The Choice Queen

The Choice Queen
TCQ 57: Racun Mendiang Ratu


__ADS_3

Li Fengran tengah berada di Balai Pengobatan Istana sesuai perintah Nangong Zirui. Saat ini, dia sedang duduk di depan meja tempat Tabib Hong memeriksa dupa.


Ketidakpercayaannya terhadap kemampuan tabib ini sudah perlahan memudar sejak Tabib Hong membersihkan sisa racun di tubuhnya.


“Bagaimana? Apakah kamu menemukan sesuatu?” tanya Li Fengran.


Tabib Hong meletakkan sampel dupa di mangkuk kecil setelah meneliti kandungan zatnya. Di mangkuk yang lain terdapat sampel dupa dengan jenis yang sama, sisa dari pasokan dupa milik Ling Sui di istana sebagai bahan perbandingan. Kening Tabib Hong mengerut, sudah jelas dia menemukan kejanggalan.


“Tuan, dari mana datangnya dupa yang ini?” tanya Tabib Hong sembari menunjuk sampel dupa dari Jinchuan.


“Jinchuan. Apa ada masalah?”


Tabib Hong menggelengkan kepala.


“Dupa dari Jinchuan ini tidak berbahaya. Ini hanya dupa biasa yang dibuat dengan teknik khusus.”


“Lalu bagaimana dengan yang itu?” Li Fengran menunjuk mangkuk berisi sampel dupa milik Ling Sui.


“Awalnya saya tidak menyadarinya. Dua dupa ini tampak sama dan sejenis. Tapi, saya menemukan kalau dupa dari istana sudah dicampur sesuatu.”


“Apakah itu zat beracun?”


“Mungkin saja. Saya harus memeriksa bahan apa yang ditambahkan pada dupa istana.”


“Lakukan sekarang!”


Tabib Hong mengangguk. Dia membakar sedikit dupanya, lalu menghirup aromanya sembari memikirkan. Aroma yang terselip di dalam dupa Ling Sui di istana, sepertinya merupakan suatu aroma khas dari tumbuhan tembakau kering. Tabib Hong juga bisa mencium aroma lain yang samar-samar.


Li Fengran terus menunggu sambil memperhatikan. Dia tidak mengerti pengobatan atau hal-hal seperti ini, tapi dia tahu bahwa sesuatu yang mengerikan ada di balik kematian Ling Sui.


Penyakitnya, pasti bukan penyakit bawaan yang muncul tiba-tiba. Li Fengran yakin seseorang sengaja menumbuhkan penyakit itu.


“Tuan Pemangku Pedang, ada aroma tembakau dan beberapa aroma lainnya. Karena aromanya samar, maka tidak dapat diidentifikasi dan aromanya berbaur dengan aroma bahan utama dupa. Orang-orang tidak akan menyadarinya tanpa memperhatikannya dengan baik.”


“Tuliskan hasil penelitiannya. Aku akan melaporkannya kepada Yang Mulia.”


“Baik, Tuan. Tunggu sebentar.”


Tabib Hong kemudian menuliskan hasil penelitiannya di selembar kertas. Sembari menunggu tabib itu selesai, Li Fengran terus memperhatikan dupa di dua mangkuk.


Satu mangkuk berasal dari Jinchuan, satu lagi berasal dari istana. Dupa dari Jinchuan tidak berbahaya, tapi dupa sisa milik Ling Sui dari istana dicampur dengan zat lain.


Jika bukan Ling Sui yang memintanya sendiri, siapa yang begitu berani mencampurkan zat lain ke dalamnya?


Tidak mungkin Ling Sui sengaja ingin membunuh dirinya sendiri, kan?


“Tuan, laporannya sudah selesai.”

__ADS_1


“Baiklah. Aku akan memberikannya pada Yang Mulia. Tabib Hong, tolong kamu simpan sisa dupanya dengan baik. Aku mungkin akan membutuhkannya nanti.”


“Mengerti, Tuan Pemangku Pedang.”


Tanpa membuang waktu lagi, dia langsung meninggalkan Balai Pengobatan Istana dan pergi ke Balai Dupa Istana, yang ditugaskan untuk mengurus dupa dan wewangian yang kerap dipakai para penghuni istana.


