The Choice Queen

The Choice Queen
TCQ 74: Merasa Tidak Adil


__ADS_3

"Saya dengar, Yang Mulia membawa Pemangku Pedang kembali menggunakan keretanya, Yang Mulia Ratu."


Ketika Shen Lihua mendengar penuturan pelayannya, hatinya memanas tanpa bisa dipadamkan. Raja begitu memedulikannya, dia sepertinya sudah jatuh cinta pada wanita itu.


Shen Lihua sadar dia tidak bisa mendapatkan hati Nangong Zirui. Tapi jika seseorang harus mendapatkannya, maka itu tidak seharusnya menjadi milik Li Fengran.


Akan lebih baik jika tidak seorang pun bisa mendapatkannya. Shen Lihua yang kini berstatus sebagai istri dan Ratunya sangat tidak puas, namun dia tidak punya daya karena dirinya sendiri pun hanya sebuah boneka bagi orang lain.


"Jadi, dia sudah kembali?"


"Sudah, Yang Mulia. Dia bahkan membawa para penjahatnya untuk diadili dan meminta bantuan Yang Mulia Raja untuk memberikan keadilan kepada lima gadis yang diculik bersamanya."


"Siapa penculiknya?"


"Para pedagang manusia. Mereka didalangi oleh Tuan Chen Pang."


Shen Lihua mengepalkan tangannya. Chen Pang, si pengawal bodoh itu sangat tidak kompeten. Dia melakukannya setengah-setengah sampai berhasil membuat Li Fengran tahu dialah penculiknya. Seharusnya ketika melakukan penculikan, Chen Pang tetap menyembunyikan jati dirinya dan sepenuhnya menyingkirkan Li Fengran.


Tapi, Shen Lihua sadar kalau Shen Jinglang ada di belakangnya. Kakaknya itu tidak akan melepaskan siapapun yang berani menyakiti Li Fengran. Dia akan mencari pembalasan untuknya, bahkan jika itu terhadap pengawal pribadinya sendiri dan keluarganya sendiri.


Kegilaannya pada Li Fengran sudah menjadi obsesi yang membuatnya bertindak arogan dan ceroboh. Terakhir kali dia membunuh Su Min, dia membiarkan Su Min menuliskan petunjuk melalui potongan namanya. Jika Shen Jinglang terus melakukannya, maka dia juga bisa hancur.


Jika Shen Jinglang hancur, maka semua upaya dan pengorbanan yang dilakukan Shen Lihua akan sia-sia. Dia akan kehilangan segala yang telah ia dapatkan dengan susah payah.


Tapi, Shen Jinglang juga sangat kejam dan licik. Shen Lihua tidak bisa melawannya secara langsung dan masih tunduk padanya meski kebencian di hatinya semakin hari semakin besar.


Hah, semua pria di dunia ini tampaknya sama. Bahkan Nangong Zirui, seorang Raja pun, tergila-gila pada seorang wanita bernama Li Fengran dan jatuh cinta padanya saat jelas-jelas ada pilihan yang lebih baik untuknya.


"Si bodoh itu tidak akan bertahan hidup lebih lama lagi. Cepat atau lambat Raja akan menangkapnya."


"Apakah Tuan Besar tidak akan menyelamatkannya?"

__ADS_1


"Kakakku hanya peduli pada pencapaian dan tujuan besarnya. Kehilangan seorang pengawal bukan masalah besar untuknya."


"Bahkan jika itu adalah pengawal pribadinya yang sudah bertahun-tahun menjadi kaki tangannya?"


Shen Lihua tertawa getir. Kaki tangan? Mereka yang hidup di bawah tekanan Shen Jinglang hanyalah sebuah bidak catur yang bisa digunakan ketika berguna dan dibuang ketika sudah tidak berguna.


Shen Jinglang tidak akan keberatan menyingkirkan Chen Pang. Selain menyingkirkan sumber masalah, dia juga bisa sekalian mencari pembalasan padanya. Shen Jinglang hanya akan menggunakan tangan Raja untuk memberikan balasan karena dia telah menculik dan mencelakai Li Fengran.


"Jangankan pengawal, bahkan jika dia harus menyingkirkan keluarganya, dia tidak akan keberatan," ucap Shen Lihua.


Pelayannya menunduk. Dia berpikir, berapa banyak tekanan dan penderitaan yang dialami oleh Ratunya ini? Dia jelas-jelas seorang Ratu dan punya kuasa, tetapi malah tidak mau melepaskan obsesinya sendiri dan tunduk di bawah ancaman dan tekanan kakaknya sendiri.


"Apakah Yang Mulia Ratu tidak akan membantu Pengawal Chen?"


"Membantunya hanya akan menimbulkan masalah. Biarkan dia mencari cara menyelamatkan dirinya sendiri."


