The Daddy My Baby

The Daddy My Baby
Bagaimana Cara Mendekatimu?


__ADS_3

Alisha berangkat ke kantor menggunakan kaca mata hitam besar dan sebuah masker.


Bukan karena sedang sakit, atau karena menutupi jerawat.


Tapi, karena Alisha ingin menyembunyikan wajahnya, dari tatapan mata yang tidak suka dia dekat dengan Sean.


Alisha berjalan santai menuju ruangannya.


Alisha senang, ternyata masker dan kaca mata hitamnya, berhasil membuat orang orang yang tidak suka dengan Alisha, menjadi tidak mengenali Alisha.


Bahkan, perempuan perempuan yang tidak suka dengan alisha.


Tidak menyadari kehadiran Alisha yang berdiri si sampingnya, ketika ada di dalam lift.


Alisha menghempaskan dirinya di kursi kesayangannya.


Yaitu kursi kerjanya.


Alisha melepas masker dan kaca mata hitamnya dan menyimpan di dalam tas.


Setidaknya di ruangannya.


Rekan kerja yang satu divisi dengan Alisha.


Mereka masih menghormati privasi Alisha.


Alisha belum pernah merasa terganggu dengan rekan kerjanya.


Kecuali Rere.


"Wah...... Alisha.......


Kirain elu nggak masuk lagi!


Enak banget elu kemarin.


Baru masuk lima menit, tapi udah izin keluar sampai sore.


Elu nggak usah sok kecantikan deh Alisha.


Berani beraninya elu ngedeketin pak Aldi.


Tapi jangan mimpi.


PAk Aldi mau sama elu.


PAk Aldi tuh sukanya sama gue.


Cewek tercantik di perusahaan ini.


Semua yang terjadi antara elu dan pak Aldi di kereta itu nggak sengaja.


Jadi elu jangan ke ge er an.


paling, elu cari cari kesempatan deket sama pak Aldi yang lagi mabuk kereta.


Ingat Sha, aku belum nyerah mendapatkan pak Aldi.


Awas ya, kalau berani deket deket sama pak Aldi"


Rere mengancam Alisha.


Rere lalu meninggalkan meja Alisha.


Bibir Alisha tersenyum senang.


Akhirnya namanya jadi bersih.


Alisha kemarin memang tidak masuk kerja.


Sepulang dari rumah Sean jam dua siang, Alisha langsung pulang ke rumahnya.


Alisha berpikir, percuma saja ia balik ke kantor.


Pasti dirinya terjebak lagi di antata lautan mahasiswa yang saat itu belum selesai ber demonstrasi.


Alisha mengecek pesan di grup divisi nya.


Ingin melihat ada info terbaru apa.


Alisha senang karena melihat ada pesan atas nama Aldi.


Sedang mengklarifikasi tentang foto Aldi dan Alisha.


Dia mengatakan, bahwa Aldi tidak sengaja memeluk Alisha karena dirinya dalam keadaan mabuk berat kendaraan.


Dan seluruh karyawan harus segera menghapus fotonya bersama Alisha.


Jika ketahuan masih menyimpannya atau bahkan sampai menyebarkannya.


Maka sanksi ter berat nya di pecat dan juga Denda.


**************


Pagi ini, Sean sedang mendengarkan laporan dari asisten pribadinya.

__ADS_1


Tomi melaporkan tentang penghapusan foto Sean bersama Alisha.


Sean mendengarkan Tomi.


Dengan posisi tangan Sean berada di atas kursi kerjanya.


Tangan kanan sean menumpu janggutnya.


Sean tiba tiba teringat dengan kata kata Alisha kemarin.


Kalau Sean mengantar Alisha pulang, maka Alisha tidak membolehkan Sean dekat dengan Alisha.


Itu artinya, jika Sean tidak mengantar Alisha maka Sean boleh dekat dengan Alisha?


Sean tersenyum senang.


Semoga Alisha tidak berubah pikiran.


Tok tok tok.....


"Masuk...."


Ucap Sean.


Sita sang sekretaris Sean masuk ke ruangan Sean.


"Tiga puluh menit lagi, anda ada meeting dengan pak Rusli dari perusahaan cabang yang ada di Aceh.


Dan meeting di adakan di restoran Melia"


"Baik, terima kasih.


Kalau sudah tidak ada lagi yang mau kau laporkan, keluarlah"


Sita mengangguk hormat, lalu keluar dari ruangan Sean.


Sita sudah terbiasa dengan sikap dingin bosnya.


Sita tidak mempermasalahkannya, karena selama ini Sean bersikap profesional.


Sean tidak pernah menekan atau mengancam Sita.


Sean bahkan menghormati nya sebagai perempuan.


Sebenar nya Sean tidak suka sekretaris perempuan.


Tapi mau bagaimana lagi.


Menurut Sean, perempuan lebih teliti, telaten, penurut, dan tidak banyak protes.


Jadi akan lebih mudah, jika sekretaris nya perempuan.


Kemarin Alisha sangat telaten mengurus dan memperhatikan Sean.


