The Billionaire'S Daughter

The Billionaire'S Daughter
Bab 14


__ADS_3

Andrew merebahkan tubuh diranjang kamarnya setelah membersihkan diri. Matanya terpejam sesaat sebelum meraih kantung plastik berisi barang-barang milik Sarah yang tertinggal di TKP. Luke tidak ingin membawanya dan lebih memilih memberikannya pada Andrew. Karena dia tahu bahwa sahabatnya sangat mencintai sepupunya dan mampu untuk menjaga barang-barang tersebut.


Dompet, kunci dengan gantungan panda pemberiannya dan ponsel yang layarnya sudah pecah. Ia menatap layar ponsel milik Sarah yang nampak tidak berfungsi lagi.


Apakah ponsel milik Sarah ini masih berfungsi? Kondisinya sangat terlihat buruk dan apakah ada sesuatu yang mungkin menjadi petunjuk kecelakaan Sarah. Aku cukup tahu bagaimana Sarah saat mengemudi, dia tidak seceroboh itu saat mengendarai di jalanan bersalju.


Tekat Andrew sudah bulat untuk mengaktifkan ponsel Sarah yang nampaknya tidak dapat berfungsi kembali. Ia terlihat penuh semangat ketika melihat layar ponsel yang telah pecah itu menyala. Ponsel Sarah masih aktif.


Please write a password...


Password? Apa kira-kira yang tertulis disitu? Andrew mencoba semua kombinasi angka dari tanggal lahir Sarah dan kedua orang tuanya. Semuanya salah dan nyaris membuat ponsel yang sedang digenggamnya terblokir.


Password ponselku adalah pemenang.


Ingatan tentang Sarah yang pernah memberitahu Andrew password ponselnya saat mereka masih menjalin kasih 3 tahun lalu. Karena ponsel milik Sarah masih sama, ia mengira-ngira password yang digunakan Sarah.


Pemenang? Itu sebuah kata, bukan kombinasi angka yang seharusnya ia masukan untuk membuka lock ponsel itu.


Niall adalah bahasa Skotlandia yang artinya pemenang. Apa mungkin Sarah menjadikan tanggal lahirku sebagai password ponselnya?


Pikirannya mulai tidak jernih dalam mengartikan password itu dengan imajinasinya sendiri. Dengan hati-hati Andrew memasukkan tanggal lahirnya untuk membuka ponsel milik Sarah. Ponsel itu berhasil aktif setelah ia memasukkan tanggal lahirnya. Andrew cukup terkejut dengan pilihan Sarah untuk menjadikan tanggal lahirnya sebagai password. Segera ia teliti ponsel milik Sarah yang nampak mencurigakan baginya. Matanya membola dan makian keluar dari mulutnya.


“BRENGSEK!!! AKAN KU BUNUH KAU!!!”

__ADS_1


Teriakan kemarahan Andrew terdengar keseluruh ruangan di lantai dua mansion keluarga McCraven saat berada di Edinburgh. Seketika itu keluarga McCraven yang tengah beristirahat di ruang keluarga terperanjat mendengarnya. Andrew membanting ponsel milik Sarah ke ranjangnya dan meninggalkan kamar tanpa memperdulikan sekitar. Dia tidak sadar bahwa ada orang lain didekatnya dan masuk ke dalam kamar miliknya. Orang lain itu melihat ponsel milik Sarah dan terkejut mendapati apa yang dilihatnya saat itu.


Andrew bergegas keluar dari rumah dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi ditengah hujan salju. Ia banhkan mengabaikan keluarganya, yang ada dalam pikirannya saat ini hanya Sarah. Gadis yang sangat ia cinta, namun ia mengecewakannya ketika mereka jauh. Sepanjang perjalanan Andrew memaki diri sendiri yang terlalu bodoh pernah mengecewakan Sarah.


Sesampainya di rumah sakit ia hanya mampu menangis menatap Sarah yang masih terbaring diruang ICU. Edward dan Mariana masih setia menemani putri mereka yang tidak berdaya.


Semua salahku dan aku terlalu bodoh untuk mempercayakan Sarah padanya. Brengsek!!!


Andrew menggeram menahan emosi yang sudah tidak terbendung lagi setelah apa yang dilihatnya pada ponsel milik Sarah.


