The Choice Queen

The Choice Queen
TCQ 56: Menangkap Hasil Perburuan


__ADS_3

Mo Wei kembali ke istana pagi-pagi setelah melakukan perjalanan selama dua hari dari Jinchuan. Setelah tugasnya selesai, dia hendak melaporkan hasilnya kepada Nangong Zirui.


Jika rajanya tidak memberinya tugas tambahan untuk menyelidiki dupa di Rumah Bordil Xiaoqin, Mo Wei bisa saja kembali dua hari lebih awal.


Raja benar-benar berubah dan jadi suka menindasnya dan memberinya banyak pekerjaan tambahan. Dia bersedih dan mengeluh dalam hatinya, tapi tidak mampu mengungkapkannya. Jika dia mengeluhkan itu, maka Raja hanya akan memberinya pekerjaan tambahan yang lebih berat lagi.


Istana masih sepi saat kakinya melangkah memasuki aula. Lampu-lampu lilin sebagian sudah padam karena meleleh dan sumbunya habis.


Aroma dupa yang khas mengepul dari pembakar dupa menyentuh hidungnya. Dia ingin menangis, rasanya sudah lama sekali dia tidak mencium aroma ini.


“Yang Mulia?” panggilnya. Biasanya pada saat seperti ini, Nangong Zirui sudah bangun dan sudah bersiap untuk sarapan sebelum menghadiri rapat pengadilan pagi.


“Yang Mulia? Apakah kamu sudah terjaga? Aku datang untuk melapor!”


Wang Bi tiba-tiba muncul dan menepuk pundaknya.


“Jangan berisik! Yang Mulia masih tidur!”


“Masih tidur? Bukankah dia selalu bangun pada jam-jam ini?”


“Semalam Yang Mulia mabuk dan langsung tidur. Dia kelelahan setelah kembali dari luar bersama Pemangku Pedang.”


Mo Wei seketika membelalak dan menatap tak percaya pada Wang Bi.


“Apa? Yang Mulia jalan-jalan tanpa mengajakku? Astaga! Aku tidak percaya dia jalan-jalan tanpa membawaku! Kasim Wang, apakah Yang Mulia sungguh jalan-jalan bersama Pemangku Pedang?”


Sungguh, Mo Wei ingin menangis keras-keras. Bisa-bisanya Raja jalan-jalan tanpa membawa pengawalnya yang tampan dan cekatan ini! Apakah Raja tidak menginginkannya lagi? Ya ampun, dia benar-benar tega!


“Jangan berisik! Yang Mulia masih tidur!”


Tapi, Mo Wei yang sedih dan kesal tidak mendengarkan. Dia meracau dan mengatakan kalau Nangong Zirui pilih kasih dan tidak menginginkan bawahan sepertinya lagi.


Wang Bi terus menenangkan, memberinya penjelasan yang tidak bisa diterima olehnya. Kasim itu bahkan sampai ingin memukulnya karena kesal.


“Apa yang kamu ributkan?” suara Nangong Zirui yang berat tetapi sangat khas menginterupsi keduanya. Wang Bi dan Mo Wei seketika menoleh ke asal suara.


Nangong Zirui muncul dari balik tirai dengan jubah tidur berwarna emas. Wajah tidurnya masih tertinggal.


Suara berisik Mo Wei dan Wang Bi membuatnya terjaga dan ia tahu kalau hari sudah pagi. Dia turun dari tempat tidur, lalu menghampiri Wang Bi dan Mo Wei.


Mo Wei langsung berlari dan ingin memeluknya, namun Nangong Zirui menahannya dan tangannya terjulur menahan kepala Mo Wei.


“Untuk apa kamu ribut di istanaku?”

__ADS_1


“Yang Mulia! Yang Mulia sungguh tidak adil! Teganya kamu pergi jalan-jalan dengan Pemangku Pedang tanpa menungguku! Huhuhu! Yang Mulia, kamu harus memberiku kompensasi!”


Nangong Zirui mendorongnya dan memasang wajah sedikit kesal. Dia mengembuskan napas agak kasar.


Pagi-pagi begini mengapa pengawalnya ribut? Jalan-jalan hanya hal sepele, untuk apa dia meributkannya sampai seperti ini? Nangong Zirui jadi kesulitan meneruskan istirahatnya!


“Bicarakan hal serius! Bukankah kamu datang untuk melapor?”


