The Billionaire'S Daughter

The Billionaire'S Daughter
Bab 37


__ADS_3

Sudah 2 bulan Sarah mengerjakan proyek renovasi mansion bergaya klasik Perancis milik mendiang Olivier Julian Roux. Jauh dari keluarga besar dan juga tunangannya, Andrew Niall McCraven yang selalu mengalah untuknya. Nick pun sudah kembali ke London sejak sebulan lalu, karena masa cutinya telah habis di Kejaksaan. Seandainya saja Nick hanya seorang pengusaha, dan bukan seorang Jaksa seperti sekarang, sudah pasti ia akan lebih lama menemani Sarah.


Namun ia tidak kesepian karena sepupunya yang lain menemani secara bergantian. Kecuali Halsey yang dilarang untuk menemani Sarah sendirian, mengingat betapa manjanya gadis itu. Saat ini Sarah ditemani oleh Halsey dan Henry yang sudah seminggu terakhir berada di Kanada. Semua sesuai dengan perintah Philips Jacob, kakek mereka yang terkenal posesif. Sesekali Edward dan Mariana mengunjungi putri tunggal mereka untuk melepas rindu. Hanya Andrew yang tidak pernah datang mengunjungi Sarah, karena itulah permintaannya.


Saat ini Sarah tengah menikmati makan malam dengan kedua sepupunya di sebuah restaurant Perancis di Quebec. Karena entah kenapa sore tadi ia sangat ingin makan di tempat ini. Perut, hati dan pikirannya meraung-raung minta untuk dipuaskan dengan makan hati angsa. Jadilah di sini mereka bertiga berada, menikmati makan malam dengan wine yang manis.


“Kau tidak merindukannya, Kak?” tanya Henry sangat penasaran dengan sepupunya yang pendiam itu.


“Mean what? Who?” Sarah menaikkan sebelah alisnya tidak mengerti siapa yang dimaksud Henry.


“Your fiancé,” lirihnya nyaris tak terdengar, karena khawatir perasaan Sarah belum stabil.


“Of course I miss him, feel wanna kiss him right now,” ucap Sarah dengan sendu menatap wine dalam gelas yang sedari tadi ia goyang-goyangkan.


“Lalu kenapa kau melarangnya menemuimu?” tanya Henry masih penasaran alasan Sarah melarang Andrew untuk menemuinya.


“Aku hanya butuh waktu untuk berdamai dengan masa laluku, karena sampai saat ini pun aku belum bisa benar-benar melupakan Dave,” ucapnya tegas sampai membuat Halsey yang sedari tadi menjadi pendengar bergidik ngeri.


“Kau yakin bisa melupakannya, Kak?” tanya Halsey penasaran.


“Tidak, tapi setidaknya aku bisa berdamai dengan rasa sakit yang dia buat.”


“Sesakit itu ya?” tanya Halsey pelan sembari menundukkan kepala, karena ia masih ingat bagaimana saat ia mendukung David.


“Jangan bodoh, Halsey! Bahkan David memiliki anak dari wanita itu,” Henry sedikit membentak Halsey, karena ia sama seperti ketiga sepupunya yang lain. Membenci perbuatan David.


“A-anak?” tanya Sarah tergagap, tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


“Ya, namanya Gabriel,” jawabnya mengabaikan raut wajah terkejut milik sepupu dan adiknya.

__ADS_1


“Gabriel anak Valleria dan David? Mereka sungguh sejauh itu?” tanya Sarah masih tidak percaya dengan fakta baru ini.


“Iya. Jadi sebelum menjadi kekasihmu, Dave adalah kekasihnya dan mereka memiliki seorang putra yang sekarang dirawat keluarga Schneider setelah ia meninggal.”


“Meninggal?” tanya Sarah dan Halsey bersamaan, karena mereka berdua belum mengetahui tentang fakta ini.


Henry rasa ini memang sudah saatnya untuk bicara jujur pada Sarah, karena menurutnya tidak baik terlalu lama menutupi kebenaran. Terlebih dari keluarga sendiri, masih jelas dalam ingatannya betapa Sarah terpuruk setelah kecelakaan itu. Valleria salah jika mengancam kakak sepupunya, hanya saja karena kontrol diri Sarah yang kurang baik saat itu sehingga kejadian buruk itu terjadi. Termasuk aksi penculikan Valleria yang dilakukan sepupu tertua mereka. Walau akhirnya wanita itu bunuh diri tepat saat Luke membebaskannya. Akhirnya ia menceritakan semuannya tanpa ada lagi rahasia untuk Sarah.


“Ke---kena--pa?” Sarah berucap dengan susah payah, karena lidahnya kelu. Belum lagi kepalanya yang mendadak sakit dan perutnya terasa keram saat ini.


“Aaaarrrggghhh...” Sarah berteriak ketika merasakan perutnya seperti dicengkram erat.


Tangannya terus memegang perut dengan air mata yang sudah keluar tidak tertahankan. Henry dan Halsey panik melihat Sarah meringis kesakitan. Orang-orang yang berada di dekat mereka pun ikut panik dan berusaha membantu memanggil ambulance. Hanya saja Henry melarangnya, karena ia sudah meminta orang kepercayaannya untuk menyiapkan ambulance milik Philips Jacob's Hospital yang ada di Quebec.


