The Billionaire'S Daughter

The Billionaire'S Daughter
Bab 13


__ADS_3

Di sudut ballroom hotel berbintang di London, seorang gadis kecil sedang duduk memeluk kakinya sendiri. Matanya bulat berwarna hijau dengan bulu mata lentik, dan wajahnya terlihat seperti boneka. Ia mengabaikan hiruk pikuk pesta yang tidak menarik minatnya, menyingkir ke sudut ruangan karena bosan. Gadis kecil pemalu berambut pirang dikuncir kuda, mengenakan gaun baby pink dipadukan dengan sepatu balet warna senada membuatnya terlihat manis.


Gadis itu tersadar dari lamunannya ketika merasa seseorang duduk di sisinya, ia mengangkat kepala untuk melihat siapa orang itu. Tepat di sisinya tengah duduk seorang anak laki-laki berambut coklat dengan manik mata biru sebiru lautan.


"Are you alone?" anak laki-laki itu tersenyum hangat padanya.


“Ya! Orang tuaku sibuk dengan teman-temannya.”


“Ini kali pertama kau datang ke pesta, gadis kecil?”


“Kakak benar, lebih baik aku dirumah saja,” jawabnya bosan.


“Andrew...” anak laki-laki itu mengulurkan tangan pada gadis kecil yang terlihat sama bosannya dengan pesta ini.


“Sarah...” gadis itu membalas uluran tangan Andrew.


“Nama yang manis, kenapa tidak menikmati pestanya, adik kecil?”


“Sangat bosan dan Kakakku juga tidak menemani,” Andrew mengikuti arah pandangan Sarah, sampai menemukan titik yang dituju oleh Sarah.


“Luke?” Sarah memalingkan wajahnya, menatap Andrew penuh tanya.


“He's your brother?” tanya Andrew penasaran yang hanya mendapat anggukan dari Sarah.


Saat itu Sarah masih berusia 4 tahun jarang ikut bersama orang tuanya menghadiri pesta bisnis seperti ini. Andrew berusia 4 tahun lebih tua darinya ialah sahabat Luke, sepupu Sarah. Sejak hari itu keduanya sering bermain bersama, bahkan sampai beranjak remaja. Andrew sangat tahu karakter Sarah yang pendiam dan sulit membuka diri pada lingkungan atau orang baru.


Terkadang ia harus selalu mengawasi Sarah yang sering kali mendapat kesialan akibat sifat antisosialnya. Carol dan Aaron adalah sahabat Sarah sejak masa free school, dan mereka juga sangat mengenal sosok Andrew.


Andrew Niall McCraven adalah pewaris kerajaan bisnis media terbesar di Britania Raya. Terlahir sebagai putra tunggal dari 3 bersaudara dengan 2 adik perempuan. Andrew tidak dimanja sedari kecil, bahkan didikan dari orang tuanya ialah untuk mendapatkan apa yang diinginkan dengan usaha sendiri. Hal itu terbukti dengan kisah suksesnya membangun kawasan apartement mewah di Washington DC bersama dengan Luke saat masih kuliah dan sebuah hotel mewah di Waikiki, Hawaii. Bahkan saat ia masih menempuh pendidikan untuk meraih gelar masternya di MIT. Andrew adalah lelaki pertama bagi Sarah Dimitrov-Jacob, karena gadis itu memang tidak mengenal lelaki lain selain keluarga dan sahabat-sahabatnya.


“I love you, Sarah. I hope you can wait me till I'm back to London.”


Kecupan kecil mendarat dikening Sarah saat melepas kepergian Andrew untuk melanjutkan pendidikannya di MIT, Amerika. Awalnya hubungan jarak jauh mereka jalani dengan baik dan tanpa masalah. Namun semuanya berubah ketika Andrew sibuk membangun bisnis hotel di Hawaii dan jarang menghubungi kekasihnya yang masih sangat muda itu. Hingga akhirnya hubungan keduanya harus kandas ketika Andrew kembali ke London, dan setelahnya memutuskan tetap menjadi sahabat.


