
“Aku harap hubungan mereka akan baik-baik saja kali ini,” ucap Anthony pada Luke dan Nick.
Ketiga kakak beradik itu nampak tersenyum melihat Sarah yang tengah berdansa mesra dengan Andrew, keduanya benar-benar menarik perhatian banyak pasang mata dan kamera yang terus menyorot kearah mereka.
Andrew tanpa sungkan mengecup leher jenjang dan bibir merah muda Sarah. Membuat siapapun yang melihatnya pasti cemburu. Keduanya menikmati waktu yang sempat hilang dari mereka, karena kecelakaan yang mengakibatkan sebagian ingatan Sarah juga menghilang.
Entah penghiantan apa yang telah dilakukan oleh David, hingga mampu membuat gadis cantik itu menjadi sangat kacau. Dan setelah 5 tahun berlalu ia kembali lagi untuk meraih cinta Sarah. Hal yang mustahil terjadi jika ada banyak orang yang tidak senang dengan dirinya.
Di salah satu sudut aula pesta ada seorang lelaki yang nampaknya sangat frustasi melihat pasangan yang sedang berdansa itu. Matanya memanas karena menahan emosi, sesuatu yang jarang terjadi pada dirinya. Gadis yang dicintainya bergelayut manja dan membiarkan leher jenjangnya dikecup lelaki lain. Tangannya meremas gelas wine yang untungnya tidak sampai pecah. Pengendaliannya masih cukup baik untuk tidak membuat kekacauan di pesta orang lain. Sampai ada suara yang menginterupsi kegeramannya.
“You should to stop,” ucapnnya dingin dan menusuk.
“Luke!”
“Lebih baik kau menjauh dari adikku, sudah cukup kau melukainya sekali dan tidak akan kubiarkan kau mengulanginya lagi,” cecarnya pada David yang terlihat ingin memotong kalimatnya.
“Aku tidak tahu apa salahku? Dan aku tidak pernah melukainya, sungguh!” katanya ketiika Luke beranjak meninggalkannya.
“Lelaki menyedihkan! Bahkan kesalahanmu saja tidak tahu,” Luke meninggalkan David dalam keadaan bingung.
Lelaki itu benar-benar bingung dengan perkataan Luke barusan. Kesalahan apa yang dia perbuat 5 tahun lalu? Menurutnya semua baik-baik saja dan tidak ada yang janggal, sampai kecelakaan itu terjadi semuanya tetap baikbaik saja. Kecuali saat ia menjenguk Sarah setelah seminggu kejadian naas itu terjadi. Luke melarangnya untuk menemui gadisnya, bahkan hanya untuk melihatnya saja tidak boleh. Kebingungan itu semakin menjadi saat Andrew yang melihatnya datang pun sangat marah dan terkesan membencinya. Ia benar-benar tidak tahu ada masalah apa sebenarnya.
“Tolong cari tahu tentang kejadian 5 tahun lalu, tepatnya sebelum kecelakaan,” ia tengah memerintahkan seseorang di balik sambungan teleponnya.
Dengan langkah gontai David menghampiri Sir Edward Jacob untuk berpamitan. Sudah cukup rasanya berbasa-basi dengan pesta ini, dan sudah cukup hatinya dibuat panas dengan kemesraan Sarah-Andrew. Mungkin kali ini kesempatan baik tidak berpihak kepadanya dan Sarah benarbenar telah melupakannya.
Edward tengah asik berbincang dengan kakak dan adiknya langsung berbalik kearah David, memberi senyum ramah pada putra sahabatnya yang juga pernah menjalin cinta dengan putrinya. Edward tahu bahwa David adalah lelaki baik, hanya mungkin dia tidak cukup baik untuk putrinya. Sehingga mengakibatkan trauma mendalam bagi Sarah.
__ADS_1
“I have to go, Uncle...” ucapnya saat mengampiri The Jacobs.
“Kenapa cepat sekali Dave? Pesta ini belum selesai?” tanyanya.
“Saya harus bersiap-siap untuk kembali ke Jerman besok pagi.”
“Secepat itu? Apa ada hubungannya dengan kejadian tadi?” Karl ikut bertanya walau ia hanya berbasa-basi.
“Tidak, Paman. Ada pekerjaan yang harus saya selesaikan di sana,” jawabnya sopan.
Akhirnya David telah selesai berpamitan dengan tiga kakak beradik The Jacob. Kemudian ia berjalan menghampiri pasangan berbahagia malam ini, pasangan tua yang sedang merayakan ulang tahun pernikahan mereka. Kakinya terus melangkah dengan tegas, meninggalkan hiruk pikuk pesta. Keluar dari hotel tempat pesta berlangsung dengan perasaan berkecamuk. Entahlah. Ia hanya tidak paham dengan dirinya sendiri malam ini. Bahkan ia mengabaikan James yang telah dari tadi membukakan pintu mobil untuknya. Pikirannya sangat kacau setelah melihat gadis yang ia cinta bermesraan dengan lelaki lain.