Pelayannya tidak bicara lagi. Shen Lihua meneguk teh pahitnya, lalu menatap senja yang membayang lewat jendela istananya. Musim sudah hampir berlalu dan berganti dua kali, tapi kursi yang didudukinya tidak lebih dari sekadar cangkang kosong.


Kekuasaannya sebagai Ratu bahkan tidak mampu membuat Raja jatuh hati padanya. Dia sudah memahami konsekuensinya sebelumnya, tapi tidak pernah mengira bahwa rasa kesepian dan kesendirian serta tertekan itu akan separah ini.


"Keadilan yang dimaksud Pemangku Pedang itu, seperti apa maksudnya?" tanya Shen Lihua ketika dia ingat tentang keadilan yang diminta oleh Li Fengran.


"Para gadis yang diculik bersamanya adalah putri-putri selir yang tidak disayangi dari para pejabat penting istana. Pemangku Pedang ingin mereka mendapat kebebasan dan mendapat kehidupan layak meski terlahir dari seorang selir rendahan, Yang Mulia."


"Heh, menyelamatkan gadis dengan memberi bantuan tidak akan menyelesaikan masalah. Berapa banyak gadis yang bisa terselamatkan oleh tindakannya di Donghao yang luas ini?"


"Lalu haruskah kita membuat Yang Mulia Raja tidak melalukannya?"


"Biarkan saja. Aku ingin melihat berapa banyak persen yang mereka dapatkan dengan tindakan itu."


"Baik, Yang Mulia."

__ADS_1


"Apakah ada kabar lain?"


"Menjawab, Yang Mulia Ratu, hari ini Ibu Suri memanggil beberapa nyonya pejabat ke istana dan mengadakan perjamuan kecil di taman istana."


Shen Lihua menarik napasnya. Dia sudah kehilangan kepercayaan Ibu Suri, tetapi dia tetap seorang Ratu. Seharusnya mengenai perjamuan seperti itu, Ibu Suri memberitahunya agar Shen Lihua dapat bersiap. Ibu Suri benar-benar tidak memberinya muka.


"Tampaknya, Istana Belakang ini akan kedatangan penghuni baru," ujar Shen Lihua.


"Maksud Yang Mulia Ratu adalah...."


"Tidak lama lagi, Ibu Suri pasti akan memilihkan beberapa selir baru untuk Raja."


"Selir baru? Menurut saya, itu sia-sia. Raja bahkan tidak pernah menyentuh istri-istrinya, lalu apa gunanya ada selir baru?"


"Ibu Suri ingin memperingatkan Raja bahwa Raja adalah Raja, yang tidak bisa tunduk pada satu wanita dan harus mementingkan masalah negara. Kamu tahu, berapa banyak Raja kehilangan takhtanya ketika dia tidak memiliki keturunan?"


"Bukankah penerus takhta harus lahir dari seorang Ratu?"


"Raja sebelumnya adalah pangeran yang lahir dari selir. Kamu tahu, istana selalu berubah mengikuti arus."


"Apakah hati Yang Mulia rela? Yang Mulia menghabiskan banyak upaya dan bekerja keras demi berada di sisi Raja. Ibu Suri bukan hanya tidak mendukung, dia bahkan memilihkan wanita lain untuk Raja tanpa memberitahu Yang Mulia Ratu terlebih dahulu."


Shen Lihua tidak bersuara lagi. Tidak peduli berapa banyak wanita yang dikirim Ibu Suri ke istana untuk mejadi selir Raja, mereka tidak akan pernah bisa mendapatkan Raja. Mereka hanya akan mendapatkan status dan hidup kesepian selama sisa hidup mereka.


Tidak akan ada yang berani melawannya karena Shen Lihua adalah Ratu yang punya dukungan Zichuan di belakangnya. Para selir baru yang nanti akan datang, meski mereka adalah orang-orang Ibu Suri, mereka juga tidak akan berani mencari masalah dengannya.


"Bukan masalah besar. Masalah utamaku hanyalah Pemangku Pedang."


"Raja benar-benar tidak adil. Dia hanya baik pada Pemangku Pedang dan sepenuhnya mengabaikan Yang Mulia Ratu. Hamba benar-benar merasa tidak adil untuk Yang Mulia Ratu."


Benar, Raja memang tidak adil dan hanya peduli pada Pemangku Pedang. Shen Lihua justru berpikir mengapa Li Fengran tidak mencari masalah dengannya?

__ADS_1


Setahunya, dengan kecerdasannya, Li Fengran seharusnya sudah tahu apa yang menyebabkan Su Min menyerangnya dan tahu Shen Lihua-lah yang sudah memprovokasinya. Mengapa dia menahan diri sekarang?


"Jangan bicara lagi. Awasi gerak-gerik Pemangku Pedang dan laporkan padaku ketika dia bertingkah aneh."


__ADS_2