“Sudah kuduga! Yang Mulia memang tidak menginginkan bawahanmu ini lagi.”


“Apakah kamu seorang wanita? Untuk apa kamu merajuk seperti itu? Sia-sia aku melatihmu selama ini dan menjadikanmu pengawalku!”


“Baiklah, aku tidak ribut lagi. Yang Mulia, pemeriksaan buku akun sudah selesai dan penyelidikan sudah berkembang. Rumah Bordil Xiaoqin dan kediaman Tuan Besar Su, penangkapannya hanya tinggal menunggu perintah Yang Mulia.”


“Su Ren melakukan banyak korupsi dan pencucian uang. Dia juga memalsukan catatan dan membantu para bangsawan licik. Kejahatan menipu Raja, sudah tidak dapat terelakkan,” Nangong Zirui berkata. “Bagaimana dengan dupanya?”


“Lapor, Yang Mulia. Dupa di Rumah Bordil Xiaoqin adalah dupa khas yang dipesan khusus oleh tempat itu. Menurut catatan, mendiang Ratu Ling pernah meminta dupa tersebut kepada seorang penghibur kenalannya karena dia menyukai aromanya.”


“Apakah berbahaya?”


“Tidak. Tapi, bisa menjadi berbahaya saat dicampur dengan bahan lain. Aku sudah meminta sampel dupanya dan mengirimnya ke Balai Pengobatan Istana untuk diteliti.”


“Bagus. Wang Bi, minta Xiao Feng pergi ke Balai Pengobatan Istana untuk mengambil hasil pemeriksaannya nanti,” ucap Nangong Zirui yang dibalas anggukan oleh Wang Bi.


Jika ditemukan masalah pada dupanya, maka penyakit dan kematian Ling Sui akan menjadi sebuah kasus pembunuhan yang disengaja. Siapapun dalang yang ada di balik layarnya, Nangong Zirui bersumpah akan menangkapnya dan mengadilinya. Dia telah berani mencelakai Ratu Donghao dan membunuhnya pelan-pelan, itu sudah sangat kejam dan tidak bisa ditoleransi.


Mo Wei mengangguk patuh, kemudian dia dengan ragu menatap Nangong Zirui. “Tapi, Yang Mulia, bagaimana dengan Selir Su?”


Jika Su Ren ditangkap dan kejahatannya terungkap, maka Su Min tidak akan berdiri kokoh di harem. Dia hanya seorang selir dan Jinchuan adalah fondasinya.


Saat batu sandarannya runtuh, dia tidak akan berdiri tegak. Rajanya adalah tipe orang yang suka membasmi sampai ke akar. Mo Wei khawatir Su Min akan ikut menerima konsekuensi atas kejahatan ayahnya.


“Su Min adalah putri Jincuan. Dia ikut memakan hasil kejahatan ayahnya. Jika dia mau bekerjasama denganku, aku bisa mengampuninya.”


Saat Jinchuan kehilangan Tuan Besar karena sebuah kejahatan yang tidak termaafkan, maka otoritas Jinchuan akan dikembalikan ke pengadilan istana. Maka, kekuasaan dan hak pengelolaannya akan berada di tangan Raja. Sudah saatnya menyatukan kembali kekuasaan, dan prosesnya sudah dilakukan selangkah demi selangkah.


Danchuan sudah menyerah lebih dulu. Jinchuan sebenarnya bukan target kedua, hanya saja langit sedang membantu Nangong Zirui. Dia menerima banyak informasi rahasia terkait korupsi dan keserakahan Su Ren, jadi dia memanfaatkan kesempatan untuk mengungkap dan menemukan lebih banyak bukti.


Perburuan ini, hanya tinggal setengah lagi.


*


Saat mendengar kabar bahwa Mahkamah Agung mengutus orang untuk menangkap Tuan Besar Jinchuan, Su Min yang sedang berbincang santai dengan Fei Jia dan Shen Lihua langsung meninggalkan kawasan Istana Belakang dan berlari ke Istana Qihua. Su Min ingin meminta penjelasan dari Raja terkait penangkapan ayahnya.

__ADS_1


Nangong Zirui, seperti biasa hanya menanggapinya dengan sederhana. Dia masih fokus pada buku yang dibacanya tanpa menghiraukan ratapan dan tangisan Su Min yang duduk berlutut di lantai yang dingin. Suara tangisannya sangat menyayat hati, tapi tidak mampu menembus kerasnya hati Nangong Zirui.


