
“Xiao Feng, buka pintunya! Xiao Feng, buka! Cepat!”
Li Fengran yang baru saja hendak berangkat ke alam mimpi langsung membuka matanya. Dia terkejut akibat teriakan itu, jantungnya berdebar kencang.
Lalu Li Fengran segera turun dari tempat tidur dan merapikan pakaiannya dengan marah. Dia benci cara membangunkan orang dengan teriakan mengejutkan seperti ini.
Di luar, Nangong Zirui berdiri tidak tegak sambil bersandar di pintu yang masih tertutup. Matanya memerah dan berkabut. Aroma anggur yang menyengat menguar dari tubuhnya.
Ketika pintu terbuka, Nangong Zirui langsung terjatuh. Untung saja Li Fengran berhasil menahannya dengan tubuhnya hingga pria itu tidak jatuh ke lantai dingin.
“Yang Mulia, kenapa kamu minum sebanyak ini?”
Pria itu tidak menjawabnya dan malah menyeret Li Fengran masusk ke dalam kamar tidur. Sebelum mencapai tempat tidur, Nangong Zirui malah menariknya untuk duduk di pangkuannya dan memegangi pinggangnya dengan erat. Li Fengran berusaha melepaskan diri, tapi bahkan dalam kondisi seperti ini pun tenaga pria ini masih saja begitu kuat.
Dia tidak tahu apa yang menyebabkan Nangong Zirui memutuskan minum sebanyak ini sampai mabuk. Apakah ada hal yang membuatnya sedih melebihi kesedihan saat Ling Sui meninggal? Saat itu pria ini hanya minum satu botol anggur, tapi tidak mabuk sampai seperti ini.
“Yang Mulia? Bukankah kamu pergi menginterogasi Chen Pang? Kenapa kamu malah mabuk? Di mana Wang Bi?”
Nangong Zirui menggelengkan kepalanya. Matanya dipenuhi kabut putih dan bayangan Li Fengran. Hatinya sakit, dia sangat sakit. Chen Pang si bedebah sialan itu telah mengatakan sesuatu yang membuatnya jatuh ke dalam sumur ketidakberdayaan dan perasaan marah yang sangat membara.
“Jangan pedulikan orang lain,” ucapnya. Dia memeluk Li Fengran seperti boneka, seolah-olah Li Fengran adalah objek hidup yang paling disayanginya. “Xiao Feng, jadilah istriku.”
Sontak saja Li Fengran terkejut dan membelalakkan mata. Nangong Zirui barusan memintanya menjadi istrinya?
Hei, itu tidak benar! Li Fengran langsung bangun dan menjauh dari Nangong Zirui, matanya menatap tajam pria itu dan keningnya mengernyit tidak suka.
“Yang Mulia, kamu mabuk. Aku akan memanggil Kasim Wang untuk memapahmu kembali ke Istana Qihua!”
“Aku tidak mau pergi!”
__ADS_1
Nangong Zirui malah berdiri dan menyeret Li Fengran hingga wanita itu jatuh telentang di tempat tidur. Tanpa memberikan kesempatan padanya, Nangong Zirui langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Li Fengran. Dia mendekatkan wajahnya dan langsung mencium Li Fengran tanpa aba-aba.
Li Fengran memberontak, tapi kedua tangannya ditahan oleh tangan Nangong Zirui. Kakinya yang menggantung di tepi ranjang memberontak mencoba menendang, namun sia-sia karena tubuh pria ini jatuh di atasnya dan tendangan di kakinya tidak sampai.
Li Fengran mencoba melepaskan diri dengan menggerakkan kepalanya, namun hasilnya malah menyakitinya. Karena gerakannya, dia memberikan kesempatan pada Nangong Zirui untuk menggigit bibir bawahnya sampai berdarah.
Li Fengran beristirahat sebentar, dia mulai terbuai oleh permainan kecil Nangong Zirui. Selalu saja seperti ini. Li Fengran selalu sulit memberontak setiap kali pria ini menciumnya.
Perasaan yang tidak dikatakan itu jelas menyiksa, karena itu membuat Li Fengran berada di posisi yang sulit. Orang memandangnya sebagai Pemangku Pedang, tapi perlakuan yang diterimanya bahkan lebih dari kepada seorang kekasih.
Walau Li Fengran bukan wanita yang memaksa pria mengakui hubungan, tetapi dia juga tidak merasa nyaman terus seperti ini. Nangong Zirui selalu datang dan pergi sesuka hati dan yang lebih menyebalkan adalah kenyataan bahwa Li Fengran sendiri tidak bisa menyangkal bahwa dia juga menginginkannya.
Li Fengran sadar dari lamunannya ketika tangan Nangong Zirui mulai bergerak pada pakaiannya. Dia menarik simpul pitanya, membuatnya terlepas.