Saat melihat token Pemangku Pedang, para pegawai di biro tersebut menunduk hormat dan memberinya akses masuk.


Li Fengran langsung menemui kasim yang bertugas mengatur pasokan dupa ke istana mendiang Ratu Ling. Tapi, dia terkejut karena kasim tersebut ternyata sudah mengundurkan diri tiga bulan lalu, tepat saat penyakit mendiang Ling Sui semakin parah dan akhirnya tewas.


Tidak ada yang tahu di mana kasim itu tinggal. Tidak ada pula catatan yang menunjukkan tempat tinggal asalnya.


Li Fengran jadi semakin yakin. Seseorang pasti tahu mendiang Ratu menyukai dupa dari Jinchuan dan menyediakan stok di istana, lalu memanfaatkan kesempatan untuk meracuninya.


Di istana yang besar dan ketat ini, siapa sebenarnya yang sangat berani meracuni seorang Ratu? Atau mungkin, dupa milik Ling Sui yang disimpan di istana ini sebenarnya sudah tidak murni sejak dikirim kemari?


Li Fengran tidak bisa memikirkannya sendiri. Dia bergegas menuju Istana Qihua dan langsung memberikan laporan hasil penelitian Tabib Hong kepada Nangong Zirui sembari mengutarakan pendapatnya.


Nangong Zirui mengangguk-nganggukkan kepala, keningnya juga mengernyit memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang mungkin saja terjadi. Ada emosi tertahan yang terlihat di mata dan ekspresinya. Li Fengran menebak pria itu pasti mencurigai sesuatu, lebih tepatnya seseorang.


“Apakah Yang Mulia punya seorang kenalan yang mengerti racun dan zat-zat berbahaya?” tanya Li Fengran. Nangong Zirui mendongakkan kepalanya menatap Li Fengran.


“Kamu ingin mencari tahu racun apa yang ada di dalam dupa Ling Sui?”


“Ya. Tabib Hong tidak bisa mengidentifikasinya karena dia hanya seorang tabib. Perlu seseorang yang ahli untuk mengetahui jenis racun apa yang ada di dalam dupanya.”


“Aku akan memanggilnya kemari.”


Kanker paru-paru yang mungkin diderita Ling Sui tidak akan menjadi parah tanpa ada pemicu. Kondisinya memang sudah tidak baik, hanya perlu menambahkan sesuatu dan meracuninya secara perlahan jika ingin dia mati.


Li Fengran jadi bertanya-tanya, mengapa orang itu menginginkan nyawa Ratu? Apakah karena Ling Sui berasal dari keluarga bangsawan yang kuat dan terhormat? Atau karena orang itu ingin Ratu Donghao diganti? Mengapa? Bukankah Ling Sui adalah sosok Ratu Donghao yang sempurna di mata semua orang?


Entahlah, itu terlalu rumit dan kepala Li Fengran jadi sakit memikirkannya.


“Yang Mulia, apakah Tuan Su dan pemilik Rumah Bordil Xiaoqin sudah ditangkap?” tanya Li Fengran. Tiba-tiba saja dia punya pemikiran kalau ini ada hubungannya dengan Su Ren dari Jinchuan.


“Ya. Mahkamah Agung sudah mengirimkan orang untuk membawa mereka. Mungkin besok mereka akan tiba di ibukota.”


“Baguslah.”


“Xiao Feng, apakah kamu juga punya pemikiran yang sama denganku terkait pelaku sebenarnya dari dupa beracun itu?”


“Kemungkinan besar, ya, Yang Mulia.”


Nangong Zirui menyunggingkan senyumnya. Pemikiran mereka ternyata terhubung. Cara Li Fengran bekerja dan berpikir sesuai dengan keinginannya.


Nangong Zirui jarang mendapatkan orang yang punya pemikiran dan keinginan yang sama dengannya. Li Fengran ini, seperti sebuah harta karun yang berharga baginya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, Wang Bi datang bersama seorang pemuda. Pemuda itu mungkin berusia sekitar dua puluh tujuh tahun, rambutnya panajang.


Di sisi kanan dan kiri kepalanya, tepatnya di belakang telinga, rambutnya memutih sebagian sebanyak sekitar tiga sentimeter. Itu menjadikan si pemuda terlihat menawan, seperti jenius cantik yang pekerja keras namun misterius.


