The Billionaire'S Daughter

The Billionaire'S Daughter
Bab 24


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Sarah dan Rose sudah kembali ke London, tepatmya sekarang mereka berada di Sunroof Building. Tempat di mana perusahaan Property terbesar di Eropa berada, milik Edward Jacob ayah Sarah. Mereka sedang sibuk membahas mengenai proyek renovasi sekolah di Raunds. Sebenarnya ini bukanlah proyek dengan skala besar seperti yang lainnya, hanya saja ini bentuk keperdulian perusahaan mereka terhadap bangunan-bangunan yang memiliki nilai historical. Hampir setiap tahunnya Sunroof memiliki kegiatan seperti ini dan dikerjakan langsung oleh Sarah selaku CEO Sunroof Property.


Terlahir sebagai putri tunggal Edward Jacob membuat hidupnya serba berkecukupan. Bahkan ia bebas menentukan di mana akan bersekolah dan kuliah, serta bidang apa yang diminatinya. Namanya juga sudah tidak asing lagi dalam dunia property, karena ia adalah salah satu arsitek terbaik yang dimiliki negara ini. Muda, pintar, berbakat, sukses, kaya namun kisah cintanya tidak sebaik itu semua. Hatinya hanya pernah terpaut pada dua lelaki dan salah satunya benar-benar menyakitinya. Hingga alam bawah sadarnya pun tidak ingin mengingat apapun tentang lelaki itu.


Drrrrttt... Drrrrttt...


Ponselnya bergetar untuk kesekian kalinya dan Sarah nampak cuek dengan itu. Mata dan pikirannya fokus pada presentasi yang dibawakan Rose Scott di depan tim proyek. Draft untuk proyek mereka yang memang didukung langsung oleh pemerintah ini menjadi perhatian khusus bagi Sarah.


Drrrrttt... Drrrrttt...


Dan ponselnya kembali lagi bergetar, hingga Edward yang merasakannya pun akhirnya bertindak. Menunjuk ponsel Sarah dengan dagunya, membuat wanita itu mengerti dengan maksudnya. Sarah undur diri keluar ruang meeting untuk sekedar menjawab panggilan pada ponselnya.


Andrew N. McCraven


Nama yang muncul pada layar panggilan ponsel milik Sarah. Entah kenapa rasanya aneh saja jika Andrew harus menghubungi sampai berulang kali. Karena seperti biasa lelaki itu tidak akan menghubunginya jika sampai panggilan kedua tidak diangkat. Artinya Sarah sedang sibuk.


“Hello...” Sarah menjawab panggilan dari Andrew.


“Hello, Sweetheart. Sibuk? Kenapa tidak menjawab panggilanku sejak tadi?”


“Maaf. Sedang meeting proyek di Raunds. Ada apa?”


“Sekarang aku sedang di Honolulu Airport dan hanya ingin mengatakan jangan ke mari.”


“Why?” tanya Sarah bingung, karena seharusnya sore ini ia berangkat ke Hawaii untuk menemui Andrew.


“Ada pertemuan mendadak di Melbourne, jadi sekarang aku harus berangkat ke Australia.”


“Huh?”


“Nanti sore kau tetap berangkat tapi tidak ke Hawaii, melainkan ke Australia. Biar kau menggunakan pesawat keluarga McCraven saja. I already call your Dad.”


“That's okay. I'll told Daddy about change destination. Safe flight, Honey, I love you,” ucap Sarah dengan wajah yang bersemu merah mendengar kata-katanya sendiri.


“I love you more, Sweetheart.”

__ADS_1


Setelah selesai menjawab panggilan dari Andrew, gadis itu kembali masuk ke ruang meeting. Rose sudah selesai dengan presentasinya dan sedang menerima masukan dari tim proyek lainnya. Sejujurnya meeting proyek tahunan seperti ini selalu tampak berbeda, karena Edward Jacob selaku Owner Sunroof Property juga turun langsung. Jadi semuanya harus benar-benar sempurna tanpa ada cela kecil yang bernama kesalahan.


“Who?” tanya Edward pada Sarah yang telah kembali duduk di sisinya.


“Andrew.”


“Why he can't be patient? He'll meet you so soon and this afternoom you'll visit him, right?” Edward memutar matanya malas dengan tingkah tidak sabaran Andrew. Sebenarnya ia cukup khawatir dengan kondisi Andrew dan putrinya saat ini, terlebih saat melihat Andrew dan keponakan-keponakannya pada pesta beberapa waktu lalu. Wajahnya sudah seperti akan menerjang David yang berdekatan dengan Sarah. Walau ia tahu bahwa Luke, Andrew dan David bersahabat saat di high school.


“He has meeting in Australia, so this afternoon I change flight to Australia,” wajah malas Sarah cukup menjadi perhatian Edward, sejak kapan putrinya ini bisa berekspresi seperti itu? Rasanya sudah lebih dari 5 tahun tidak melihat berbagai macam ekspresi Sarah.


Thanks God to make my daughter back to us. Ucap Edward dalam hati karena ada perubahan pada Sarahnya.


