The Billionaire'S Daughter

The Billionaire'S Daughter
Bab 18


__ADS_3

Andrew merasa tidak nyaman merasa tidak nyaman mendengar obrolan Sarah dan David, memilih pergi mengambil minuman. Sepeninggal Andrew, Sarah memutuskan untuk berkeliling menyapa tamu keluarga yang sebagian adalah rekanan bisnisnya juga. Hingga akhirnya ia bertemu dengan Mr. Jonah Green yang sejatinya adalah teman Andrew.


“I hear you broke up with Andrew before got car accident?” Sarah tidak paham arah bicara Jonah memilih diam dengan senyum tertahan. Karena dia sungguh tidak tahu harus menjawab apa dari pertanyaan itu.


“Kau gadis beruntung, karena dia sangat mencintaimu. Bahkan saat kau memiliki kekasih lain setelahnya.”


Apa lagi ini? Semua yang dikatakan Jonah itu cukup mengusik pikiran dan alam bawah sadarnya. Karena yang dia tahu dan dia ingat selama ini hanyalah Andrew sebagai sahabatnya, tidak lebih.


“Thanks for your honestly, Sir. Saya harus menyapa tamu lainnyat. Enjoy the party, Sir.”


Sarah yang masih memikirkan kata-kata Jonah memutuskan pergi kesisi Neneknya yang sedang duduk di salah satu kursi perjamuan. Sesampainya di sana, ia tidak menjawab satupun pertanyaan keluarga. Sarah hanya menyembunyikan wajahnya dibalik pelukan sang Nenek. Dengan mata berkaca-kaca ia mencoba untuk memberanikan diri mengangkat kepala. Seketika itu juga mereka dibuat panik dengan ekspresi Sarah yang tidak biasa.

__ADS_1


“Who make you cry, Sweetheart?” Mariana yang nampak cemas menghampiri putrinya yang jarang sekali bertingkah seperti ini. Karena mereka tahu kepribadian Sarah tenang dengan kontrol emosi yang bagus.


“Andrew...”


Kata-kata itu mampu membuat keluarganya berdecak kesal dan mengretakkan gigi. Sepupunya tengah asik menikmati pesta, kecuali Luke dan Anthony nampak menahan emosi. Namun mereka masih mampu mengontrolnya untuk sekedar bertanya pada Sarah apa yang sebenarnya terjadi.


“So tell us what happen? Cause impossible he make you cry. I know him, Sarah,” Anthony dengan suara teduhnya yang meyakinkan akhirnya mampu membuat Sarah mau bercerita.


“So?” tanya Luke sedikit penasaran walau tetap dengan mode dingin.


“Aku coba mengingat semuanya dan berkonsentrasi untuk menemukan titik dari cerita itu.”

__ADS_1


“Lalu?” Anthony terdengar mulai bersemangat.


“Aku ingat kalau memang benar jika Andrew adalah kekasihku sebelumnya, bukan hanya sahabat. Hubungan kami berakhir bukan karena orang ketiga, melainkan karena Andrew terlalu sibuk. Dan---“


Senyum yang awalnya mengembang dari bibir keluarga itu kembali hilang ketika kalimat Sarah terputus. Mereka tidak bertanya tapi hanya memberikan tatapan yang menuntut padanya. Sarah sadar tatapan dari keluarganya itu akhirnya melanjutkan ceritanya. Dan tidak disangka kelanjutan ceritanya mampu membuat keluarga itu geram tertahan.


“Aku menjalin hubungan dengan pria lain yang awalnya menyenangkan, tapi akhirnya menyakitkan karena dia berkhianat. Mengakibatkan aku merasa ingin mati dan melupakan semuanya.”


“Siapa dia?” tanya Karl, menahan emosi, berbeda dengan kedua kakaknya yang tenang.


“Sarah tidak ingat, yang bisa diingat hanya Sarah bergumam bahwa dia berhianat secara berulang kali sampai sebelum kecelakaan itu terjadi,” Seluruh keluarga yang duduk dikursi meja perjamuan itu hanya hanya diam tidak menanggapi cerita Sarah yang masih memeluk Neneknya. Walau mereka tahu siapa yang dimaksud oleh Sarah.

__ADS_1


__ADS_2