The Billionaire'S Daughter

The Billionaire'S Daughter
Bab 27


__ADS_3

“Jangan gila kau, Drew!!!” teriak Luke sembari menggebrak meja kerjanya, kata-kata Andrew pagi ini membuat emosinya mendidih. Dia tidak habis pikir dengan isi kepala sahabatnya, memintanya bertemu dengan David. Pilihan yang sangat salah, karena setiap kali melihat mantan sahabatnya itu sama halnya melihat luka Sarah. Bagaimana David menyakiti adiknya sampai nyaris mati, bahkan menjadi seperti orang lain. Membuat Sarah sangat membenci dan tersiksa ketika melihat salju turun.


“Kita bertiga perlu bertemu untuk memastikan sesuatu,” bujuk Andrew pada Luke yang memberikan tatapan dingin menusuknya.


“Tidak perlu,” jawabnya cepat.


“Please, Luke, demi Sarah.”


“Sarah tidak membutuhkan lelaki seperti itu, dan terimalah fakta bahwa Sarah telah mengingatmu.”


“Tapi aku tidak bisa membiarkannya memilih tanpa tahu kebenarannya,” Andrew menunduk dalam saat, Luke paham akan perasaan sahabatnya ini. Andrew terlalu mencintai Sarah, bahkan sejak adiknya belum mengerti apa itu cinta. Bagaimana terpuruknya Andrew saat mengetahui Sarah sudah menjadi kekasih David, sahabat mereka saat high school.


“Bukankah dia telah memilihmu?” tanya Luke yang berjalan meninggalkan kursi kebesarannya.


“Dari mana kau tahu?” Andrew penasaran dengan pertanyaan Luke dan membuatnya balik bertanya.


“Pertunangan diresmikan sekembalinya kalian dari sini, sesuai permintaan Sarah.”


Andrew tidak bisa memyembunyikan keterkejutannya mendengar perkataan Luke, karena belum mengetahui tentang pertunangannya dan Sarah.


“Dia memintanya pada Kakek saat kembali dari Raunds.”


Andrew terdiam sesaat mendengar penuturan Luke, bukannya ia tidak senang mengetahui Sarah mempercepat peresmian pertunangan mereka. Tapi dia hanya sedikit ragu mengenai ingatan Sarah yang belum kembali sepenuhnya. Andrew terlalu takut jika nantinya Sarah mengingat semuanya dan memutuskan pergi saat hubungan mereka sudah terlalu jauh.

__ADS_1


“Dia tidak akan meninggalkanmu, ke mana rasa percaya dirimu yang tinggi itu?” sindir Luke pada Andrew yang meraup wajahnya kasar. Karena lelaki itu memiliki rasa percaya diri tinggi, hanya saja jika sudah berurusan dengan Sarah semuanya akan hilang.


“Semalam Sarah memintaku tidak meninggalkannya,” ucap Andrew pelan dan nyaris tak terdengar, walau Luke berhasil mendengarnya dengan jelas.


“Karena dia takut kau meninggalkannya.”


“Huh?”


“Sarah ingat semuanya, kemarin dia menghubungi Dokter Darla mengenai ingatannya.”


“Are you serious?”


“I am serious, Jacob family already know cause Darla tell my father last night. So now I know,” ucap Luke kembali berjalan kearah kursi kebesarannya.


“So?” Andrew masih tidak yakin dengan apa yang didengarnya.


Sahabatnya itu bukan tipe orang yang mudah percaya akan suatu hal tanpa penjelasan dan fakta detail. Jadi ia menceritakan apa yang disampaikan Paul Jacob padanya semalam, bahwa Sarah menghubungi Josephine untuk menceritakan mimpinya saat terlelap di dalam pesawat McCraven. Sarah bermimpi jika Andrew pergi meninggalkannya setelah tahu bahwa ingatannya telah kembali. Bahwa dia mengingat dengan jelas siapa David Schneider dan kenangan apa yang membuatnya begitu terpuruk. Rupanya gadis itu mengemudi dalam keadaan kalut dan berdoa, yang langsung dikabulkan oleh Tuhan.


“Sarah berdoa pada Tuhan untuk mengambil nyawanya, tapi jika Tuhan tidak mengambil nyawanya saat itu juga. Biarkan dia melupakan semua rasa sakitnya dan penyebab rasa sakit itu,” Luke menarik nafas panjang saat mengucapkan doa Sarah saat kecelakaan itu terjadi dan nyaris merenggut nyawanya.