***


Siang itu Andrew masih sibuk di gedung stasiun TV milik The McCraven. Pikiran dan matanya fokus menatap layar PC yang ada di hadapannya. Ia adalah sosok pemimpin yang sangat menjujung tinggi profesionalitas dalam hal pekerjaan. Banyak dari mereka yang takjub dan selalu mengagumi sosoknya yang humble, walau terkadang membuatnya terkesan playboy. Ia sering kedapatan berganti pasangan beberapa kali dalam sebulan, yang sebenarnya hanya teman. Terlebih lagi semua itu selalu jadi konsumsi publik.


“Damn!!! Who disturb me?”


Andrew berdecak kesal karena ponselnya sedari tadi tak hentinya bergetar. Benar-benar memecah konsentrasinya memeriksa beberapa laporan perusahaan. Ia menatap layar pemanggil pada ponselnya.


Aeleen Leaghsaid McCraven

__ADS_1


Ia segera menjawab panggilan yang ternyata dari adiknya. Dahinya menggerut dan wajahnya diliputi kecemasaan saat mendengar suara isakan diseberang sana.


“Ada apa? Calm down, Leen...”


“Sarah. Hiks...”


“Sarah? Apa yang terjadi padanya?” suara Andrew terdengar tidak tenang seperti biasa.


“Dia mengalami kecelakaan di Skotlandia.. Hiks...” isak tangis Aeleen tidak berhenti membuat Andrew semakin panik.


Ia memutus sambungan telepon setelah tahu kondisi Sarah, setelahnya menghubungi keluarga Jacob untuk mengkonfirmasi berita tersebut. Namun nampaknya berita itu benar adanya, karena tidak ada satupun anggota keluarga Jacob yang dapat dihubungi. Karena mereka memang sedang sibuk dan dalam perjalanan ke Skotlandia untuk Sarah. Andrew menghela nafas sebelum memanggil personal asistennya untuk mengurus kepergiannya ke Skotlandia saat itu juga.


“Aku masih sangat mencintaimu, tolong bertahanlah...” lirihnya saat memacu mobil menuju Heathrow Airport.


Pikirannya benar-benar kacau saat ini, mendengar bahwa gadis yang dicintainya mengalami kecelakaan bukanlah berita baik. Terlebih saat ia harus belajar untuk merelakan Sarah bahagia dengan kekasih barunya, David Schneider. Di bandara seluruh keluarga McCraven telah menunggu kedatangannya. Ailbert James McCraven mendekati putranya yang terlihat kalut. Walaupun tidak meneteskan air mata namun manik biru itu sarat akan kesedihan.


“Kak Andrew...” seorang gadis berlari kearahnya, memeluk erat tubuh tegapnya yang masih shock.


“I'm okay, Arabela. Kita harus pergi sekarang, dia sangat membutuhkan kita,” Andrew melepaskan pelukan adik bungsunya yang masih menangis. Dia tahu benar seberapa dekat adik-adik perempuannya dengan Sarah. Bahkan saat ini pun Sarah tengah berlibur ke Skotlandia dengan ibu dan adiknya.


Keluarga McCraven tiba di Edinburgh Airport setelah menempuh perjalanan yang cukup lama menurut Andrew, terlepas dari pesawat jet pribadi yang mereka miliki. Setibanya di sana mereka bergegas menuju Royal Edinburgh Hospital, tempat Sarah dirawat. Pemandangan menyedihkan di sana membuat hati Andrew semakin sedih. Mariana masih menangis sesunggukan dipelukan Dacota McCraven, ibu Andrew. Ia menghampiri Edward Jacob yang berdiri di depan ruang operasi. Dipeluknya lelaki paruh baya yang merupakan sahabat keluarga dan juga ayah dari gadisnya.


“Semoga ada keajaiban, Drew.”


Wajah sedih dan khawatir mereka semakin bertambah ketika melihat Andrew memapah Edward yang nampak sangat kacau. Luke yang baru datang segera mengambil tanggung jawab atas pamannya.


“Ada apa, Drew? Kenapa Paman Edward seperti ini?”