Selang 15 menit menunggu dengan Sarah yang tidak sadarkan diri dan Halsey yang terus menangis karena panik, ambulance milik Philips Jacob's Hospital telah datang untuk membawa tubuh tak berdaya Sarah. Dengan panik Halsey mengambil ponselnya untuk menghubungi siapapun keluarga Jacob yang ada dalam daftar panggilan terakhirnya.


“Halsey, kau kenapa?” tanya suara di seberang sana.


“Kak Sarah... Hiks...” tangisnya pecah.


“What happen with her?” suara di seberang sana mulai terdengar panik.


“Kak Luke... Kak Sarah pingsan setelah mengeluh sakit di perut dan kepalanya,” Halsey yang sedang berada dalam mobil Henry masih menangis.


“Di mana kalian sekarang? Aku dan Anthony segera ke sana,” tanya berusaha Luke kembali tenang.


“Kau di mana, Kak?” tanya Halsey yang masih menangis karena khawatir pada kondisi Sarah di dalam ambulance menuju Philips Jacob’s Hospital.


“Manhattan.”

__ADS_1


“APA???” teriak Halsey dan Henry bersamaan saat mendengar jawaban Luke.


Luke dan Anthony akan ke Quebec dari Manhattan sekarang. Sudah gila rupanya sepupu tertua mereka, walau memiliki pesawat jet pribadi tapi tetap saja rasanya bisa sampai ke Quebec sekarang juga.


“Mungkin dini hari kami baru akan sampai di sana, tolong kau dan Henry kabari keluarga Jacob di London,” perintah Luke pada Henry yang sibuk menyetir dan Halsey masih terisak karena panik.


Mobil Henry telah memasuki area rumah sakit di mana tepat di depannya ambulance yang membawa tubuh Sarah juga berhenti. Seingat mereka Sarah jarang sekali sakit, apalagi sampai pingsan. Kecuali sejak kecelakaan naas yang menimpa sepupu mereka dan mengakibatkan trauma mendalam. Henry bahkan nyaris mengamuk pada pihak restaurant karena sesaat sebelum pingsan Sarah menahan sakit pada perutnya. Bukan tidak mungkin jika kakak sepupunya itu mengalami keracunan makanan. Sebagai seorang pengacara, sudah dipastikan ia akan menuntut restaurant itu jika memang semua terjadi karena makanan yang dimakan Sarah.


“Hello, Paman. Kak Sarah masuk rumah sakit,” terdengar suara tegang Henry yang berjalan bersisian dengan brankar Sarah. Disampingnya juga ada Halsey yang tidak berhenti menangis, benar-benar gadis manja dan cengeng.


Sudah hampir sejam Sarah berada di dalam ruang penanganan dengan team dokter terbaik rumah sakit milik kakek mereka. Sedari tadi Henry nampak sibuk menghubungi keluarga Jacob di London, sesuai dengan perintah Luke. Sudah dipastikan keluarga mereka akan segera datang keesokan harinya, karena mereka keluarga yang solit. Apapun akan dilakukan demi menjaga dan melindungi satu dan lainnya.


“Diamlah, Halsey... Kepalaku sakit mendengar tangisanmu,” keluh Henry tidak tahan dengan tangisan adiknya.


“Tapi bagaimana kalau sampai terjadi Sesutu padanya? Nanti yang lain akan berpikir jika kita gagal menjaga salah satu dari The Jacob, Kak,” Henry mengerti bagaimana perasaan adik manjanya saat ini, jadi ia membawa tubuh mungil Halsey kedalam pelukannya. Memberi ketenangan agar tidak menangis lagi, ia juga memiliki kekhawatiran yang sama. Akan tetapi ia harus tetap tenang karena tidak ada yang lebih tua di sini selain dirinya sebagai perwakilan keluarga Jacob.


Tak lama seorang dokter keluar dari ruangan, raut wajahnya tidak bisa dikatakan tenang. Henry bisa melihatnya dengan jelas, membuatnya cepat menanyakan kondisi Sarah.


“Bagaimana sepupu kami?” tanya Henry yang sudah menghampiri dokter berkepala botak itu.


“Dia sedikit mengalami shock dan kelelahan,” jawab dokter bernama James Sulivan itu.


“Tadi dia memegangi perutnya, Dok, sepertinya sangat kesakitan,” ucap Halsey yang sudah tenang.


“Kondisi kehamilan Nona Sarah Jacob cukup lemah, jadi shock yang ia alami menimbulkan kontraksi pada kandungannya,” terang Dokter Sulivan yang berhasil membuat kedua kakak beradik itu tak percaya.


“Sarah hamil?”


Henry dan Halsey menoleh ke arah suara yang berasal dari koridor yang sama dengan mereka. Tidak menyangka dengan apa yang mereka lihat saat ini, sudah cukup kehamilan Sarah yang membuat mereka terkejut. Jangan lagi sekarang.

__ADS_1


__ADS_2