
“With all my heart, I take you Sarah Dimitrov-Jacob to be my wife. I will love you through the good and the bad, through the joy and the sorrow. I will try to be understanding, and to trust in you completely. I will make you a part of me and in turn, become a part of you. Together we will face all of life's experiences and share one anothers dreams and goals. We will be equal partners in an open, honest relationship throughout the years.”
“With all my heart, I take you Andrew Niall McCraven to be my husband. I will love you through the good and the bad, through the joy and the sorrow. I will try to be understanding, and to trust in you completely. I will make you a part of me and in turn, become a part of you. Together we will face all of life's experiences and share one anothers dreams and goals. We will be equal partners in an open, honest relationship throughout the years.”
Senyum merekah dari wajah cantik dan tampan pasangan yang sedang berdiri di altar. Mengucapkan janji sehidup semati di hadapan Tuhan dan orang-orang tercinta mereka. Pernikahan Sarah Domitrov-Jacob dan Andrew Niall McCravel berlangsung di salah satu katerdral terbesar London. Dihadiri oleh keluarga besar mereka berdua dan beberapa orang penting.
Setelah memakaikan cincin pernikahan di jari masingmasing, Andrew mendekatkan wajahnya pada wajah Sarah. Membelai lembut pipi wanita yang telah menjadi istri dan ibu dari putranya, Niall Jacob McCraven. Mengecup bibir Sarah lembut dan dalam, mencecapnya penuh cinta. Sungguh tidak ada hari yang lebih membahagiakan dari hari ini.
Malamnya sebuah pesta diadakan di hotel milik keluarga McCraven. Banyak bangsawan dan pengusahapengusaha dari penjuru dunia menghadiri pernikahan Sarah dan Andrew. Mengingat betapa terkenalnya kedua keluarga mereka, sudah dapat dipastikan betapa mewah dan meriahnya pesta ini.
Belum reda kehebohan publik setelah kehadiran Niall Jacob McCraven yang menjadi sorotan di pesta ulang tahun Ailbert James McCraven. Publik kembali dihebohkan dengan kabar pernikahan kedua orangtua bayi tersebut.
Flash back on...
“Maafkan aku...” lirih Sarah dalam pelukan Andrew.
Ia sungguh tidak perduli lagi ada ratusan pasang mata yang tengah melihatnya. Ada yang mencibir dan ada juga yang menatap haru ke arahnya. Sungguh ia tidak perduli dengan pandangan orang-orang padanya saat ini. Yang ia tahu bahwa kebahagiaannya sedang memeluknya saat ini, tempatnya berpegangan dan menopang diri selama ini. Cinta yang dia tinggalkan hampir 2 tahun dan ia abaikan cukup lama.
Andrew Niall McCraven
Lelaki bermata biru dan rambut coklat sedang memeluk tubuhnya mesra. Seakan takut jika yang ia peluk saat ini hanya sebuah bayangan. Seperti yang sudah-sudah, ia selalu membayangkan kehadiran Sarah. Sungguh ia tidak ingin kehilangan wanita ini lagi, terlebih setelah tahu mereka memiliki seorang putra.
“Semua salahku karena hanya diam menunggu dan tidak berusaha mencarimu,” ucap Andrew yang terus mengecupi puncak kepala Sarah dan pipi Niall bergantian.
“Cukup mesra-mesraannya, pesta akan segera dimulai. Bintang utamanya bukan kalian bertiga, walau cucuku telah mencuri perhatian ratusan pasang mata di sini,” Ailbert menginterupsi kemesraan putranya dengan sang tunangan.
Ailbert meraih tubuh gemuk Niall yang sedari tadi berada dalam pelukan Andrew. Ia masih belum percaya bahwa ia sudah menjadi seorang kakek. Cucunya begitu menggemaskan, bahkan ia membawanya ke atas panggung untuk mengucapkan kata sambutan.
“Selamat malam para tamu yang telah bersedia hadir di pesta perayaan ulang tahun saya. Wah... Ternyata saya sudah tidak muda lagi,” kekehnya melirik kearah para tamu yang ikut tertawa mendengar leluconnya.
“Seperti yang kalian lihat, dalam pelukan saya saat ini ada seorang bayi tampan dan menggemaskan. Niall Jacob McCraven, cucu pertama saya yang menjadi hadiah terbaik tahun ini,” lanjutnya sembari mengecupi pipi Niall yang bulat menggemaskan.
Pesta pun kembali berlangsung dengan sangat meriah. Sarah dan Andrew terus saja menjadi tontonan ratusan pasang mata. Karena sedari tadi keduanya terus bermesraan, Andrew tidak membiarkan wanitanya beranjak sedikitpun dari sisinya. Ia takut jika kepergian Sarah akan sama seperti hampir 2 tahun lalu.
Andrew melangkahkan kaki menuju panggung, mendekati piano yang berada di sana. Karena ia dan adikadiknya menyiapkan seorang pianis untuk menjadi hiburan pesta ulang tahun Ailbert.
Sarah melihat kearah Andrew yang telah duduk di depan piano dengan wajah mendekati microfone. Jari jemarinya mulai memainkan tuts piano.
Mengalunkan melodi indah, membuat siapapun yang mendengarnya ikut terbuai. Hingga suara yang cukup enak didengar keluar dari mulutnya. Menyanyikan bait demi bait lagu kesukaan Sarah sejak dulu.
