The Billionaire'S Daughter

The Billionaire'S Daughter
Bab 12


__ADS_3

Malam ini hotel tempat The Jacob mengadakan pesta telah ramai dengan kehadiran awak media yang sedari tadi menunggu kehadiran The Jacob. Keluarga Jacob ialah salah satu dari sekian banyak keluarga trillionaire di Britania Raya. Dengan latar keluarga bangsawan Skotlandia bersama dengan The McCraven. Perusahaan milik The Jacob tersebar hampir di penjuru dunia.


Keriuhan awak media semakin menjadi ketika bintang di acara ini telah datang, turun dari limosin mewah. Philips Jacob turun lebih dulu dan menyambut tangan sang istri ketika turun dari mobil. Lily Katherine Jacob, merupakan mantan aktris dan putri mantan Menteri Pertahanan Inggris. Jadi sudah dapan dipastikan posisi The Jacob sebagai keluarga kaya dan berpengaruh di Britania Raya. Media riuh mengabadikan momen kemesraan mereka yang sudah tidak muda lagi. Disusul dengan anak-anak mereka, Paul dan Jasmine Jacob, Edward dan Mariana Jacob, serta Karl dan Emilly Jacob. Cucu keluarga Jacob telah menunggu kehadiran mereka di dalam, bahkan media sibuk mengabadikan pasangan Andrew Niall McCraven dan Sarah Dimtrov-Jacob.


Sepertinya isu kedekatan mereka semakin menjadi setelah kedapatan bersama di acara ini. Bahkan Andrew tidak melepaskan pelukan posesivenya dari pinggul Sarah. Tampilan mereka benar-benar memukau siapapun yang melihat, berpikiran keduanya adalah pasangan serasi.


“Kak Sarah…” pekikan suara Halsey tak terelakkan lagi ketika melihat sepupunya berjalan memasuki hall pesta.


“Calm down, Halsey. Many people look around us,” Sarah memukul kecil lengan Halsey.


“Kalian seperti biasa,” ucap Andrew ketus.


“What?” tanya Sarah dan Halsey bersamaan.


“BE-RI-SIK!” tanpa aling-aling Sarah melepas pelukan Andrew, sedangkan Halsey nampak sangat kesal sampai memukul keras lengan Andrew.


“Aawww,” hanya itu suara yang dikeluarkan Andrew saat merasakan betapa sakitnya pukulan Halsey.


“Jadi gadis anggun jangan berprilaku barbar, Halsey.”


Mereka bertiga segera membalikkan badan dan menatap kearah asal suara baritone itu. Di sana tengah berdiri lelaki tampan dan tegap menggunakan setelan jas berwarna abu-abu gelap, lengkap dengan syal berwarna hitam di sisi kerahnya. Mata mereka bertiga tidak lepas dari memandang lelaki yang tadi menegur Halsey.

__ADS_1


“Luke!” ucap mereka bersamaan, sudah seperti paduan suara yang sama sekali tidak merdu.


Halsey berlari kearahnya dan menghambur memeluk Luke, sepupu tertua mereka. Sarah pun tidak ingin kalah dari sepupu kecilnya, ia segera berjalan kearah Luke yang sudah seperti induk monyet. Terang saja seperti induk monyet, Halsey bergelayut dilengan Luke seperti anak monyet yang meminta disusui. Hingga ia sadar ketika langkahnya terhenti, ada tangan besar yang mencekalnya.


“Andrew please,” Sarah menatap Andrew yang mencekal tangannya dengan tatapan memohon, matanya berbinar dan mengedip lembut. Membuat Andrew tersipu malu mendapati gadis yang dicintainya mulai bersikap normal.


“Okay!”


“Hey, big bro. How are you? Long time no see…” Sarah memeluk sepupunya tersebut dengan Halsey yang masih bergelayut manja di lengan Luke.


“Terlalu formal, Sa. Kau pikir sedang membicarakan bisnis denganmu,” tangannya melepaskan pelukan Sarah dan Halsey.


Mereka berempat akhirnya berpencar dan menyibukkan diri berbaur dengan para tamu. Sarah pun ikut berbaur dengan Ayah dan Ibunya, juga relasi bisnis mereka. Hingga akhirnya Edward Jacob membawa seseorang kehadapannya, lelaki yang sudah pernah ia temui sebelumnya.


“David Schneider, Miss Sarah,” mereka berjabat tangan pertanda resmi berkenalan.


“Sarah Dimitrov-Jacob,” Sarah **** senyum karena malu mendapati lelaki dalam mimpinya tengah berdiri didepannya. Bahkan saat ini sedang menjabat tangannya, walaupun hanya sebagai tanda perkenalan.


“Lebih baik?” David memecah keheningan antara dirinya dan Sarah selepas kepergian Edward dan Mariana Jacob.


“A-apa?” tanyanya gugup saat tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


“I ask you, now you feel better?” David menatap dingin Sarah, karena ia beruha mengendalikan diri agar tidak memeluk atau lebih parahnya mencium gadis itu. Sekedar menutupi sedikit rasa canggung dan rindunya berdiri dihadapan wanita yang ia cintai.


“Aah… I am okay. Hanya sedikit shock saja kemarin.” Sarah berusaha menghilangkan rasa gugupnya dengan menenggak segelas wine yang dibawa oleh pelayan. Hingga ia terperanjat ketika mendengar suara bising dari arah pintu masuk.


“Sarah…”


Ampun! Kenapa selalu saja aku didekatkan dengan orang-orang yang urat malunya sudah putus. Sarah mendengus kesal memalingkan wajah kearah lain, karena malu sahabatnya meneriakkan namanya. Bukan hal baru jika Sarah tidak menyukai kebisingan seperti barusan, bahkan sebelum kecelakaan naas itu terjadipun ia sudah seperti ini.


“Carol, kau bisa tidak untuk mempermalukanku? Kalau dirimu sendiri silahkan saja,” ucap Sarah ketus. Membuat David yang tengah berdiri di sisinya heran, seorang Sarah bisa mengucapkan kalimat pedas seperti tadi.


Benar-benar bukan seperti Sarah yang aku kenal. David menggelengkan kepalanya menatap Carol yang didampingi pasangannya, Aaron.


“Lho. Kau yang di club itu kan?” Aaron menunjuk wajah David, dan membuat lelaki itu merasa tidak nyaman.


“Hmmmmm…” Ia hanya mengguman sebagai jawaban atas pertanyaan lelaki berambut merah tersebut.


***


Dilain sisi tidak hanya Sarah dan David yang terkejut mendengar teriakan Carol. Nyaris seluruh orang di hall pesta tersebut mendengarnya, entah mengapa suara Carol begitu menggema. Hingga suara alunan musik di ruangan tersebut kalah pamor dengan suaranya. Sebagian keluarga Jacob hanya tersenyum sembari menggeleng ketika melihat tingkah Carol.


Namun ada pemandangan yang mengganggu mata Andrew yang tengah asik berbincang dengan Luke, Anthony, Henry, Harry, dan Nick Jacob. Sedari tadi ia asik berbincang dengan 5 sepupu Jacob, hingga suara Carol memecah arah pembicaraan mereka.

__ADS_1


“Brengsek!!!” makinya tidak tertahankan.


“Brengsek! Harusnya kuperingatkan dia!” Suara yang sangat Andrew kenal membuatnya terperanjat, bahkan setelah ia melihat pemilik suara itu menatap tajam kearah yang sama dengannya.


__ADS_2