The Billionaire'S Daughter

The Billionaire'S Daughter
Bab 17


__ADS_3

“Shall we???”


“Yes, I want you to touch my whole body. Cause I am your,” lirihnya.


“May I?” Lelaki itu merubah posisi tepat diantara kedua paha Sarah yang terbuka. Menatap Sarah yang mengedipkan mata sebagai tanda bahwa ia telah siap untuk penyatuan mereka.


Secara perlahan ia mulai menurunkan pinggulnya dan memposisikan miliknya tepat pada inti tubuh gadisnya. Membuat gadis cantik itu terpekik ketika merasakan sesuatu mengoyak dan memaksa untuk memasukinya. Lelaki itu terus melanjutkan kegiatannya untun menyatukan tubuh mereka malam ini, secara perlahan dan lembut karena ia tahu ini akan menyakitkan bagi Sarah.

__ADS_1


“Shhhhh...” Sarah hanya meringis menahan perih pada inti tubuhnya.


Bulir bening keluar dari sudut mata Sarah, lelaki itu langsung menghentikan pergerakannya di bawah sana. Ia tdak tega melihat wanita yang ia cintai merasakan sakit dan terluka. Ia berusaha mengalihkan perhatian Sarah dengan memberikan kecupan-kecupan kecil yang akan membuat tubuhnya semakin reaks. Wajah putih pucat itu kembali memerah yang artinya telah benar-benar siap untuk penyatuan mereka di bawah sana. Ia melumat bibir Sarah dengan penuh gairah sembari memasukkan dirinya ke inti tubuh Sarah. Bahkan ia bisa merasakan jika Sarah sedikit terpekik dalam ciuman mereka ketika milikhnya telah berhasil menyeruak masuh di bawah sana.


Tangannya mencengkram bahu lelaki itu dengan cukup keras, bahkan membuat luka koyak di sana. Ia masih belum terlalu nyaman di bawah sana, belum lagi rasa nyeri itu begitu menyiksa. Hingga gairah telah kembali menguasai dirinya, Sarah merasakan bahwa penyatuannya di bawah sana benar-benar nikmat. Ia terus mendesah nikmat di telinga lelakinya, menikmati deru nafas hangat milik lelaki itu tepat di telinganya. Merasakan gesekan dada mereka dan inti tubuhnya yang penuh di bawah sana.


“No matter how, you're mine, Darling.”

__ADS_1


“Call my name when you come, Darling.”


Sarah sudah terbuai dengan pergulatan mereka hanya menggeleng tak tentu arah. Inti tubuhnya benar-benar seperti akan meledak sekarang dan tangannya segera mencengkram pinggul yang masih bergerak liar itu. Tubunya melengkung dengan dada membusung, matanya setengah terbuka dan mulutnya meneriakkan satu nama. Nama pria yang yang tengah merengkuh puncak kenikmatan dengannya.


“A-aah Andrew....” Sarah tergelepar saat mendapatkan pelesannya dan dengan sentakkan keras Andrew memberikan benihnya pada Sarah.


“A-aah you're mine...” erangan mereka nyaris bersamaan ketika mencapai puncak kenikmatan yang telah lama dirindukan. Sesuatu yang mereka inginkan tapi selalu mampu mereka kendalikan. Ia mengecup bibir Sarah dan merebahkan tubuhnya di sisi wanitanya yang terkulai akibat rasa lelah setelah pertempuran mereka.

__ADS_1


“Thank you, Darling. Sorry for forget you and I agree to marry you.” Sarah merebahkan kepalanya di dada berbulu Andrew, dan pernyataan Sarah barusan sungguh membuat lelaki itu merasa hidup. Setelah sekian lama akhirnya perjuangan dan penantiannya membuahkan hasil.


Sepanjang malam erangan dan desahan dari dua insan yang saling merindukan memenuhi seluruh kamar, menyalurkan segala perasaan di hati. Keduanya.


__ADS_2