***


“Sarah...”


Suara teriakan memekakkan telinga menyadarkan Andrew dari lamunan panjangnya. Tentang pertemuan pertamanya dengan Sarah dan apa yang dialami gadis itu 5 tahun lalu.


“She always...” kata-kata Henry terputus saat Harry mengatakan bahwa Carol gila. Mereka semua terkekeh geli sebelum akhirnya Anthony menghentikan pembicaraan mereka. Anthony menunjuk kearah pintu masuk ballroom hotel tempat pesta ulang tahun pernikahan Kakek Nenek Jacob berlangsung.


Mereka semua memalingkan wajah kearah yang ditunjuk Anthony dengan dagunya. Mata Andrew terasa panas dipenuhi dengan emosi dan tanpa sadar ia mengeluarkan kata-kata kasar.


“Brengsek!!!” tangan Andrew mengepal menahan emosi yang siap meledak.


“Brengsek! Harusnya kuperingatkan dia!” Suara yang sangat Andrew kenal membuatnya terperanjat, bahkan setelah ia melihat pemilik suara itu menatap tajam kearah yang sama dengannya.

__ADS_1


“Luke???”


“Kau pikir aku tidak tahu kalau kau menutupi ini dari kami?” suara Luke serak menahan amarahnya.


Andrew menatap kearah Luke, Anthony, Henry, Harry dan Nick yang terlihat menahan emosi sama sepertinya. Ia masih belum mengerti mengapa 5 sepupu Sarah berekspresi seperti itu? Terlebih lagi ia sama sekali tidak pernah mengatakan perihal isi ponsel Sarah.


“I wanna kill him...” Nick berjalan meninggalkan Andrew dan saudara-saudaranya. Namun langkahnya terhenti saat Luke mencekal tangannya. Henry hanya menggeleng sebagai larangan bagi Nick untuk melanjutkan tidakannya. Nick dan Anthony adalah adik Luke namun emosinya lebih tidak terkontrol dari keluarga Jacob lainnya.


“Kau harus menggontol emosi dan dirimu, Nick. Ingat di mana kita berada saat ini, jangan membuat Kakek dan Nenek sedih karena apa yang kau lakukan,” Anthony coba menenangkan adiknya dari amarah yang sudah mereka pendam selama 5 tahun ini.


“Aku datang ke Mansion keluargamu setelah menenangkan pikiran. Awalnya kau ingin mengetuk pintu kamarmu, namun ku urungkan saat mendengar teriakanmu,” Luke menjelaskan pada Andrew yang menatap mereka penuh tanya.


“Then?”


“You leave your room and not saw me stand infront of your room. Kau terus berlari meninggalkan pintu kamar yang terbuka dan aku melihat ponsel Sarah tergeletak di tempat tidurmu.”


“Lalu?” Andrew masih penasaran dan hanya mengulang pertanyaan lalu, lalu, dan lalu.


“Aku melihat apa yang kau lihat di sana, berpikir mungkin salah lihat. Namun nyatanya aku benar-benar melihat apa yang ada di ponsel Sarah. Aku marah dan rasanya ingin membunuh lelaki brengsek itu dengan tanganku sendiri,” Luke mengepalkan tangannya dan nampak jelas kemarahan dan kebencian terpancar dari manik birunya.


“Lihat itu!” suara Harry menginterupsi mereka semua, memalingkan tatapan kearah Edward Jacob yang nampak mengenalkan Sarah pada lelaki yang mereka benci.


“Haruskan aku beritahu Paman?” tanya Henry pada Luke yang dijawab dengan gelengan kepala sepupunya itu.

__ADS_1


“She'll back to you,” Luke menepuk bahu Andrew yang nampak menegang menatap Sarah yang tersipu malu pada David Schneider. Seorang yang memulai penderitaan dan mengakibatkan trauma mendalam pada Sarah.


Sebegitu bahagianya kah kau bertemu dengannya? Ternyata kau benar-benar menghapusnya dari ingatanmu dan sepertinya dia ingin mengembalikanmu padanya. Tidak akan kubiarkan kau merasakan sakit yang sama untuk kedua kalinya. Jangan sakit lagi, aku tidak sanggup melihatmu tersiksa.


__ADS_2