Another day without your smile
__ADS_1
Another day just passes by
But now i know how much it means
For you to stay right here with me
The time we spent apart will make our love grow stronger
But it hurts so bad i can’t take it any longer
I want to grow old with you I want to die lying in your arms
I want to grow old with you I want to be looking in your eyes
I want to be there for you, sharing everything you do
I want to grow old with you
Mata Sarah berkaca-kaca mendengar ketulusan dari setiap lirik yang dinyanyikan Andrew. Sungguh ia sangat mencintai lelaki ini, yang dengan sabar menghadapinya, menunggunya, dan mencintainya walau menyakitkan. Sungguh hatinya telah terpaut pada lelaki bermata biru ini.
A thousand miles between us now
It causes me to wonder how
It makes our risk right all along
The time we spent apart will make our love grow stronger
But it hurt so bad i can't take it any longer I want to grow old with you
I want to die lying in your arms
I want to grow old with you
I want to be looking in your eyes
I want to be there for you, sharing everything you do
I want to grow old with you Things can come and go
I know but Baby
__ADS_1
I believe Something's burning strong between us Makes it clear to me
I want to grow old with you
I want to die lying in your arms
I want to grow old with you
I want to be looking in your eyes
I want to be there for you, sharing everything you do
I want to grow old with you
Riuh tepuk tangan terdengar mengisi ballroom hotel saat Andrew menyelesaikan nyanyiannya. Sudah bisa ditebak apa yang akan terjadi setelahnya. Karena Andrew mengambil microfone dan berjalan menuruni panggung. Melangkah kearah wanita cantik berambut pirang dengan balutan gaun hitamnya yang cantik.
“Saat dulu kau duduk sendiri di sudut ruangan ini, kau telah menangkapku. Memenjarakan mataku hanya untuk menatapmu, bukan yang lain. Aku tidak tahu apa menariknya seorang gadis kecil yang duduk memeluk tubuhnya sendiri. Wajahnya terlihat bosan dengan suasana pesta yang dihadiri orang-orang dewasa. Aku memutuskan untuk menemaninya yang hampir saja menangis, karena kakak laki-lakinya juga mengacuhkannya. Saat kami beranjak remaja, perasaan ingin melindungi itu semakin besar. Rasanya aku seperti tercekik oleh perasaan yang belum ku ketahui. Untuk bernafas pun rasanya sulit jika berdekatan dengannya. Sungguh ia telah memenjarakanku dalam dunianya, menjadikan dirinya sebagai pusat hidupku. Melihatnya tersenyum walaupun bukan aku alasannya tersenyum, aku merasa bahagia. Karena yang terpenting untukku adalah kebahagiannya. Namun jika ia menangis dan terluka, maka aku pun merasakannya. Sungguh aku mencintainya... Cahaya matahariku di siang hari dan cahaya bulan bintang ku di malam hari,” Andrew mengehentikan kata-katanya ketika tepat berada di hadapan Sarah.
Wanita itu menitikkan air matanya mendengar penuturan Andrew, yang ternyata memiliki perasaan padanya selama itu. Ia tidak menyadarinya.
“Sarah Dimitrov-Jacob, a women that I love. A mother of my son, Niall Jacob McCraven. Will you marry me? For the rest of my life...” ucap Andrew berlutut di depan tunangannya yang masih menangis, bahkan tangisannya lebih deras dari sebelumnya.
Sarah mengangguk pelan sebagai jawaban, karena saat ini ia tidak mampu berkata-kata lagi. Semua orang yang berada di sana bersorak bahagia atas kebahagiaan orang tua dari Niall Jacob McCraven.
Flash back off...
Sarah dan Andrew yang sedari tadi menampilkan senyum terbaik mereka dan bermain bersama sang putra langsung membeku di tempat. Mata keduanya menatap pasangan yang berjalan kearah mereka. Seorang wanita sedang bergelayut manja pada pria yang menatap pasangan pengantin dengan tatapan terluka.
David Schneider menghadiri pesta pernikahan wanita tercintanya dengan wanita yang telah ia nikahi beberapa minggu lalu. Pilihannya menikahi Caroline Auermann untuk melupakan Sarah rupanya bukan pilihan yang tepat. Bahkan sampai saat ini ia masih terluka melihat pasangan itu.
“Selamat untuk kalian berdua,” ucapnya ketika telah berada di hadapan Sarah dan Andrew yang sednag tersenyum canggung padanya.
“Terima kasih, Dave,” ucap Andrew menerima jabatan tangan dari David.
“Semoga kalian berbahagia,” ucap Caroline memeluk Sarah dengan sayang.
Karena Caroline sangat tahu bagaimana kisah cinta ketiga orang didekatnya ini. Ia adalah sahabat Anthony Jacob, jadi tidak sulit baginya untuk tahu kisah cinta segitiga antara suaminya, Sarah dan Andrew.
“Semoga kalian juga berbahagia...” ucap Sarah ketika mengurai pelukan Caroline dari tubuhnya.
Pasti Sarah... Aku akan membuat Davidmu bahagia walau artinya aku harus sering merasa sakit dan terluka. Lirih Caroline dalam hati.
__ADS_1
Selesai