The Daddy My Baby

The Daddy My Baby
Melihat Rumah Mu


__ADS_3

Sean menunggu jawaban Alisha.


Memperhatikan setiap gerakan bibir Alisha yang menandakan bahwa Alisha sedang gugup.


Sean memperhatikan setiap gerakan bibir Alisha yang ranum, dan berwarna pink.


Alisha menggigiti bibir bawah nya, sehingga bibir Alisha tampak lembab dan seksi.


Bagi Sean bibir Alisha yang penuh dan seksi itu, pasti ter cipta untuk di cium.


Sean menoleh ke arah lain, berusaha menghilangkan pikiran pikiran kotornya.


*******


Bila gugup, Alisha punya kebiasaan menggigiti bibirnya sendiri.


Alisha kini sedang gugup, apakah harus jujur atau berbohong, mengenai siapa ayah Bella yang sebenarnya pada Sean.


Setelah melihat ke dalam hatinya yang ter dalam.


Menimbang baik dan buruknya bagi Bella dan diri nya.


Akhir nya Alisha mengambil sebuah keputusan.


Alisha mendengar dirinya sendiri berkata.


" Ayah Bella.....


Sudah meninggal"


Alisha berkata sambil menunduk.


Takut bila Sean bisa melihat kebohongan di matanya.


"Sudah meninggal? Kapan?"


Tanya Sean.


Sean ragu apakah harus merasa sedih atau lega.


Karena setidak nya, Alisha kini tidak terikat dengan laki laki manapun.


"Sudah dua tahun yang lalu"


Jawab Alisha spontan.


Alisha belum pernah merencanakan kapan suami khayalan nya meninggal.


"Bunda, ayo pulang...."


Bella merengek minta pulang.


Dari mata Bella, Alisha tahu, kalau putrinya sudah mengantuk.


Tanpa permisi pada Sean.


Alisha lalu berdiri dan menggendong Bella.


"Baiklah, kita pulang.


Badan bella ada yang terasa sakit nggak?"


Tanya Alisha, khawatir bila ada anggota badan Bella yang sakit tapi tidak terdeteksi oleh dokter.


Bella menggeleng.


"Yakin nggak ada yang sakit?"


Alisha masih ragu dengan jawaban Bella.


"Enggak bunda, nggak ada yang sakit"


Bella meyakinkan bundanya.


Bella menyandar pada dada Alisha.


matanya mulai sayup sayup terpejam, pertanda mengantuk.


"ya udah, kamu sama bu sum ya? bunda mau urus administrasi kamu dulu"


alisha berdiri.


Ini kesempatan Alisha menghindari setiap pertanyaan Sean.


Pertanyaan yang bisa menyudutkan Alisha.


Karena Alisha takut jika dia tidak bisa lagi mengarang cerita.


"nggak mau sama bu Sum.


Bella maunya sama bunda"


Bella memeluk erat tubuh Alisha.


" Duduk lah Sha, semua sudah selesai di urus Tomi.


Bella mau pulang? pulang bareng sama om ya?"


Bella melihat Sean, lalu mengangguk.


"Tunggu di sini Sha, aku mau panggil Tomi"


Alisha tidak punya alasan menolak di antar Sean.


Jika biasanya Alisha menolak di antar Sean karena takut sean mengetahui keberadaan bella.


Maka sekarang tidak punya alasan menolak Sean.


Bahkan sekarang Sean sudah tahu siapa Bella.


Alisha juga tidak enak bila menolak di antar Sean.


Karena dari tadi Sean lah yang menolong Bella.


Lagi pula repot juga, bila harus mencari kendaraan umum sambil menggendong Bella.


Alisha kini sedang dalam perjalanan pulang menggunakan mobil Sean.


Tomi dan bu Sum duduk di depan.


Sedangkan Alisha sambil memangku Bella, duduk di belakang bersama Sean.


Sebelum naik mobil.


Alisha melihat Tomi memasukkan sebuah kotak yang terbuat dari cerofoam, ke dalam bagasi mobil Sean.


Dan Alisha tidak tahu apa isi nya.


'Mungkin milik Sean'


Batin Alisha.


"Rumah mu masih jauh?"

__ADS_1


Tanya sean pada Alisha.


"Nggak jauh, mungkin sekitar sepuluh menit lagi.