“Yang Mulia, Tuan Muda Xue sudah tiba,” ucap Wang Bi.


Pria itu – Xue Jun, adalah seorang ahli racun kenalan Nangong Zirui yang sangat hebat. Dia mengabdikan seluruh hidupnya dalam pembuatan racun dan penawarnya.


Identitasnya misterius, selain Nangong Zirui, jarang ada orang yang mengetahui keberadaannya. Dia suka memakai baju berwarna putih yang membuatnya menjadi sangat elegan dan tampan.


“Hormat kepada Yang Mulia,” Xue Jun membungkuk memberi hormat. Nangong Zirui kemudian menghampirinya.


“Tidak perlu sungkan. Xue Jun, aku butuh bantuanmu.”


“Sungguh suatu kehormatan bisa membantu Yang Mulia. Apa yang ingin Yang Mulia ketahui?”


Wang Bi kemudian memberikan dupa milik Ling Sui kepada Xue Jun setelah mendapat isyarat dari Nangong Zirui. “Periksa racun apa saja yang ada di dalam dupa ini.”


Xue Jun menggunakan indera penciumannya yang tajam akan aroma racun untuk mengidentifikasi kandungan racun di dalam dupa. Dia mengernyit sesaat, kemudian meminta selembar kertas dan kuas tulis. Xue Jun menuliskan kemungkinan zat-zat yang ada di dalam dupa, lalu menyerahkannya kepada Nangong Zirui.


Li Fengran ikut membacanya dan seketika matanya membelalak.


“Xiao Feng, kamu tahu zat-zat ini?”


Li Fengran mengangguk tak percaya. Pada dupa yang padat dan sekecil itu, ternyata mengandung banyak zat berbahaya! Li Fengran tidak percaya ada seseorang di dunia ini yang begitu mahir mencampurkan zat sampai tidak terindetifikasi secara sekilas!


“Selain nikotin dan tar, amonia dan arsenik adalah zat karsinogenik. Aku tidak percaya seseorang bisa begitu mahir mencampurkannya dan membentuknya menjadi sebuah dupa.”


Xue Jun merasa tertarik. Dia menatap Li Fengran.


“Apa maksud zat karsinogenik?”


“Di kampung halamanku, zat karsninogenik adalah zat pemicu kanker. Yah, kamu tahu, kanker itu semacam penyakit berbahaya berupa pembelahan sel yang terjadi secara berlebihan. Seseorang yang mengidap kanker sangat berisiko mengalami kematian.”


“Kanker? Pembelahan sel?” Xue Jun mengernyitkan dahi. Baru kali ini dia mendengar kata-kata ini.


“Sulit dijelaskan. Aku juga tidak bisa memberitahumu secara detail mengenai ini karena aku bukan seorang dokter.”


Xue Jun memiliki rasa penasaran yang tinggi, tapi dia tahu kalau Pemangku Pedang memang tidak bisa menjelaskannya. Saat tugasnya selesai, dia diantar kembali ke tempat tinggalnya bersama Wang Bi. Li Fengran dan Nangong Zirui masih berada di Istana Qihua, mendiskusikan hasil penyelidikan.


Sudah jelas, mendiang Ling Sui diracuni. Ini bukan lagi sebuah kematian karena penyakit, melainkan pembunuhan berencana!


“Mereka bahkan berani meracuni seorang Ratu!”


Nangong Zirui mengepalkan tangannya. Dia sungguh tidak menyangka seseorang benar-benar meracuni Ling Sui.


Sosok Ling Sui, yang begitu sehat dan sangat cantik di tahun-tahun pertama memasuki istana terbayang kembali. Bagaimana bisa sosok yang begitu sehat dan sangat bugar itu tiba-tiba berubah menjadi penyakitan dan kurus dengan bibir pucat dan seakan hampir rubuh setiap kali diterpa angin?

__ADS_1


Nangong Zirui marah, benci, dan simpati. Dia sungguh-sungguh tidak ingin percaya wanita itu dibunuh secara perlahan.


“Manusia benar-benar mengerikan,” Li Fengran berucap tanpa sadar. Bahkan seorang Ratu yang memiliki kuasa dan posisi tinggi pun ternyata tidak bisa lepas dari pembunuhan.


__ADS_2