Bagian bahu Li Fengran sudah terbuka dan dia merasakan hawa dingin masuk ke dalam kulitnya. Li Fengran bergidik dan langsung memberontak lagi.
“Yang Mulia, kamu sudah gila!”
Nangong Zirui berada di ambang kesadarannya. Dia masih bisa mendengar suara Li Fengran, tapi tubuhnya tidak mampu digerakkan dan dia hanya bisa berbaring di sana sambil memejamkan mata. Nangong Zirui menyesal sudah minum terlalu banyak malam ini. Dia bahkan hampir melecehhkan Li Fengran dan tidak menghormatinya!
Wanita itu pasti sangat marah sekarang. Tapi, Nangong Zirui juga tidak bisa mengendalikan dirinya. Dia terlalu takut.
Melihat Nangong Zirui tidak bereaksi, Li Fengran memberanikan diri untuk mendekat. Dia melihat pria itu memejamkan matanya dan keringat mengalir di dahinya.
Ini jelas bukan efek dari afrodisiak, ini hanyalah sebuah tindakan impulsif yang muncul ketika seseorang mabuk. Sekali lagi dia bertanya-tanya apakah yang membuat Nangong Zirui minum banyak sampai mabuk dan bertingkah aneh?
“Yang Mulia? Yang Mulia? Apakah kamu sudah tidur?”
Tidak ada jawaban. Li Fengran kemudian menghela napas lega. Dia memanggil Xiang Wan dan menyuruhnya melapor ke Istana Qihua. Saat Wang Bi datang, dia bercerita kalau Nangong Zirui dalam suasana hati yang sangat buruk setelah kembali dari penjara Mahkamah Agung.
__ADS_1
Wang Bi tidak bisa menahannya ketika pria itu minum banyak anggur dan berjalan sendirian di tengah malam ke Istana Changsung. Wang Bi mencoba mengikutinya, tapi dia diusir. Dia ingin melanggar perintah, tapi sayangnya Nangong Zirui malah menyuruh pengawal menyeretnya ke Istana Qihua dan menguncinya.
“Saya minta maaf jika Yang Mulia bertindak tidak sopan padamu. Pemangku Pedang, malam ini saya harus merepotkanmu untuk mengurus Yang Mulia dan membiarkannya tidur di Istana Changsun,” ucap Wang Bi setelah selesai bercerita.
“Apa kamu juga ikutan gila? Bagaimana bisa aku membiarkan Yang Mulia tidur di tempatku?”
Jika Ibu Suri tahu, Li Fengran bisa dikuliti hidu-hidup!
“Pemangku Pedang, Yang Mulia tidak ingin pergi. Dia sendiri yang datang kemari.”
Yah, itu benar, memang Nangong Zirui yang datang sendiri. Tapi kalau sampai membiarkannya tidur di sini semalaman, maka besok Li Fengran pasti mendapat masalah.
Dia tidak keberatan akan keberadaan Nangong Zirui, dia hanya tidak ingin menanggung konsekuensi masalah dan mengambil risiko. Dia tahu Ibu Suri tidak menyukainya, dan Ibu Suri pasti akan marah kalau tahu Raja malah menginap di Istana Changsun alih-alih di kediaman istri-istrinya.
Namun, tidak mungkin juga membuat Nangong Zirui terbangun dan memaksanya kembali ke Istana Qihua. Emosi tersembunyi yang ada pada pria itu memberitahu bahwa suasana hatinya sangat-sangat buruk. Bisa jadi dia punya kesedihan dan kemarahan yang tidak bisa dikatakan. Ini membuat Li Fengran bingung dan kesulitan.
“Baiklah, hanya satu malam. Setelah fajar, bawa dia kembali ke Istana Qihua,” ucap Li Fengran. Pada akhirnya, dia tetap mengalah.
“Terima kasih, Pemangku Pedang.”
Wang Bi membantu Li Fengran menempatkan Nangong Zirui pada posisi tidur yang benar. Tempat tidur kecil milik Li Fengran sekarang sudah diisi oleh pria itu, dan hanya ada sedikit ruang untuknya.
Pada situasi seperti ini, Li Fengran tentu saja tidak akan ikut berbaring di sana. Dia memilih membaringkan tubuh di kursi malas sambil terus memandangi sosok Nangong Zirui di tempat tidur.
Pikirannya mulai melayang. Pemicunya adalah Chen Pang. Dia sangat penasaran apa yang dikatakan oleh si mesum itu pada Nangong Zirui sampai membuatnya seperti ini. Nangong Zirui bukan orang yang mudah diprovokasi. Dia tidak akan menggila jika tidak ada hal yang sangat menganggu hati dan perasaannya.
“Sebenarnya apa yang dikatakan oleh si bedebah mesum itu sampai membuat Yang Mulia menggila?” tanyanya dalam hati.
Li Fengran mungkin harus mencari tahu jawabannya sendiri besok pagi.
__ADS_1