Andrew tidak menjawab dan hanya melewatinya, tatapannya kosong hingga tubuhnya luruh terduduk di lantai. Kejadian itu sekali lagi membuat 2 keluarga semakin panik. Edward tidak mengatakan apapun, bahkan saat Mariana mencecarnya dengan pertanyaan mengenai kondisi putri mereka.


Dacota sadar dengan kondisi putranya segera berjalan menghampiri Andrew yang nampak sangat terpukul. Ia berusaha menenangkan putranya, sampai saat di mana Aeleen menghampiri mereka.


“Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi sebelumnya ia terlihat baik-baik saja. Dia masih tersenyum pada kami dan mengatakan akan membeli sesuatu,” Andrew menatap tajam adiknya yang nampak shock dan menangis.


“Kau tidak perhatian padanya? Sudah ku katakan untuk memperhatikannya, tapi kau tidak melakukannya Aeleen!” geramnya pada Aeleen yang sebenarnya tidak bersalah dalam hal ini.


“Enough!!!” teriak Mariana saat mendengar kemarahan Andrew pada adiknya.


“Dia tidak melakukan kesalahan apapun, Drew. Aeleen mengatakan yang sebenarnya, dan dia terlihat baik-baik saja sebelum kecelakaan itu terjadi,” Mariana terpatah-patah menjelaskan pada Andrew tentang kondisi Sarah sebelum kecelakaan itu terjadi.


“Darling, please tell me what happen to our sweet girl? She'll be okay?” Mariana membelai lembut punggung tangan suaminya yang sangat terpukul.


“You call your parents in Sofia? You should tell them about Sarah's condition,” Edward tidak menjawab pertanyaan istrinya dan memintanya untuk mengabari keluarga Dimitrov di Bulgaria.

__ADS_1


Luke berjalan menghampiri Andrew yang masih terduduk lemas di lantai. Ia paham sekali bagaimana perasaan sahabatnya, Andrew merelakan Sarah untuk lelaki lain. Merelakan gadis yang dicintainya tertawa dan bahagia dengan lelaki lain, dan itu bukan dirinya. Luke menepuk bahu Andrew dan duduk di sisi sahabatnya.


“Bisa katakan bagaimana keadaan adikku?” Andrew hanya melirik Luke yang nampak sama kacau dengannya.


“Kita perlu tahu bagaimana keadaannya, Drew. Kau tahu kenapa Paman Edward ingin kau untuk menemaninya saat menemui Dokter?” Andrew hanya diam dan melirik Luke dengan tatapan sedih.


“Aku tidak tahu, Luke. Aku sangat mencintainya.”


“Aku tahu, maka dari itu Paman Edward ingin kau bersamanya. Dia selalu tahu kau mencitai putrinya,” kalimat Luke cukup menenangkan Andrew.


But Uncle Edward let Sarah to have relationship with David Schneider. Gumamnya dalam hati sebelum memberanikan diri bangkit menghampiri kedua keluarga. Andrew memangkat kepalanya untuk menahan air mata yang akan jatuh, berjalan menuju keluarga Jacob dan McCraven.


“Maafkan Saya, Paman Edward. Karena Saya tidak bisa mengendalikan diri dan terpuruk seperti.” Andrew menatap wajah Edward yang mengangguk tanda ia harus mengatakannya pada seluruh anggota keluarga yang ada saat ini. Tangannya mengepal untuk menahan tangis yang tidak tertahankan lagi.


“Karena kecelakaan yang dialami Sarah cukup parah, hingga mengenai beberapa organ vitalnya.” Mata Mariana membola dan menatap Andrew dengan tatapan menginterfensi. Luka. Itulah yang ditangkap Andrew dari mata wanita yang telah melahirkan gadisnya.


“Sarah mengalami mati otak, Dokter mengatakan kemungkinan ia sadar sangat kecil. Hiks...” ucapannya terdengar tegar namun isakan tidak tertahan lagi dari seorang lelaki yang tidak pernah menangis itu.


