
Selesai melakukan aktifitas yang melelah kan.
Sean dan Alisha duduk santai di atas ranjang.
Sean duduk menelungkup.
Kepala nya menyandar di dada Alisha dengan nyaman.
"Ih, kok kamu kayak anak kecil sih mas, nempel terus.
Dulu belum puas ya sama mama?"
"Ya, aku belum puas.
Maka nya kamu diam, dan nurut aja"
Sean memeluk tubuh Alisha, lalu membenamkan wajah nya di dada Alisha yang terasa lembut dan nyaman.
Sesekali Sean menciumi dada Alisha.
"Sudah tidak ada lagi yang tersisa dari ku mas, semua nya udah aku berikan sama kamu.
Jangan tinggalin aku ya mas"
Alisha membayang kan, jika suatu saat suami nya sudah bosan dengan diri nya, maka dia akan meninggalkan Alisha.
Alisha memeluk dada kekar Sean.
"Kamu ngomong apa sih sayang, mana mungkin aku tega meninggal kan istri ku yang baik dan cantik ini.
Susah susah aku dapatin, masak aku buang gitu aja.
Aku nggak pernah bisa menemukan perempuan yang baik, ceria, cantik dan sholeha kayak kamu sayang.
Sudah bertahun tahun kamu ninggalin aku, tapi aku nggak bisa nemuin pengganti mu sayang"
Sean duduk, dan menyandar di sandaran ranjang, lalu menarik kepala Alisha ke dadanya.
Sean sangat bersyukur bisa memiliki cinta Alisha.
"Aku mencintai mu sayang"
Ucap Sean, sambil mengecup pucuk kepala Alisha.
Ia mengelus rambut lembut Alisha.
"Aku juga........"
Kruk.....kruk.....
Kata kata Alisha terpotong dengan bunyi yang lumayan keras dari perut Alisha.
Alisha yang malu dengan bunyi alarm dari perut nya, semakin menyembunyikan wajah nya di dada bidang suami nya.
"Kamu lapar sayang?
Maaf, aku lupa.
Sekarang udah jam sepuluh pagi.
Kita pesan dari dalam kamar aja ya"
"Nggak mas, kita keluar aja, aku mau jalan jalan"
"Kita makan di kamar aja sayang?
Setelah itu kita lanjut lagi?"
"Apa? lanjut lagi? Nggak mas aku nggak sanggup lagi.
Kalau mau lagi nanti malam aja"
"Masak kamu tega, nolak suami mu sayang? Kamu tahu kan istri harus nurut sama suami? Dan surga istri itu, ikut suami"
Ucap Sean berbisik di telinga Alisha.
"Tapi lihat juga keadaan kaki ku mas"
Alisha lalu turun dari ranjang, ia berdiri di tepi ranjang.
Sean memperhatikan baik baik kaki mulus Alisha.
Kaki kaki itu tampak gemetar.
Tangan Alisha pun berpegang pada ranjang kamar, membantu tubuh Alisha agar bisa berdiri dengan tegak.
Sean lalu berdiri menyelimuti tubuh Alisha.
Tidak tega melihat tubuh kecil Alisha yang terlihat menderita akibat ulah Sean.
Sean lalu memakai celan boxer nya.
"Ya udah kamu istirahat lagi sayang, kita pesan makanan dari kamar aja"
"Nggak mas, aku mau mandi dulu.
Kita cari makan di luar aja, aku mau jalan jalan"
"Ya udah terserah kamu aja"
Sean menuntun tubuh Alisha hingga ke kamar mandi.
Alisha lalu mandi menggunakan air hangat.
*************
Alisha jalan jalan dan belanja di kota bandung.
__ADS_1
Alisha sangat menikmati jalan jalan nya karena ada Sean di samping nya.
Sean berjalan sambil memeluk pinggang Alisha dengan mesra.
Mereka terlihat seperti orang yang baru pacaran, dan sedang kasmaran banget.
Alisha juga membeli beberapa oleh oleh.
Mata Alisha khilaf bila melihat barang diskon, tanpa pikir panjang, Ia langsung membeli barang tersebut, walau pun di rumah nya masih ada.
(Kebiasaan perempuan. Kalau belanja, suka khilaf mata nya, jika melihat barang disakon)
Dan mereka kembali ke hotel pukul dua belas siang.
***********
Jam satu pun tiba.
Sean, Tomi, dan orang orang dari pabrik kota Semarang pun tiba.
Mereka melakukan meeting di tempat meeting milik hotel.
Mereka melakukan Meeting selama tiga jam.
Sean terpaksa memecat mandor para karyawan produksi.
Karena dia sudah dua kali mendapat peringatan dari dua kasus yang sama.
Yaitu meng korupsi uang para karyawan.
Dia berkilah uang itu untuk pengobatan istrinya yang sakit.
Sean sudah mengatakan, istri nya dapat berobat menggunakan asuransi pekerja.
Tapi mandor itu tetap ngotot dengan berbagai alasan jika uang itu untuk pengobatan.
Sean agak jengkel pula dengan mandor tersebut, karena mandor tersebut tidak punya rasa hormat pada Sean.
Selesai meeting, Sean langsung kembali ke kamar nya.
Ingin meredam kemarahan nya, dengan melihat wajah cantik milik Alisha.
Tapi, tanpa Sean tahu, Alisha sedang keluar.
Sean berjalan ke arah kamar nya sambil menelpon papa nya.
Ia melapor pada papa nya tentang keputusan nya yang telah memecat mandor korup tersebut.
Dan om Hendra mendukung keputusan Sean.
Tanpa Sean sadari.