“Jika kamu tidak berhenti menangis, aku akan menyuruh pengawal menyeretmu keluar dari sini,’ ucap Nangong Zirui dengan dingin.


Su Min terisak. Air matanya mengalir, membuat pipinya yang dipoles bedak memiliki garis-garis tipis bekas aliran air matanya.


“Yang Mulia, apakah Yang Mulia juga tidak ingin berbelas kasih? Dia adalah ayahku, bisakah Yang Mulia mengampuninya?”


“Mengampuni? Selir Su, kamu terlalu memandang rendah aku. Hukum tidak memiliki mata, tidak tumpul ke atas atau tajam ke bawah. Entah itu ayahmu atau bahkan ibuku sendiri, mereka akan menerima konsekuensi terlepas dari status dan kedudukan mereka.”


“Tapi, Yang Mulia, tolong pertimbangkan dia yang sudah mengabdi pada kerajaan selama puluhan tahun. Mohon beri dia kesempatan untuk menebus kesalahannya,” Su Min memohon lagi. Dia takut Nangong Zirui benar-benar menghukum ayahnya dan tidak melepaskan keluarganya.


“Aku sudah memberinya kesempatan. Jika dia pintar, dia bisa langsung menemuiku saat pemeriksaan buku akun dilakukan. Aku berencana mengampuninya saat itu. Tapi, Selir Su, ayahmu tidak melakukannya.”


Nangong Zirui menaruh bukunya. Dia berdiri, berjalan menuju jendela dan menatap kolam ikan yang dangkal tanpa henti. Ekspresinya begitu tenang meski dia sedang membicarakan kejahatan Su Ren.


Baginya, tidak ada ampun bagi penjahat kelas kakap yang menyengsarakan rakyat dan meraup keuntungan demi dirinya sendiri.


“Kamu tahu kenapa?” tanya Nangong Zirui. “Karena kejahatannya bukan hanya itu.”


Su Min membelalak. “Apa-apa maksud Yang Mulia?”


Sudut mulut Nangong Zirui terangkat.


“Kamu akan segera mengetahuinya.”


Bahu Su Min melorot. Dia bukannya tidak tahu tentang kejahatan suap dan korupsi yang dilakukan ayahnya. Su Min hanya tidak menyangka kalau hari kejahatannya terungkap bisa datang secepat ini dan Raja tampaknya tidak ingin melepaskannya.


Raja juga mengatakan kalau kejahatannya bukan hanya itu. Jika Raja menemukan buktinya dan ayahnya dihukum, maka itu adalah kejatuhan keluarga Su. Saat keluarga Su jatuh, Jinchuan akan mengalami pergantian kepemimpinan lagi. Bagi Su Min, itu adalah bencana besar!


“Jika kamu bisa bekerjasama denganku, aku bisa menjamin posisimu. Tentu saja, aku tidak akan memaksa. Selir Su, pikirkan baik-baik tawaranku.”


“Apakah suami istri juga perlu seperti ini, Yang Mulia?’


Su Min bertanya dengan rasa sakit di hatinya. Memasuki harem dengan menjadi salah satu istri raja adalah sebuah momen menjebloskan diri ke dalam jurang yang sangat dalam, yang membuat orang itu kesepian dan merasakan betapa kejamnya dunia dan betapa kuatnya kekuasaan.


Saat kamu memegang kekuasaan, maka kamu akan bertahan dan saat kamu kehilangan kekuasaan, maka hidupmu akan berakhir. Su Min terlalu naif dan berpikir dia bisa hidup nyaman di harem Raja.


Istana ini, ternyata tidak lebih dari kandang serigala.


“Aku bukan hanya suamimu, Selir Su. Aku adalah Raja Donghao dan hubunganku dengan ayahmu bukan sekadar menantu dan mertua. Ayahmu adalah penguasa Jinchuan dan aku adalah Raja. Bisakah kamu membedakannya?”


“Yang Mulia, tolong kasihani ayahku dan berikan kesempatan padanya…” Su Min masih keras kepala dan tetap memohon. Nangong Zirui tetap teguh dan hatinya tidak goyah.

__ADS_1


“Selir Su, hari sudah larut. Kembalilah ke istanamu dan pikirkan baik-baik perkataanku.”


Su Min masih berlutut, sementara Nangong Zirui sudah keluar dari istananya tanpa mempedulikannya.


__ADS_2