Andrew tidak habis pikir dengan jalan pikiran kekasihnya, berdoa untuk mati saat di ambang kematian. Dan kenapa kisah cintanya dan Sarah menjadi bagian yang terlupakan, apakah ia salah satu dari rasa sakit Sarah. Pertanyaan demi pertanyaan muncul dalam benaknya setelah mendengar cerita Luke. Ia sungguh butuh jawaban dari semua pertanyaan yang memenuhi pikirannya saat ini.


“Jangan bertanya apa salahmu padanya,” Luke memiliki insting yang kuat jadi ia bisa tahu apa yang sedang dipikirkan oleh sahabatnya.

__ADS_1


“Salahmu mengabaikannya dan terlalu sibuk dengan proyek barumu di Hawaii saat itu.”


“Tapi aku kembali walau terlambat,” Andrew berusaha membela diri dihadapan Luke yang selalu mampu untuk menekan lawan bicaranya dengan wajah dingin tanpa ekspresi dan nada bicara yang tajam.


“Karena kesalahanmu tidak sefatal Dave, jadi dia hanya melupakan fakta bahwa kalian dulunya sepasang kekasih. Fakta yang ditolak alam bawah sadarnya selama koma di rumah sakit.”


Terjawab sudah semua rasa penasaran Andrew atas pertanyaan yang sedari tadi memenuhi pikirannya. Sarah yang ceria menjadi perempuan dingin sedingin salju dan tak tersentuh. Dan ternyata ia turut andil menorehkan luka di hati Sarah., membuat wanita itu melupakan tentang cerita cinta mereka. Bodohnya ia tidak peka dengan apa yang dirasakan Sarah saat itu, kesepian selama ia sibuk dengan pekerjaannya. Sekarang ia paham kenapa Sarah meminta untuk tidak pergi , ternyata kesalahan masa lalu lah yang jadi penyebabnya.


“Kalau begitu kita harus menemui Dave, Luke,” ajak Andrew yang berhasil memancing kemarahan Luke.


“Tidak akan kubiarkan bajingan itu bertemu adikku, setelah apa yang ia lakukan,” teriak Luke terdengar keluar, dia sungguh marah dengan rencana Andrew yang bisa membuat mereka kehilangan Sarah.


“Kita perlu mendengar penjelasan Dave dan aku rasa kesempatan itu pantas untuk ia dapatkan,” ucapnya pelan seraya meyakinkan Luke yang nampak emosi.


Andrew tahu jika sepupu tertua kekasihnya telah menyingkirkan Valleria Ambrosio, selingkuhan David. Dan dia juga tahu jika David tanpa sadar telah memberi peluang pada perempuan lain untuk masuk terlalu dalam ke hidupnya. Perempuan berdarah Italia itu merupakan senior Sarah di Universitas dan mereka cukup dekat. Mungkin benar mantan sahabatnya itu lupa dengan apa yang telah terjadi padanya dan Valleria, tapi perempuan itu menyimpan bukti video dan foto kelakuan bejat mereka. Yang dikirimkan pada Sarah untuk mendapatkan David. Tapi nasib tidak berpihak padanya, karena harus berakhir meregang nyawa.


“Baiklah. But promise me this is the frist and last time for me to meet the jerk like Dave.”


“I promise, this is the last time,” janji Andrew pada Luke yang sedikit melunak kali ini.


Luke hanya memikirkan kondisi adiknya, tidak ingin kembalinya ingatan itu kembali membuatnya terpuruk. Apalagi jelas teerlihat jika Sarah sangan membutuhkan Andrew, seperti permintaan wanita itu semalam.


“Don’t leave her, Drew,” pinta Luke menutup wajahnya dengan telapak tangan.

__ADS_1


“I’ll not leave her, no matter how,” untuk kedua kalinya Andrew harus mengucapkan janji pada Luke, demi seorang Sarah Dimitrov-Jacob.


Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menghubungi David melalui asistennya, James. Karena Luke tidak ingin berhubungan langsung dengan lelaki itu, dan Andrew terpaksa harus menuruti kemauan Luke. Andrew sadar benar jika berdebat dengan Luke mengenai hal ini bukanlah hal yang baik, cucu tertua Philips Jacob yang terkenal tak terbantahkan.


__ADS_2