PAk Tomi rumah saya di perumahan pelangi indah. kelurahan mangga tiga.


Tapi, nanti tolong turunkan saya didepan perumahan saja"


Ucap Alisha pada Tomi.


Dan Tomi hanya mengangguk patuh.


"Kenapa kau menolak, ku antar sampai rumah mu?


Apa masih ada yang kau sembunyikan dari ku?"


Tanya Sean curiga, Sean menatap tajam Alisha.


Alisha menggeleng kan kepalanya.


"Saya merasa tidak enak ada laki laki yang mampir ke rumah saya"


Alisha mencari cari alasan.


"Aku hanya mampir Alisha, bukannya mau nginep"


Sean berkata agak ketus.


Dan Alisha kini tidak bisa mencari cari alasan lagi.


Alisha sudah sampai di rumahnya.


Bu Sum turun dari mobil sambil membawa baju kotor Bella, dan membukakan pintu rumah Alisha.


Alisha masuk duluan ke rumahnya.


Alisha membaringkan Bella di kamarnya.


Ketika selesai membaringkan Bella yang sudah terlelap di kasur.


Alisha membalikkan badan nya.


Alisha terkejut setengah mati.


Karena melihat Sean tiba tiba sudah berada di kamar Bella.


Sean mengamati seluruh isi kamar Bella.


"Bapak bikin kaget saja, ngapain bapak ikutan masuk ke kamar Bella?"


Kamar Bella sederhana, cat dinding nya putih dan ada stiker bergambar Hello Kitty se besar tubuh Bella.


Di pojokan kamar, ada rajang kecil milik Bella.


Spreinya lagi lagi bergambar Hello Kitty.


Sean jadi tahu tokoh kartun favorit Bella, atau mungkin tokoh kartun favorit ibu nya Bella.


"Keluar pak, ngapain sih di dalam terus"


Sean di dorong paksa keluar dari kamar Bella.


Bagi Alisha seseorang yang berusaha masuk ke rumah nya, sama seperti hal nya membuka privasi hidupnya.


Sehingga Alisha merasa dirinya sedang di telanjangi oleh Sean.


Sean mengamati seluruh rumah Alisha dari ruang tamu hingga dapur milik Alisha.


Di rumah Alisha hanya ada dua kamar.


Dan yang satu pasti milik Alisha.


Sean penasaran kamar milik Alisha.


Tanpa minta izin, Sean hendak membuka kamar Alisha.


Ketika hendak membuka kamar Alisha, tiba tiba Alisha menahan tangan Sean yang sedang memegang gagang pintu kamar Alisha.


"Mau apa bapak?"


Tangan Alisha menahan tangan Sean yang memegang gagang pintu kamar.


"Cuma mau lihat"


Jawab Sean datar.


"Nggak boleh, bapak nggak sopan banget sih, lihat lihat rumah orang lain tanpa permisi"


Alisha berkata sambil tangannya tetap menahan tangan Sean agar tidak membuka kamar Alisha.


Sean melepaskan gagang pintu kamar Alisha.


"Kenapa? kamu takut barang barang mu ada yang hilang?"


Tanya Sean sinis.


"Nggak sih, cuma rasanya bapak melanggar privasi saya aja"


Alisha merasa Sean sedang mencari cari sesuatu.


"Nggak usah takut, barang barang mu semua aman, aku nggak akan mengambilnya.


Aku bahkan bisa membeli rumah mu"


Jawab Sean sombong.


"Ok, saya akan membuka kamar saya"


Akhir nya Alisha mengalah dan membuka pintu kamarnya.


Sean tanpa sungkan langsung masuk kamar Alisha.


Pertama tama Sean mengamati setiap detil kamar Alisha.


Sean juga mengamati setiap foto di kamar Alisha.


Sean celingak celinguk seperti mencari sesuatu di kamar Alisha.


Sean melihat kolong ranjang Alisha.


Kemudian melihat di balik pintu kamar Alisha.


Tapi Sean tidak menemukan sesuatu yang dia cari.


'Sedang mencari apa dia?'


Alisha berbicara dalam hati.


"Sudah pak, ayo keluar"


Alisha berdiri di depan pintu kamarnya.


Sean pun keluar dari kamar Alisha dengan wajah yang kurang puas.

__ADS_1


Alisha ke ruang keluarga, dan melihat bu Sum sedang duduk di sofa ruang keluarga.


