The Daddy My Baby

The Daddy My Baby
Ternyata Dia Anak Tante?


__ADS_3

Setengah delapan pagi, Alisha sudah sampai di sekolah Bella.


Di depan sekolah Bella terparkir sebuah bis mini.


Hari minggu ini sekolah Bella akan mengadakan wisata ke kebun binatang.


Setelah Bella naik ke dalam bis.


Alisha melambai lambaikan tangan nya pada Bella.


Bella tersenyum bahagia karena akan jalan jalan untuk yang pertama kali nya ke kebun binatang.


Bis kemudian berangkat jam delapan pagi.


Setelah bis rombongan sekolah pergi.


Alisha kembali ke rumahnya naik angkutan umum.


Ketika sampai di rumahnya.


Alisha melihat sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam, ter parkir di depan rumahnya.


Seorang supir memakai baju hitam mendekati Alisha, ketika Alisha membuka pintu gerbang rumahnya.


"Mbak Alisha?"


Tebak supir ber baju hitam.


"Ya?"


Jawab Alisha singkat, dan menoleh pada supir itu.


"Saya supir yang di suruh nyonya Hayu untuk menjemput anda"


Ucap sang supir.


"Oh.... Anda supir nya? Kalau begitu


saya masuk dulu ya pak.


Saya mau siap siap dulu"


Alisha lalu bergegas masuk ke rumahnya.


Setelah mandi dan berdandan.


Alisha segera keluar.


Alisha memakai baju dress warna pink.


Alisha tampak cantik dan lebih muda.


Alisha tahu warna pink akan membuat Alisha terlihat lebih muda.


Karena itu lah Alisha menyukai warna pink.


Di luar rumah Alisha.


Supir tante Hayu sudah menunggu Alisha.


Sehingga ketika Alisha keluar rumah.


Supir langsung menyambut Alisha dengan membuka kan pintu mobil.


Di dalam mobil, hati Alisha senang.


Ini pertama kalinya, Alisha di sambut seorang supir yang membungkuk hormat pada dirinya.


Sang supir kemudian dengan penuh hormat membuka kan pintu mobil untuk Alisha.


Hati Alisha terbang melayang layang, seakan kini dirinya menjadi seorang putri.


'Seperti ini kah menjadi seorang Princess?'


Walau pun Alisha sudah ber umur dua puluh lima tahun.


Tapi Alisha masih menyukai tokoh princess anak anak.


Sejak kecil Alisha sering membayangkan menjadi seorang princess yang masuk ke dalam kereta kuda.


Pintu nya kemudian di buka oleh seorang supir yang membungkuk hormat.


Alisha telah sampai di rumah tante Hayu.


Rumah tante Hayu sangat mewah dan luas.


Alisha tidak tahu jarak antara gerbang dan rumah utama berapa meter, yang jelas cukup jauh.


Di sepanjang jalan menuju rumah utama.


Kebun kebun terbentang hijau sangat rapi dan indah.


Bahkan teras rumah tante Hayu sangat megah.


Cat rumah berwarna coklat muda dan artistik.


Dari luar, rumah tante Hayu sudah terlihat megah.


Apalagi di dalam nya, pasti lebih wow lagi, Batin Alisha.


Sebelum Alisha masuk ke dalam rumah.


Tante Hayu sudah menyambut kedatangan Alisha di teras rumah tante Hayu.


"Wah.... rumah tante sangat besar dan bagus"


Alisha lalu mencium tangan tante Hayu.


"Rumah kamu juga bagus Alisha.


Walau pun sederhana tapi kelihatan nyaman. ayo masuk"

__ADS_1


Tante Hayu merangkul pundak Alisha akrab.


Tinggi alisha dan tante Hayu sama.


Karena itu, mudah bagi tante Hayu merangkul pundak Alisha.


Alisha terperangah melihat kemegahan rumah tanta Hayu.


Rumah tante hayu seperti sebuah istana milik para raja.


Semua perabotan terlihat mahal dan elegan.


Bahkan rasa nya debu dan udara di sini terasa mewah.


Alisha di ajak masuk ke ruang keluarga rumah tante Hayu.


Ruang keluarga pun terlihat sangat mewah.


Sebuah sofa mewah terletak di tengah ruangan.


Jendela jendela super besar menghiasi ruangan keluarga.


Dan tiga lampu kristal menggantung indah di atap.


Seperti nya seluruh gaji Alisha satu bulan hanya mampu membeli sebuah lampu kristal di rumah tante Hayu.



Alisha melihat ada seorang laki laki paruh baya tinggi duduk di sebuah kursi roda.


"Alisha kenalkan, ini suami saya, panggil saja pak Hendra"


PAk Hendra tersenyum ramah pada Alisha.


Alisha lalu mencium tangan pak Hendra.


"Assalamu alaikum om, nama saya Alisha"


Ucap Alisha sopan sambil tersenyum manis.


"Wa alaikum salam. duduk lah nak"


Ucap pak Hendra.


Alisha lalu duduk, dan tante Hayu juga duduk di samping Alisha.


"Gimana pa, pilihan mama kali ini betul kan? Selain cantik, Alisha juga sopan, semoga putera kita nggak menolak"


Alisha menoleh pada tante Hayu.


Wajah Alisha kaget.


"Maksud tante apa? Bukannya saya ke sini karena tante ada acara keluarga?"


