The Choice Queen

The Choice Queen
TCQ 77: Saling Menghindar


__ADS_3

“Apa katamu? Chen Pang sudah mati?”


“Benar, Tuan. Raja sendiri yang mengeksekusinya.”


Li Fengran kehilangan semua kata-katanya saat petugas Mahkamah Agung memberitahu kalau Chen Pang sudah mati. Sungguh, Li Fengran benar-benar tidak mengira Nangong Zirui akan langsung mengeksekusinya.


Itu membuatnya semakin ingin tahu, sebenarnya apa yang dikatakan oleh Chen Pang sampai Nangong Zirui harus mengeksekusinya sendiri tanpa menunggu pendapatnya?


“Apakah hasil interogasinya sudah dilaporkan?”


Petugas itu menggelengkan kepala. “Raja memerintahkan agar interogasi tersangka Chen Pang tidak dilaporkan secara tertulis. Dia mengatakan dia sendiri yang akan mengurusnya.”


“Lalu apakah kamu tahu seperti apa hasilnya?”


Petugas mengggelengkan kepala lagi. “Raja sendiri yang menginterogasinya. Kami sama sekali tidak diperbolehkan masuk.”


Dia menghela napasnya dan tidak bertanya lagi. Li Fengran pergi dari Mahkamah Agung. Dia berjalan gontai sambil terus memikirkan alasan pria itu mengeksekusi Chen Pang tanpa ragu. Padahal, seharusnya Nangong Zirui memberitahunya karena Li Fengran-lah korban utamanya.


Dia menghentikan langkahnya di taman istana saat dia tanpa sengaja berpapasan dengan Shen Lihua yang sedang memetik bunga-bunga bersama pelayannya. Dia tahu harus memberi hormat, dan Li Fengran kemudian membungkukkan tubuhnya seperti yang ia lakukan setiap kali bertemu orang.


Shen Lihua menatapnya sekilas, dia tampak tenang dan melanjutkan kembali aktivitasnya.


Li Fengran tidak suka bicara dengan orang yang tidak dikenal atau dengan orang yang tidak disukainya. Daripada mencari masalah dan membuang waktu, dia memilih melanjutkan langkahnya. Namun, suara Shen Lihua tiba-tiba membuatnya kembali menghentikan langkah.


“Tidak ada hasilnya, bukan?”


Li Fengran terdiam. Dia hendak melangkah lagi sebelum Shen Lihua kembali bicara.


“Chen Pang, bukankah Raja mengeksekusinya tanpa memberitahumu?”


Li Fengran memejamkan matanya dan terpaksa berbalik. “Yang Mulia Ratu, apakah kamu punya sesuatu yang ingin dibicarakan denganku?”


“Bunga-bunga ini indah. Apakah kamu tertarik memetiknya bersamaku?”


“Aku tidak punya waktu. Yang Mulia Ratu, silakan lanjutkan kesenanganmu. Bawahan sepertiku tidak akan mengganggumu.”

__ADS_1


Shen Lihua menahan emosi di dalam hatinya. Dia muak bertemu Li Fengran, tapi dia harus bertemu dengannya.


Shen Lihua menyimpan pisau di baki, membersihkan tangan kemudian berbalik untuk menatap Li Fengran. Ada senyum kecil yang dipaksakan di mulutnya.


“Kamu meminta bantuan Raja agar dia membebaskan lima gadis yang pulang bersamamu. Mereka putri-putri pejabat terhormat. Apakah kamu pernah berpikir apa yang akan mereka lakukan setelah keluar dari keluarga mereka? Memberi mereka rumah dan harta?”


Shen Lihua kemudian mengangkat sebelah sudut bibirnya. “Itu bukan solusi jangka panjang. Pemangku Pedang, kamu adalah orang bijak. Aku tahu kamu bisa memberikan solusi untuk mereka.”


Li Fengran terkejut dan merasa aneh. Ada apa dengan Shen Lihua hari ini?


Dia biasanya selalu memusuhinya dan selalu mengatakan banyak hal tidak menyenangkan yang menyulut emosinya. Untuk apa dia peduli pada nasib kelima gadis yang diculik bersama Li Fengran di saat dia sendiri seperti tawanan dan kerap bersikap egois?


Shen Lihua lagi-lagi mengangkat senyum kecilnya yang misterius. Dia tahu ini adalah sebuah bentuk serangan mental, tapi tujuannya sungguh tidak buruk kali ini.


Dia ingin Li Fengran sadar akan setiap konsekuensi dari tindakannya dan memikirkan matang-matang sebelum bertindak.


“Pikirkan saja baik-baik. Aku dengan senang hati memperingatkanmu.”


“Aku tentu akan berhati-hati. Terima kasih atas peringatan Yang Mulia Ratu,” ucap Li Fengran enggan. Dia ingin melawan, tapi dia ingat perkataan Nangong Zirui tempo hari yang menyuruhnya memikirkan hal dari beberapa sisi. Dia tidak bisa membalas Ratu secara langsung.


“Yang Mulia Ratu, Anda terlalu banyak berpikir. Alih-alih mengurusiku, lebih baik kamu pikirkan cara bagaimana menebus dosamu. Aku tidak membalasmu karena memikirkan posisi Yang Mulia Raja. Jadi, Ratu Shen, berhati-hatilah dan bersikap baiklah selagi aku mempunyai kesabaran.”