Ada sepasang mata yang dari tadi terus mengawasi gerak gerik Sean.
Pemilik sepasang mata tersebut adalah wanita.
Sean tidak sadar jika wanita tersebut juga ikut menelusup masuk kamar Sean.
Sean tidak menyadari kehadiran wanita tersebut, karena dia sedang fokus menelpon papa nya.
📞 Sean :Terima kasih papa, sudah mendukung keputusan ku.
📞 Om Hendra : Kalau keputusan mu memang benar, tentu saja papa akan selalu mendukung mu nak?
Bagaimana Hotel tempat kalian menginap?
Bagus kan? Kalian Suka?
📞 Sean : Kami sangat......
Kata kata Sean terhenti, karena tiba tiba sepasang tangan memeluk pinggang Sean dari belakang.
Dan tangan kiri Sean, memegangi erat sepasang tangan itu.
Tangan itu juga sama lentik nya dengan tangan Alisha.
Sehigga Sean mengira tangan itu adalah tangan Alisha.
📞 Sean : Kami sangat menyukai hotel ini papa.
Terima kasih sudah menghadiahkan kamar mewah ini sebagai hadiah pernikahan kami.
📞Om Hendra : Semoga kalian selalu bahagia nak. Sudah dulu ya, papa ada tamu.
Assalamualaikum......
📞 Sean : Wa alaikum salam.
Sean menutup telpon nya.
Tiba tiba pintu kamar Sean terbuka.
Sean heran melihat Alisha ada di pintu.
Lalu tangan siapa yang sedang memeluk diri nya?
"Alisha?"
Sean mengucapkan nama Alisha pelan.
Hati Sean kalut, Hati nya bergejolak tidak tenang.
Sean melihat mata Alisha.
Mata Alisha sangat terkejut, dan mata nya juga sangat terluka, karena melihat Sean sedang di peluk seorang perempuan.
Brakkk.......
__ADS_1
Alisha membanting pintu kamar mereka.
Alisha lalu pergi meninggalkan Sean dengan wanita yang sedang memeluk nya.
"Alisha......!"
Sean memanggil Alisha, tapi Alisha tidak mau mendengarkan panggilan Sean.
Alisha telah keluar dari kamar mereka.
Sean kemudian melepaskan dengan kasar, tangan yang sedang melingkari pinggang nya.
Sean berbalik.
Dia melihat perempuan yang tidak asing bagi Sean.
"Kamu?"
Sean hanya menyebutnya dengan kata kamu.
Karena dia tidak ingat dengan nama perempuan itu.
Perempuan itu adalah perempuan ter akhir yang di jodohkan mamanya.
Dia juga yang datang ke kantor nya dengan marah marah.
Dia bahkan menampar semua orang yang ada di kantor Sean.
Kecuali Sean.
"Aldi kamu nggak boleh ngejar dia.
Kamu milik ku Aldi"
Perempuan tersebut memegangi tangan Sean yang hendak mengejar Alisha keluar.
"Kau.... Wanita murahan, berani sekali memegang tangan ku"
Sean menepis tangan wanita tersebut dengan kasar.
"Tidak Aldi, kau tidak bisa menolak ku begitu saja, aku mencintai mu"
Wanita tersebut lalu memeluk Sean lagi.
Sean melepas tangan wanita yang sedang memeluk tubuh Sean dengan erat.
Ketika tangan wanita tersebut lepas, Sean langsung mendorong tubuh wanita tersebut hingga jatuh.
"Kau tega Aldi, Aku tidak akan membiarkan ini.
Aku akan melaporkan kejadian ini, kalau kau telah berusaha memperkosa aku"
Wanita itu berkata kasar sambil berteriak teriak, dia merasa terhina karena Sean mendorong nya dengan kasar.
Sean lalu mendekati wanita itu.
"Laporkan saja kalau berani. apa kau tidak bisa melihat di ruangan ini ada kamera CCTV?"
Sean menunjuk sebuah kamera, yang ada di ruang duduk, kamar hotel diri nya.
Ruangan itu di lengkapi dua kamera CCTV.
Wajah wanita itu menjadi pucat.
"Aku juga punya bukti, kalau kau lah yang sudah meneror Alisha dengan bangkai bangkai itu.
Awal nya aku tidak ingin melaporkan mu.
Tapi hari ini kau membuat ku semakin jijik dan ingin melaporkan mu"
Suara Sean rendah, dan cukup membuat wanita tersebut merasa ter ancam dan ketakutan.
Sean lalu berbalik, ingin segera mengejar Alisha.
Tapi sebelum Sean melangkah kan kaki nya.
Kaki nya terhenti.
Karena tangan wanita itu melingkar di kaki Sean.
"Maaf kan aku Aldi, aku menyesal sudah melakukan semua ini.
Aku mohon jangan laporkan aku pada polisi"
Wanita itu menangis sambil memeluk kaki Sean.
Sean dengan kasar meraih tangan wanita itu.
Lalu Sean menyeret nya agar keluar dari kamar nya.
Setelah menutup pintu kamar nya, Sean meninggalkan wanita itu, dan tidak memedulikan tangisan nya.
Sean begidik ngeri.
Membayangkan, jika wanita kasar itu menjadi istri nya.
Sean mencari Alisha ke mana mana, tapi dia tidak menemukan Alisha.
Hati Sean menjadi gelisah dan khawatir.
'Sial, semua ini gara gara wanita itu, aku tidak akan melepaskan mu begitu saja'
Sean mengumpat dalam hati nya.
Bersambung........
Jangan lupa! berikan koin, vote dan jempol kalian......
__ADS_1
jika menyukai karya author.......