Mengeroki punggung Sean tanpa rasa jijik, ketika daki daki di punggung Sean menempel di uang koin dan jari jari Alisha.


Alisha juga tidak merasa jijik melihat Sean muntah.


Alisha bahkan memijit tengkuk Sean ketika Sean muntah muntah.


Kemarin Alisha mampu membuat Sean setengah telanjang.


Alisha juga mampu membuat Sean meminum jamu yang selama hidup Sean, tidak pernah ingin mencicipi minuman itu.


Alisha benar benar mampu membuat Sean bertukuk lutut tidak berdaya.


Dan patuh pada setiap perintah Alisha.


"Ayo kita berangkat meeting"


Sean berkata pada Tomi dan bangun dari kursinya.


Di sepajang perjalanan menuju ke mobil Sean. Tomi dan Sita berjalan di belakang Sean.


Sedangkan para karyawan yang melihat Sean.


Mereka menganggukkan kepala menghormat kepada Sean.


Mata Sean mengedarkan pandangan pada setiap karyawan yang ia temui.


Mencari sosok Alisha.


Namun Sean kecewa, karena tidak bisa melihat sosok Alisha.


Sean duduk di kursi belakang mobil merahnya.


Sedangkan Tomi dan Sita duduk di depan.


Tomi mengendarai mobil Sean.


Sean melihat ponselnya.


Alisha dengan senyum cantik dan manis menghiasi ponsel Sean.


Sean mengusap usap wajah cantik Alisha.

__ADS_1


Sean kecewa karena tidak bisa melihat Alisha.


Haruskah Sean memanggil Alisha agar datang ke ruangan nya?


Hanya sekedar untuk melihat Alisha.


Tapi itu tidak mungkin.


Sean takut bila terlalu memaksakan diri mendekati Alisha.


Alisha akan takut dan semakin menjauhi Sean.


Sean ingat, bagaimana cara Alisha memandang sean sebagai penjahat sexual.


Sean menggosok gosok keningnya frustasi.


Sean berpikir, Bagaimana cara termudah mendekati Alisha.


Apakah Sean harus pura pura berjalan melewati ruangan Alisha sambil mencuri pandangan ke arah Alisha?


Tapi itu tidak mungkin.


Karena ruang Alisha dan ruang Sean bukanlah satu arah.


Ruang Sean ada di lantai dua puluh lima.


Sedangkan ruang Alisha di lantai tujuh belas.


Sean melakukan meeting di sebuah restotan dengan pak Rusli sang direktur utama anak perusahaan Osean Medical Company yang berada di aceh.


Sean melakukan meeting dengan pak Rusli hingga pukul sepuluh.


Setelah meeting selesai, Sean kembali ke perusahaan.


Dalam perjalanan menuju ke kantornya.


Mobil Sean berhenti di sebuah lampu merah.


Mata sean tertahan dengan seorang gadis kecil cantik.


Ya, Sean masih ingat.


Gadis kecil itu adalah, gadis yang kemarin Sean kerjai di taman.


Sean senang melihat Bella.


Rupanya sekolah Bella di sini?


Bella baru saja pulang sekolah.


Teman temannya berhamburan keluar dari gerbang sekolah.


Mereka ada yang di jemput ibunya.


Ada yang di jemput ayahnya.


Dan ada pula yang di jemput kakek atau neneknya.


Tapi Bella lain, dia malah duduk duduk di bangku yang tersedia di depan sekolah mereka.


Mungkin sedang menunggu jemputan, pikir Sean.


Selama mobil Sean berhenti di lampu merah, Sean terus memperhatikan Bella.


Kini mobil Sean telah melaju kembali ke arah perusahaan.


Namun Sean masih teringat mata Bella yang sedih.


Mata Bella menatap seorang anak laki laki yang di gendong dengan penuh kasih sayang oleh ayahnya.


Anak laki laki itu lalu di naikkan di bagian depan motor matic milik ayahnya.


Anak laki laki itu tertawa bahagia ketika ayahnya mengatakan sesuatu kepadanya.


Bella lalu di hampiri perempuan paruh baya.


Dan pulang bersama perempuan tersebut.


Sean tidak bisa melupakan raut wajah Bella yang seakan akan hendak menangis, melihat anak laki laki itu bersama ayahnya.


Bahkan Bella terus memandangi anak laki laki itu, hingga motor mereka tidak terlihat.


Sean tidak mengerti kenapa Bella terus


memenuhi kepala Sean.


Sebelumnya Sean bukanlah laki laki yang peduli dan penyayang pada anak kecil.


Tapi kehadiran Bella yang mengemaskan, periang, cantik, dan banyak bicara, dengan suaranya yang cempreng.


Membuat Sean memikirkan terus, gadis kecil itu.


Pikiran Sean bahkan bisa teralihkan, dari yang sebelumnya memikirkan Alisha menjadi memikirkan Bella.


Bersambung......

__ADS_1


Tinggalkan jempol kalian untuk ku ya......


Dan jangan lupa, berikan vote kalian untuk ku, jika kalian suka dengan karya ku.......


__ADS_2