“Baiklah. Luke juga sedang di sana saat ini, nanti Dad akan menghubungi Kakakmu jika kau datang dengan Andrew.”


“Sure, Dad? He's there?” tanya Sarah penuh antusias mengabaikan orang-orang yang sedang menatapnya heran. Karena jujur saja mereka sudah tidak fokus lagi saat melihat interaksi ayah dan anak tersebut. Setelah melihat banyak ekspresi yang tidak pernah ditampilkan Sarah DimitrovJacob, The Snow Princess of The Jacob.


“Maaf. Meeting hari ini saya rasa cukup dan terimakasih untuk waktunya. Saya akan meninjau kembali semua draft yang telah kalian siapkan,” ucap Edward menutup meeting yang tidak lagi fokus karena ulah putrinya. Rose dan tim proyek telah meninggalkan ruangan, menyisakan Sarah dengan sang ayah.


“Sure, Dad? Kak Luke sedang di Australia?” tanyanya sembari menggoyang-goyang lengan Edward, tanpa sadar mata Edward mengeluarkan cairan bening saat melihat tingkah Sarah.


“Why you cry, Dad? I make something wrong?”


“I am so sorry, Dad. Sarah tidak bermaksud untuk berubah, hanya saja semua terasa tidak sama lagi ketika bangun hari itu.” Sarah juga menitikkan air mata, ada sedikit rasa menyesal karena dirinya selama 5 tahun terakhir sangat jauh dengan semuanya.


“That's okay. Luke ada di sana, nanti biar dia yang menjemputmu saat sampai. Daddy akan hubungi Andrew segera.” Edward melepas pelukannya dari tubuh Sarah dan merangkul pundak putri kecilnya saat berjalan keluar ruang meeting.


Sarah terus tersenyum sepanjang perjalanan kembali menuju ruang kerjanya. Saat berangkat ke kantor ia sudah membawa koper berisi pakaian dan perlengkapannya selama menemani Andrew di Hawaii. Bersyukurlah Sarah hanya membawa yang benar-benar ia butuhkan, jadi tidak ada masalah dengan perubahan rencana keberangkatannya.


Di ruangan berbeda Edward Jacob sedang menghubungi seseorang. Seperti yang ia katakan pada Sarah saat meeting tadi, mengenai Luke yang juga berada di Australia saat ini.


“Hello, Uncle, what happen?”


“Hello Luke, are you busy right now?”


“Not really, hanya memeriksa beberapa draft kesepakatan dengan client.”

__ADS_1


“Masih di Australia?”


“Masih, sekarang di Alice Spring. Tapi sejam lagi akan berangkat ke Melbourne untuk makan malam dengan Mr. Rinehart. Ada apa?”


“Okay. Andrew sedang dalam perjalanan ke Melbourne dari Hawaii saat ini.”


“Lalu, Paman?” Luke jelas heran dengan pernyataan pamannya ini.


“Sarah nanti sore akan berangkat ke Melbourne menyusul Andrew, karena sebelumnya mereka akan menghabiskan waktu di Hawaii. Tapi Andrew mendadak merubah keberangkatan Sarah.”


“---“


“Why you quite, Luke? Something wrong?”


“Sekarang di mana Sarah?”


“Mungkin sudah berangkat setengah jam yang lalu, menggunakan pesawat keluarga McCraven.”


“Shit!!!”


“Language, Luke! Kau mengumpat pada Paman?”


“So sorry, Uncle. Tapi masalahnya David juga sedang berada di sini.”


“What?”


“David Schneider mantan kekasih Sarah ada di sini.”


“Ya Tuhan... Permainan apa lagi yang Kau ciptakan untuk putriku?"


“Maaf, Paman. Aku akan menjaganya dari Dave.”


“Biarkan saja, Luke. Sarah sudah kembali, semua sifat aslinya kembali. Jadi tolong jaga adikmu jika ingatannya tentang David kembali saat di sana, jangan sampai ia drop dan bahkan lebih parahnya melupakan kita semua,” pesan Edward penuh harap pada Luke..


“Baik. Anth dan Daddy juga mengatakan kemungkinan terburuk itu. I'll take care of her, she's my sister.”

__ADS_1


Sambungan berakhir dan Edward meraup wajahnya kasar, menghempas tubuh ke kebesarannya. Menatap nanar keluar gedung mengingat tentang perkatakaan Kakak dan keponkanannya saat pesta beberapa waktu lalu. Seperti apa yang Paul dan Anthony katakan tentang kondisi Sarah. Paul seorang dokter syaraf dan Athony seorang psikolog, ayah dan anak itu mengatakan tentang kondisi terakhir Sarah. Jika gadis itu sudah mengingat Andrew dan sifat aslinya kembali, kemungkinan besar ingatannya tentang David juga akan kembali. Dan saat itu tiba, kondisi Sarah harus baik agar keadaannya tidak semakin buruk. Karena bukan tidak mungkin ia akan kehilangan seluruh memorinya ketika mendapat shock baru pada syaraf otaknya.


Daddy akan lalukan apapun untukmu, Sarah.


__ADS_2