Dania memukul setir mobilnya, awalnya ingin melabrak Sabi karena sudah mendapatkan begitu banyak barang mewah, tetapi karena kembali teringat dengan rencana awalnya, sehingga ia mengurungkan niatnya dan memendam kekesalannya.


Dania memukuli setir mobilnya itu," sial!! Ini anak lama-lama ngelunjak juga. Aku akan memberikan pelajaran kepadanya jika keadaan sudah cukup aman.


Sebaiknya aku ke kantor mas Fay untuk mengorek informasi apakah benar dia yang membelikan atau sengaja melakukan hal itu untuk membuat Sabi betah dan segera hamil calon anak kami.


Dania memutar balik mobilnya menuju ke perusahaan suaminya itu, sedangkan ditempat lain tepatnya di dalam rumahnya Sabi. Gadis berhijab Itu hanya geleng-geleng kepala melihat begitu banyak barang kiriman suaminya.


"Masya Allah apa semua ini hadiah dari tuan muda Fayyad, Nyonya Muda?" Tanyanya bibi Nurmala Sari yang super heboh sambil mengangkat satu persatu benda-benda itu.


"Benar-benar Nyonya Sabi adalah istri paling disayang Tuan Muda Fayyad, buktinya dengan hadiah ini sudah membuktikan kalau Nyonya Sabi memiliki tempat khusus di dalam hatinya Tuan Muda," ucapnya Pak Hidayat yang tidak kalah antusiasnya melihat hadiah tersebut.


Sabi tersenyum simpul menanggapi segala pujian dan perkataan dari kedua asisten pembantu rumah tangganya itu.


Sabi membantu asisten rumah tangganya itu untuk mengangkat beberapa sisa dari paper bag dan kotak-kotak itu. Sabi membuka satu persatu isinya dan betapa terkejutnya dan takjub melihat beberapa tas, sepatu, sandal branded original import sudah menjadi miliknya.


"Subhanallah apakah ini sungguhan milikku ataukah para pengantar barang itu salah kirim paket? Bisa jadi ini semua miliknya Mbak Dania?" Terkanya Sabiah.


Sabiyah segera menyimpan kembali ke dalam kardus sepatu dan lainnya. Ia tidak ingin menyimpan kedalam lemari khusus sebelum memastikan bahwa itu adalah miliknya dan bukan salah kirim.


Hingga suara dering ponsel dari dalam paper bag berwarna putih dengan tulisan logo apel tergigit sebagian itu membuat Sabi terjingkak.


"Astaughfirullahaladzim Allahu, Akbar, kenapa bisa ada suara hp? Bukannya hpku lowbet dan aku cas," Sabiyah kebingungan dengan situasi yang terjadi dalam kamarnya.

__ADS_1


Sabiyah segera mengambil paper bag itu dan merogoh handbag tersebut dan menemukan sebuah handphone dengan merk terkenal dengan tipe keluaran terbaru.


Sabi mengangkat gedjetnya ke hadapan wajahnya itu," ini sungguh hp yg sangat mahal seperti yang aku lihat diiklan televisi, harganya cukup mampu aku pakai makan dan biaya hidup selama beberapa bulan."


"Suamiku," beonya Sabi dengan mengerutkan keningnya melihat tulisan nama yang tertera di layar ponsel barunya.


Sabiyah bergegas mengangkat telpon itu karena tidak ingin mendapatkan omelan dan perkataan yang tidak bermutu dan bisa membuatnya tuli.


Sabi segera menekan tombol power hijau di layar ponselnya itu dan dia mengarahkan telponnya ke telinganya.


"Ha-lo assalamualaikum," ucapnya salam dari Sabiah.


"Apakah hadiah-hadiah khusus yang aku belikan untukmu sudah sampai?" Tanyanya orang dari seberang telpon tanpa menjawab salamnya Sabiyah.


Sabiyah kesal mendengar perkataan dari suaminya itu karena tidak menjawab salamnya. Sabi bersungut-sungut dibalik ponselnya itu.


"Hemph, Pak Fay yang terhormat sebelum memulai pembicaraan tolong dibiasakan untuk mengucap salam ataupun membalas salam. Maaf bukannya aku mengajari Pak Fay hanya sedikit menambah wawasan bapak Fayyad Albiruni Haris yang terhormat," ketusnya Sabiyah.


Fayyad menjauhkan sedikit layar ponselnya itu dari telinganya, dia tidak ingin mendengar ocehannya Sabia yang seperti burung beo saja.


"Maafkan aku, karena terlalu penasaran sehingga melupakannya," kilahnya Fayyad padahal tidak pernah melakukan hal tersebut seumur hidupnya.


"Tolong dibiasakan Pak karena itu adalah doa keselamatan untuk bapak dan untuk saya juga dan insha Allah kita berdua sama-sama mendapatkan pahala,amin ya rabbal alamin," nasehatnya Sabiyah.


"Apa itu namanya tadi kamu suruh aku ngomong apa, maaf aku kurang paham," ujarnya Fayyad yang sesungguhnya tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Sabiyah.


"Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh,"

__ADS_1


"Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh istri kecilku," ucapnya Fayyad yang sedikit terbata.


Sabiyah tersipu mendengar perkataan dari Fayyad pria yang sudah menikahinya empat hari lalu. Pria yang menikahinya atas dasar karena ingin mendapatkan keturunan dari rahimnya.


__ADS_2