Alisha bingung mengapa rumah tante Hayu sangat sepi.


Bukankah acara keluarga seharusnya ada beberapa anggota keluarga yang lain?


Karena anak saya belum datang, maka acara belum bisa di mulai.


Maklum dia sekarang sudah punya rumah sendiri.


Jadi jarang pulang ke rumah orang tua"


Tante Hayu menjelaskan panjang lebar pada Alisha.


"Tenang Sha, anak saya tidak jelek kok.


Dia sudah puluhan kali saya jodohkan dengan beberapa wanita, tapi dia selalu menolak.


Padahal semua wanita yang saya jodohkan pada nya semua cantik dan dari kelas elite.


tapi dia terus menolak.


Mungkin anak saya maunya wanita yang biasa biasa aja kali.


pokoknya lihat saja dulu, anak saya Alisha.


siapa tahu kalian cocok"


"Tapi tante....."


"Udah nggak pa pa Alisha.


Kita nggak akan tau hasilnya sebelum di coba, mau ya?"


Tante Hayu memotong kata kata Alisha.


Alisha menyerah membantah orang tua.


Lagi pula orang yang lebih tua sebaiknya di turuti saja kemauan mereka.


Kalau tidak cocok, maka diam saja, lalu pergi diam diam tanpa harus membantah semua omongan nya.


"Bi Ida, keluarkan minum nya bi"


Tante Hayu memanggil seorang pelayan untuk menghidangkan minuman.


Seorang pelayan keluar membawa teko yang terbuat dari keramik mewah dan empat cangkir mewah.


Melihat pelayan itu tubuh Alisha terasa kaku karena terkejut.


Ya, Alisha masih ingat dengan jelas.


Bi Ida adalah pelayan di rumah Sean ketika masih di Surabaya.


Bi Ida lah yang membantu Alisha mencarikan tempat tinggal ketika Alisha melarikan diri dari kehidupan Sean.


Bi Ida masih belum menyadari kehadiran Alisha.


Dan ketika bi Ida menuangkan minuman untuk Alisha.

__ADS_1


Bi Ida baru melihat Alisha.


Bi Ida juga sama terkejutnya dengan Alisha.


Bi Ida bahkan sampai kebanyakan menuangkan teh darjeling ke salah satu cangkir.


Sehingga air teh pun tumpah ke atas meja.


bi Ida baru sadar ketika tante Hayu menegur bi Ida.


"Ya Allah bi Ida.....


Gelasnya sudah penuh tuh"


Bi Ida langsung tersadar dari terkejutnya.


Bi Ida lalu dengan cepat mengelap meja yang terkena tumpahan teh.


"maaf nyonya"


Ucap bi Ida.


Dan segera ke belakang.


Alisha sebenarnya hendak menyapa bi Ida, Tapi bi Ida sudah kembali ke belakang.


"Ayo di minum tehnya Alisha.


Oh ya Alisha katanya kamu punya anak, kok nggak di ajak?"


Om Hendra bertanya pada Alisha.


"Anak saya hari ini ada darma wisata di sekolahnya"


Jawab Alisha.


"Ngomong ngomong kamu kerja di mana Alisha?"


Tanya om Hendra lagi.


"Saya kerja di Osean Medical Company"


Jawab Alisha.


"Benarkah?"


Tante Hayu menyela pembicaraan Alisha.


Tante Hayu tampak tertarik.


"Kamu kenal Sean? Maksud saya Aldi"


Alisha tanpa sadar menumpahkan cairan teh hangatnya di bajunya.


Dan alisha tidak merasakan panas nya teh mengenai kulitnya.


"Oh itu dia putra saya"


Sean tiba tiba sudah berada di dalam rumah tante Hayu.


"Kamu tahu siapa dia kan, Alisha?"


Tanya tante Hayu pada Alisha.


Tapi Alisha tidak menjawab pertanyaan tante Hayu.


Karena Alisha sedang terkejut melihat kehadiran Sean yang tidak pernah Alisha duga.


Mata sean dan alisha bertatapan lama.


Awal nya wajah Sean lembut memandang Alisha.


Namun lama kelamaan wajah Sean menjadi kaku dan dingin.


"Alisha? ngapain dia di sini?"


Sean berkata pada diri nya sendiri.


Suara Sean rendah dan dingin.


Mata Sean menatap tidak suka ke arah Alisha.


"PAk Sean?"


Alisha berucap lirih.


Dan tanpa Alisha sadari cangkir kosong nya terjatuh dari tangan Alisha.


Alisha bisa merasakan air matanya akan tumpah.


Maka Alisha cepat cepat membungkuk dan mengambil cangkir yang terjatuh dari tangannya.


Dan dengan gerakan cepat, Alisha segera menghapus air matanya yang tumpah dengan punggung tangan Alisha.


Alisha tidak ingin tante Hayu dan om Hendra memergokinya sedang menangis.


Alisha kemudian meletakkan cangkir yang sudah kosong ke atas meja.


Sean duduk di kursi yang terpisah dari Alisha.


Sedang tante Hayu menoleh bergantian antara anaknya dan Alisha.


"Sepertinya kalian sudah saling kenal, benarkan?"


Tanya tante Hayu terkejut, tapi senang.


Bersambung.....


Tinggalkan jempol kalian untuk ku ya.....


Dan vote kalian untuk mendukung karya ku....

__ADS_1


__ADS_2