Di depan sofa terbentang karpet lembut bulu bulu.


Sebuah televisi LCD ukuran 14 inc menempel di dinding rumah yang berwarna karamel.



"Sebentar ya bu Sum, setelah ini saya akan berangkat ke kantor lagi"


Bu Sum hanya mengangguk.


Waktu menunjukkan sudah pukul setangah dua belas.


"Kamu nggak usah kembali ke kantor, aku akan mengurus izin mu.


Kau jaga saja Bella, siapa tahu dia nanti menangis lagi.


Ini es krim Bella, masukkan ke kulkas.


Jaga jaga kalau dia nangis lagi"


Sean menunjukkan sebuah kotak cerofoam ukuran setengah meter di samping Sean.


Alisha lalu membuka kotak cerofoam yang di tunjuk Sean.


Alisha memekik pelan.


"Kenapa bapak membeli sebanyak ini?


Ini berlebihan pak"


Alisha melihat kotak cerofoam itu penuh dengan es krim berbagai bentuk dan rasa. Sean rupanya membeli seluruh es krim yang ada di kantin rumah sakit.


"Terus mau mu gimana? apa aku harus membuangnya?


Tanya Sean dingin.


" Ya jangan lah, kalau begitu saya akan menyimpannya di kulkas"


Sayang kan kalau di buang?


Begitulah pikir Alisha.


"Terima kasih ya pak, hari ini bapak sudah menolong Bella, menenangkan Bella, membelikan semua kesukaan Bella, dan juga terima kasih sudah membantu administrasi Bella, saya akan mengganti nya...."


"Nggak usah, lagi pula itu rumah sakit ku, mudah saja memberi gratisan pada satu orang.


Aku kembali ke kantor dulu"


Sean berbalik begitu saja,wajahnya datar.


Sean lalu keluar dari rumah Alisha.


Dan Alisha mengantar Sean hingga ke depan pintu.


"Sekali lagi, terima kasih banyak ya pak..."


Alisha berterima kasih sekali lagi.


Namun Sean tidak menjawabnya dan langsung masuk ke dalam mobilnya.


Hati Alisha gelisah.


Sean seperti nya agak dingin dan cuek pada dirinya.


Setelah Alisha mengatakan bahwa ayah Bella sudah meninggal.


Mungkinkah Sean kecewa karena ternyata Alisha sudah punya anak?


Atau mungkin Sean kecewa karena Alisha sudah pernah menikah?


Walau pernikahan itu hanya bualan Alisha saja.


"Mbak Alisha, saya sudah menaruh es krim Bella ke dalam frezer, kalau mbak Alisha libur, saya pulang saja dulu"


Bu Sum muncul di samping Alisha.


" Tunggu sebentar bu Sum"


Alisha buru buru masuk ke dalam rumah.


Alisha lalu kembali ke depan.


Tangan Alisha memegang sebuah keresek hitam, lalu menyerahkan nya pada bu Sum.


"Ini es krim, buat cucu bu Sum"


Alisha meletakkan keresek hitam tersebut pada tangan kanan bu Sum.


Bu Sum melihat isi kereseknya.


"Ini kebanyakan mbak Alisha"


"Nggak, cuma lima aja, di kulkas masih banyak"


Jawab Alisha sambil tersenyum.


" Ya sudah, terima kasih ya mbak Alisha?


Saya permisi dulu.


Assalamu alaikum.... "


"Wa alaikum salam....."


Jawab Alisha.


Bu Sum lalu pulang menaiki sepeda ontelnya yang di parkir di depan rumah Alisha.


Tri li lit.... Tri li lit....


Ponsel Alisha berbunyi dari dalam rumah Alisha.


Alisha lalu mengambil ponselnya.


alisha melihat panggilan ponselnya dari nomer baru.


'Siapa ya?'


Batin Alisha.


"Assalamu alaikum.... Siapa ya?"


"Wa alikum salam..... Ini nak Alisha?"


Suara di seberang, serak khas milik orang tua.


"Ini, tante Hayu......"


Bersambung.......


Terima kasih sudah membaca novel perdana saya.

__ADS_1


Tinggalkan jempol kalian ya kaka.


Dan juga vote kalian saya tunggu, untuk mendukung karya saya.


__ADS_2