Shen Lihua tertawa remeh meski hatinya cukup merasakan kejutan. Ternyata alasan Li Fengran tidak membalasnya adalah karena Raja!


“Ah, aku lupa kalau beromong kosong denganmu tidak ada gunanya. Xiaoli, apakah persiapan pemilihan selirnya sudah selesai?”


“Sudah, Yang Mulia Ratu. Ibu Suri sudah memerintahkan gadis-gadis masuk ke istana dua hari lagi untuk mengikuti pemilihan selir.”


“Baiklah. Mari pergi.”


Setelah Shen Lihua pergi bersama pelayannya, Li Fengran justru malah terdiam di tempatnya. Selir? Pemilihan? Gadis? Hatinya tiba-tiba terasa kosong.


Ternyata, Ibu Suri ingin membuat harem lebih ramai lagi. Dia pasti mencoba memperkuat kekuasaan dengan memilih gadis-gadis dari keluarga pejabat untuk dijadikan selir baru.


Tidak heran, posisi selir di istana masih banyak yang kosong. Apalagi setelah kepergian Su Min, satu-satunya selir yang ada di harem hanyalah Fei Jia.

__ADS_1


Apa yang bisa dia lakukan? Marah? Kecewa? Bahkan Nangong Zirui saja mungkin tidak berdaya ketika ibunya memaksanya memiliki beberapa selir baru.


Posisi Li Fengran di sini hanya sebagai Pemangku Pedang dan di mata umum, dia adalah menterinya. Mana mungkin dia mampu menunjukkan perasaannya?


Apakah ini juga salah satu alasan mengapa pria itu bertingkah aneh tadi malam?


Li Fengran tidak tahu jawabannya. Dia memilih mencarinya kembali ke Istana Qihua. Namun, Wang Bi tiba-tiba keluar dari istana dan menutup pintu sambil membawa beberapa gulungan dekret. Saat berpapasan dengan Li Fengran, Wang Bi langsung berhenti.


“Kasim Wang, apakah Yang Mulia ada di dalam?”


Wang Bi sedikit kebingungan. “Ya, tapi dia sangat sibuk hari ini. Pemangku Pedang, Yang Mulia memintaku memberikan gulungan dekret ini kepadamu dan dia bilang kamu harus menyampaikannya secara langsung.”


“Dekret?”


“Bukankah kamu sebelumnya meminta Yang Mulia memberikan keadilan kepada lima gadis yang diculik bersamamu? Yang Mulia sudah mengabulkannya dan kamu sendiri yang harus menyerahkannya.”


Li Fengran menerima dekret-dekret tersebut sambil terus berpikir. Biasanya dia akan langsung menemuinya, tapi entah kenapa hatinya menentangnya. Mungkin akan lebih baik tidak bertemu dengan Nangong Zirui untuk sementara. Li Fengran tidak tahu harus bersikap bagaimana nantinya.


“Baiklah. Aku akan mengirimkannya.”


Setelah itu, dia pergi sementara Wang Bi kembali ke dalam. Nangong Zirui saat ini sedang berdiri di dekat jendela, menatap kepergian Li Fengran dengan sorot mata sendu. Ada kebingungan dan rasa tidak berdaya memenuhi relung hatinya.


“Yang Mulia, mengapa Yang Mulia tidak menemuinya?” tanya Wang Bi. Dia heran mengapa Raja tiba-tiba ingin menghindari Pemangku Pedang. Semalam jelas-jelas dia yang memaksa pergi ke Istana Changsun.


“Lebih baik tidak bertemu untuk sementara,” jawab Nangong Zirui. Sejujurnya, dia tidak tahu harus bagaimana menghadapi Li Fengran.


Semalam dia sudah sangat tidak sopan padanya. Dia juga bingung dan masih marah akan kenyataan bahwa Shen Jinglang ternyata menyukai Li Fengran.


Chen Pang telah membeberkannya dan itulah yang membuatnya emosi. Dia tidak suka ada pria lain mendambakan Li Fengran, padahal dia sendiri tidak bisa bersikap tegas dan terus terang akan perasaannya.


“Lalu bagaimana dengan pemilihannya? Ratu Shen sudah mengirimkan daftar namanya kemarin atas perintah Ibu Suri.”


Kepalanya jadi pusing. Ibunya itu lagi-lagi bertindak tanpa sepengetahuannya. Nangong Zirui tidak tahu ibunya berencana memberinya beberapa selir lagi. Dia hanya diberitahu saat Ibu Suri sudah memilihkan nama dan menyuruh Shen Lihua memberikan daftar dan menyeleksinya dua hari lagi.


“Mau bagaimana lagi? Bertambah beberapa tidak akan berpengaruh apa-apa untukku.”

__ADS_1


Wang Bi mengangguk mengerti. Ya, itu tidak akan berpengaruh apa-apa pada Raja karena hatinya hanya tertuju pada seseorang. Paling-paling dia akan mengabaikannya lagi seperti dia mengabaikan Ratu Shen, mendiang Selir Su dan juga Selir Fei. Tapi, bagaimana dengan Pemangku Pedang? Bisakah wanita itu menahannya juga?


__ADS_2