“Masuklah, Dave. Di sini sangat dingin,” pintanya pada David yang masih mematung, menatap bangunan tinggi di depannya.
“Aku tidak tahu apa yang terjadi di dalam, tapi masuklah dulu, dan aku akan mendengarkanmu,” ucap James lebih lembut dari sebelumnya, dan berhasil menarik perhatian David untuk menurutinya masuk ke dalam mobil.
“Don't look at me and please focus to driving,” ucapnya pelan nyaris tak terdengar tapi mampu didengar dengan baik oleh James.
“Okay. Still won't to share?” tanyanya dengan pandangan fokus ke depan.
Dia melirik kearah James sekilas sebelum menghembuskan nafas kasar. Ia memejamkan mata sesaat untuk meregangkan syaraf otaknya yang tegang sedari tadi. Perlahan mulutnya terbuka, menceritakan semua hal yang terjadi selama pesta. Hingga ia kembali menarik nafas dalam sebelum menceritakan kemesraan Sarah dan Andrew. Juga kata-kata Luke yang masih terngiang di otaknya.
“Sepertinya ada hal yang terjadi sebelum kecelakaan Sarah. Luke dan Andrew mengetahui apa itu, itulah sebabnya mereka melarangmu menemui Sarah,” James menyuarakan pendapatnya, tidak! Lebih tepatnya asumsinya akan katakata Luke.
“Aku sudah memerintahkan orang untuk mencari tau, dan sebelum semuanya jelas aku memilih untuk kembali ke Jerman,” seraya kembali menutup kedua matanya yang terasa sangat berat.
Setelah percakapan tadi David telah larut dalam mimpinya dengan James yang masih fokus mengemudi. Sepertinya malam ini akan menjadi malam yang sangat panjang. Bukan hanya bagi David, tapi juga bagi sepasang anak manusia yang sedang merengkuh puncaknya di sana.
__ADS_1
Pesta masih berlangsung walau sebagian tamu telah beranjak meninggalkan keluarga Jacob. Ketiga kakak beradik itu masih sibuk bercerita, tentang bisnis dan keluarga mereka. Hingga tibalah di mana Karl sudah tidak tahan untuk tetap bungkam dan tidak bertanya pada kedua kakaknya perihal Sarah.
“Jadi apa yang terjadi?” tanyanya penasaran.
“Akhirnya kau bertanya juga,” kata Paul singkat.
“Kau ingin tahu apa Karl? Tidak biasanya kau perduli dengan hal-hal seperti ini,” Edward memang terkadang terlalu to the point pada orang terdekatnya. Dan memang adiknya bukanlah pribadi yang seperhatian itu, dalam otaknya hanya ada kerja dan kerja.
“Apa benar David yang menjadi penyebab kecelakaan itu?” kedua kakaknya hanya diam, sampai akhirnya mereka mengangguk pelan karena tidak tega pada adiknya yang memberi wajah memohon.
“Kenapa kau undang dia, Kak Edward? Kau bahkan tahu jika dia adalah akar masalah pelik hidup putrimu, keponakan perempuanku satu-satunya,” katanya sedikit geram.
“Biarkan saja, Karl,” ucap Paul tenang.
“Bagaimana bisa?” wajah dan bicaranya sedikit menginterfensi Edward kali ini.
“Aku tahu apa masalahnya dan bagaimana hal itu bisa terjadi. Aku juga tahu jika Luke dan Andrew tahu mengenai semua ini dan memilih bungkam. Tapi aku tidak tega pada David yang tidak tahu tentang semuanya, membiarkannya diliputi beribu pertanyaan,” kalimat Edward sarat kesedihan walau wajahnya terlihat tenang.
“Kau ingin lelaki itu kembali pada Sarah? Sadarlah, brother. He isn't good enough for Sarah.”
“Aku akan membiarkannya, karena Sarah pantas untuk mengingat mendengar alasan bagaimana hal ini bisa terjadi. Sarah pantas bertanya pada David dan David sangat pantas untuk menjelaskannya,” tukasnya lagi.
“Baiklah. Aku ikuti permainanmu, tapi jangan sampai semua ini membuatnya semakin terluka,” Karl menepuk bahu kakaknya sebelum meninggalkan kedua orang itu.
Karl merenungi perkataan kakaknya, tentang Sarah yang seharusnya kembali mengingat David. Memang benar jika gadis itu pantas untuk mendapatkan penjelasan dari David. Apa yang sebenarnya terjadi dan pantas bertanya tentang hal yang membuatnya hilang akal dan nyaris mati karena kecelakaan yang dialaminya.
Pesta telah usai dan meninggalkan kenangan bagi sebagian orang. Ada yang bahagia dan ada yang sedih. Meninggalkan sebagian orang untuk larut pada pikiran mereka masing-masing.
__ADS_1