Mariana tidak sadarkan diri mendengar kenyataan yang diucapkan oleh Andrew. Seluruh keluarga panik, Karl dan Paul segera memanggil tenaga medis untuk menangani kondisi Mariana dan Edward yang shock setelah mendengar penuturan Andrew. Dacota memeluk putranya yang masih terisak setelah mengatakan kenyataan pahit mengenai kondisi Sarah. Seluruh keluarga yang masih menunggu Sarah keluar dari ruang operasi semakin sedih. Luke bahkan menyalahkan dirinya sendiri karena merasa gagal menjaga adik sepupunya. Halsey yang masih kecil nampak menangis sesunggukan di sisi ibunya. Keluarga itu benar-benar terluka dan merasa hancur.


Setengah jam kemudian Sarah keluar dari ruang operasi dan dipindahkan keruang ICU VVIP yang diminta keluarga Jacob. Mariana yang telah sadar masih menangis memegangi tangan putri tunggalnya yang kini koma. Edward mengecup kening putrinya dengan tatapan sedih. Air mata masih mengalir dari sudut mata mereka menyaksikan betapa menderitanya Sarah. Andrew duduk di luar ruang ICU ditemani keluarganya dan sepupu-sepupu Sarah.


“Excuse me, Sir. Kami dari Kepolisian Edinburgh ingin bertemu dengan keluarga Sarah Dimitrov-Jacob.”


Suara baritone menginterupsi keheningan yang tercipta sejak lebih dari 2 jam lalu. Mereka menatap 3 polisi yang tengah berdiri di hadapan Luke dan Andrew.


“Luke Jacob. Saya Kakak dari Sarah,” Luke yang nampak lelah berdiri menyalami polisi yang terlihat tidak muda lagi.


“Saya Kapten J. Crawford yang menangani kasus kecelakaan Nona Sarah. Seperti yang kita tahu bahwa ini adalah kecelakaan tunggal dan tidak ada korban lain selain Nona Sarah.”


“Lalu apa yang terjadi pada Sarah?" Andrew tidak sabar untuk mendengar penjelasan polisi yang sangat berbelit-belit menuturnya dan Luke.


“Menurut rekaman CCTV di beberapa titik dekat lokasi kecelakaan, Nona Sarah mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Ada kemungkinan karena jalan bersalju yang licin membuat mobil Miss Sarah lepas kendali hingga menabrak jembatan.”


Penjelasan Kapten J. Crawford itu telak saja membuat seluruh keluarga Jacob dan McCraven yang ada di ruangan tersebut shock. Andrew merasa tulang-tulangnya ditarik paksa dari tubuh. Membayangkan sebegitu parahnya kecelakaan itu?


“Dan ini barang-barang milik Nona Sarah yang tertinggal di mobilnya,” Kapten Jonathan menyerahkan barang-barang milik Sarah yang diterima oleh Andrew. “Kami permisi. Semoga Nona Sarah segera pulih,” lanjutnya.


“Istirahatlah, Luke, kau nampak sangat lelah. Andrew, kau juga,” Paul menghampiri putranya dan putra sahabatnya.


“I drop you to our mansion, Bro. You need a rest after a long way to come here,” Anthony menghampiri Kakaknya dan menepuk bahu Andrew mengajak mereka kembali ke mansion The Jacob di Edinburgh. Harry, Henry dan Nick menyusul mereka untuk mengajak 2 lelaki itu pulang.


Bukan tanpa alasan, mereka sangat paham betapa dekatnya Luke dengan Sarah. Dan betapa besar cinta Andrew pada sepupu mereka yang bahkan telah memilih lelaki lain. Semua itu bukan kesalahan keduanya, hanya saja keadaan saat itu tidak berpihak pada mereka.

__ADS_1


Akhirnya keluarga Jacob dan McCraven kembali ke mansion masing-masing di Edinburgh. Keluarga mereka memang berasal dari Skotlandia dan berkembang di Inggris. Jadi tidak heran jika mereka memiliki mansion dan biasa menghabiskan waktu di Edinburgh.


__ADS_2